,
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
LHOKSUKON - Ikatan Pemuda Mahasiswa Paya Bakong  ( IPEMAPA ) gelar acara buka puasa bersama dan santuni puluhan anak yatim di mesjid Jamiq...
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerjasama dengan Bank BNI, meluncurkan "Kartu Alumni UNJ" dalam bentuk...
13 Maret 2018 | Dibaca: 199 Kali
Diduga Siluman K2 Bodong Bergentayangan di Subang

Camat Binong Suhendi

Subang – Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil [CPNS] Katagori 2 [K2] tahun 2014-2015 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang.
 
Saat di jumpai Camat Binong, Suhendi menyatakan dirinya terus memberikan tatanan pemerintah yang baik dan terarah ditengah masyarkat.
 
Ketika disinggung mengenai keberadaan K2, dirinya mengatakan bahwa keberadaan K2 tidak sesuai prosedur.
 
“Keberadaan K2 cenderung bermasalah. Contoh seseorang yang tidak pernah menjadi tenaga sukarelawan [sukwan] namun terdapat Surat Keputusan [SK] , anehnya SK tersebut di tandatangani di hari libur, artinya itu sudah menyalahi aturan dan cacat hukum,”papar Suhendi kepada media ini.
 
Bahkan, lanjut Suhendi, keberadaan K2 tidak ada nilai plus dan cendrung menjadi kecemburuan sosial di masyarakat terutama bagi peserta test CPNS 2014 – 2015.
 
"Keberadaan K2 saya menenilai tidak efektif. Mengapa saya katakan demikian tidak mungkin seseorang  yang tidak pernah mengikuti test mendapatkan nilai kelulusan bahkan nilainya pun sama, harusnya ada nilai plus bagi sukwan. Jika demikian adanya kenapa tidak disebut saja jangan menggunakan kata K2 akan tetapi test umum,”jelasnya.
 
Banyaknya nama-nama siluman K2 yang diduga bodong dan kejanggalan dapat di jumpai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Salah satunya keberadaan K2 berinisial WH yang diduga tidak memiliki nomor test uji publik di Kecamatan Binong namun namanya ada. Ironisnya WH memiliki TMT [Terhitung Memiliki Tanggal] kelulusan WH di hari minggu [libur].
 
"Siapa itu WH ? tidak ada sukwan yang bernama WH di Kecamatan Binong. Adapun sukwan yang bekerja disini dan asli sukwan yang telah mengikuti test K2 hanya berjumlah 4  orang yaitu KI, MI,YI dan AS,"pungkas Suhendi di kantornya. [tim]
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123