,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
13 Maret 2018 | Dibaca: 238 Kali
Diduga Siluman K2 Bodong Bergentayangan di Subang

Camat Binong Suhendi

Subang – Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil [CPNS] Katagori 2 [K2] tahun 2014-2015 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kabupaten Subang.
 
Saat di jumpai Camat Binong, Suhendi menyatakan dirinya terus memberikan tatanan pemerintah yang baik dan terarah ditengah masyarkat.
 
Ketika disinggung mengenai keberadaan K2, dirinya mengatakan bahwa keberadaan K2 tidak sesuai prosedur.
 
“Keberadaan K2 cenderung bermasalah. Contoh seseorang yang tidak pernah menjadi tenaga sukarelawan [sukwan] namun terdapat Surat Keputusan [SK] , anehnya SK tersebut di tandatangani di hari libur, artinya itu sudah menyalahi aturan dan cacat hukum,”papar Suhendi kepada media ini.
 
Bahkan, lanjut Suhendi, keberadaan K2 tidak ada nilai plus dan cendrung menjadi kecemburuan sosial di masyarakat terutama bagi peserta test CPNS 2014 – 2015.
 
"Keberadaan K2 saya menenilai tidak efektif. Mengapa saya katakan demikian tidak mungkin seseorang  yang tidak pernah mengikuti test mendapatkan nilai kelulusan bahkan nilainya pun sama, harusnya ada nilai plus bagi sukwan. Jika demikian adanya kenapa tidak disebut saja jangan menggunakan kata K2 akan tetapi test umum,”jelasnya.
 
Banyaknya nama-nama siluman K2 yang diduga bodong dan kejanggalan dapat di jumpai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Salah satunya keberadaan K2 berinisial WH yang diduga tidak memiliki nomor test uji publik di Kecamatan Binong namun namanya ada. Ironisnya WH memiliki TMT [Terhitung Memiliki Tanggal] kelulusan WH di hari minggu [libur].
 
"Siapa itu WH ? tidak ada sukwan yang bernama WH di Kecamatan Binong. Adapun sukwan yang bekerja disini dan asli sukwan yang telah mengikuti test K2 hanya berjumlah 4  orang yaitu KI, MI,YI dan AS,"pungkas Suhendi di kantornya. [tim]
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123