,
Jakarta | Wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat terbilang wilayah zona merah tawuran, namun kategori zona merah untuk wilayah itu kini berangsur- angsur...
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Lomba mancing mania di wilayah Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat mendapat respon positif dari masyarakat. Dari pantauan wartawan...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
03 Februari 2018 | Dibaca: 301 Kali
Bupati Bangka Resmikan Program Sanimas

Bupati Bangka Ir.Tarmizi saat menandatangani prasasti [foto/ist]

Bangka, Fokusjurnal.com – Bupati Bangka Ir.Tarmizi menandatangani prasasti pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka,  sebagai tanda telah di resmikannya IPAL tersebut.
 
Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program Permukiman dan Peningkatan Kualitas Kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh  atau Program Sanimas IDB TA. 2017  Sabtu, (03/02/2018).
 
Tarmizi mengapresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan infrastruktur. Tanpa keterlibatan masyarakat akan sulit untuk mewujudkan pembangunan dengan baik. 
 
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan kerjasama dan keterlibatan masyarakat agar stakeholder  dalam kegiatan pembangunan ini. Pertama adalah bagaimana menanamkan keyakinan yang sama bahwa ini adalah Kampung kita atau desa kita. Ketika masyarakat merasa bahwa saya adalah pemilik Kampung/Desa ini, maka kemudian disitu ada tanggung jawab untuk menjaga agar Kampung /Desa ini menjadi Kampung/Desa yang bersih, sejuk, dan bebas dari kekumuhan,” tutur Tarmizi.
 
Sementara itu pihak  Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat, yang diwakili oleh PPK Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) tahap 2 Harri Kusnadi Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat ini adalah merupakan  kegiatan yang dilakukan untuk masyarakat. Dimana nilai tambahnya adalah ketika dimanfaatkan oleh masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sehingga keberlanjutan itu akan terjaga.
 
"Keberhasilan ini bukanlah keberhasilan kami yang ada di pusat, Pemerintah Pusat hanya berperan untuk memfasilitasi, tetapi keberhasilan ini adalah keberhasilan masyarakat itu sendiri,” Ungkap Nadi. 
 
Nadi Menyampaikan bahwa keberhasilan bukan dari berapa banyak infrastruktur terbangun, dan berapa banyak investasi yang sudah dikeluarkan, akan tetapi bagaimana setelah ini masyarakat dapat menjaga agar lingkungan tidak menjadi kumuh kembali dan dapat membantu untuk mewujudkan permukiman yang fungsional dan berkelanjutan. (Rey)

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT