,
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
LHOKSUKON - Ikatan Pemuda Mahasiswa Paya Bakong  ( IPEMAPA ) gelar acara buka puasa bersama dan santuni puluhan anak yatim di mesjid Jamiq...
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerjasama dengan Bank BNI, meluncurkan "Kartu Alumni UNJ" dalam bentuk...
03 Februari 2018 | Dibaca: 178 Kali
Andre Yosua : Uang Nomor Dua

DR. Andre Yosua M.M.H.M.A.Ph.D [cand] [foto/ist]

Tangerang, Fokusjurnal.com - Banyak cerita negatif  tentang advokat atau pengacara yang kita dengar. Mereka identik dengan uang. Bagi warga yang ingin mendapat pembelaan dari seorang pengacara atau adovokat, harus menyediakan uang banyak. Banyak  uang pasti menang.  
 
Tapi semua yang ada dalam benak warga itu salah besar. “Bagi saya, uang nomor dua. Yang penting pengorbanan . Mereka yang menang dalan berperkara di pengadilan , dengan mengucapkan terima kasihitu sudah cukup bagi saya,” kata pengacara muda, Andre Yosua DR. Andre Yosua M.M.H.M.A.Ph.D [cand] kepada Fokusjurnal.com, baru-baru ini yang ingin mengubah pandangan warga itu.
 
Menurut Andre Yosua, yang  ditemui di kantornya di Serpong Tangerang Selatan, baru-baru ini,  tanpa mendapat bayaran pun .  ia rela berjibaku dengan jaksa dan hakim di pengadilan. “Bagi saya uang itu nomor dua atau mungkin nomor sepuluh, yang penting bagaimana bisa menang dalam berperkara, “ujar pengacara muda itu dengan penuh semangat.
 
Andre yosua, yang pernah ditodong pistol ketika menangani satu perkara di Manado, menjelaskan, ia ingin sekali mengubah pandangan masyarakat bahwa pengacara itu identik dengan uang . Tapi bagiamana ya, masyarakat itu sudah terlanjur punya pemikiran bahwa menyewa advokat atau pengacara herus dengan uang. Apalagi bisa menang di pengadilan.  Kalau  tidak pakai duit tidak bakalan menang, “ Itu salah besar, “ katanya lantang. Yang penting  juga, kata Andre Yosua, bagaimana kita menerapkan ilmu-ilmu hukum dengan baik dan benar.
 
Menurut Andre Yosua, tidak jarang citra negatif terhadap advokat didengarnya. Hal ini bukan tanpa alasan, karena menyangkut persoalan hukum. Ketika ia merumuskan pengertian advokat atau pengacara, ada rasa dilematis yang bergejolak di dada, terutama antara idealisme dan realisme yang berpelukan mesra ditemani oleh waktu. Bagi kaum idiealisme, advokat adalah penegak hukum, dengan semangat berpegang pada semangat keadilan, bernilai kemanusiaan.
 
Bagi kaum realisme, advokat adalah profesi pilihan untuk mengeruk rupiah hingga menghalalkan segala cara demi kemenangan semu. Idealisme dan realisme advokat atau pengacara adalah mereka yang berlimpah dengan pundi – pundi rupiah sebagai hasil memenangkan satu perkara. Bagi advokat pundi – pundi rupiah tujuan akhir dari profesi tersebut. Ironis, bagi kaum realisme advokat  tidak sedikit yang mengejar pundi – pundi rupiah malah hidup dalam keprihatinan.
 
Andre Yosua sependapat dengan Imanuel Kant yang mengatakan, hati nurani atau moral yang menjadi panglima terakhir bagi advokat dan pengacara yang bergumul antara profesi dan penegak hukum.
 
Menurut Andre Yosua, pertama kali membuka kantor pengacara, ia menangani satu perkara sengketa tanah di Manado. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2008. Pada saat itu klainnya sudah menunjuk advokat atau pengacara lain selain dirinya, tapi hasilnya tak kunjung berhasil. Dua tahun kemudian orang yang  berpekara itu mendatangi saya minta dibela. “Tiba – tiba ada pembangunan di atas tanah pemiliknya. Dengan menanganin kasus sengketa tanah di Manado tersebut,  Andre Yosua mendatangi lokasi tanah yang diserobot oleh oknum mengatasnamakan BUMN. Saat itulah ia ditodong pistol di pelipisnya. (yani/rs)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123