,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
27 September 2018 | Dibaca: 71 Kali
Isu Selingkuh Bupati Merauke Frederikus Gebze Mencuat Lagi, Kali Ini Menyangkut Surat Perjanjian

MERAUKE -  Isu kasus perselingkuhan yang diduga dilakukan Bupati Merauke Frederikus Gebze dengan seorang wanita bernama Maria Gabriella Haartini Levitar menyeruak lagi, setelah sempat tenggelam beberapa bulan lalu.

Kali ini menyebar melalui media sosial (medsos), WhatsApp. Bahkan WhatsApp redaksi wartamerdeka.info pun tak luput mendapat kiriman postingan dugaan perselingkuhan yang dilakukan Bupati yang akrab disapa Freddy tersebut.

Tak tanggung-tanggung. Bukan hanya berupa bukti gambar anak yang diduga merupakan hasil perselingkuhan Bupati Freddy dengan Maria yang dikirim ke WA redaksi, tapi juga bukti adanya surat perjanjian yang diteken Bupati Freddy dengan Maria. Dalam surat itu, Freddy disebut sebagai pihak pertama dan Maria sebagai pihak kedua.

Apa isi dari perjanjian itu? Besok atau lusa akan diungkap secara khusus. Yang jelas isi dalam surat perjanjian itu sangat mencengangkan. Yaitu seputar sejumlah janji dari Bupati Freddy, agar Maria "tutup mulut" . Redaksi saat ini sedang mencoba untuk melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran surat perjanjian yang ditandatangani di atas materai senilai Rp 6000, tertanggal 25 Oktober 2016 tersebut

Seperti diketahui Bupati Freddy beberapa waktu lalu, yaitu sekitar bulan Oktober 2018, gencar diberitakan di medsos diduga berselingkuh dengan seorang wanita bernama Maria G. Levitar. Maria adalah isteri seorang Marinir di Merauke yang sebelumnya telah memiliki seorang anak.

Buah hati Fredy dan Maria Gabriella Haartini Levitar itu, disebut-sebut dalam perbincangan di medsos tersebut, adalah seorang bayi perempuan yang diberi nama Mizoura.

Menurut seorang sumber di Merauke, diduga Mizoura lahir pada awal atau pertengahan tahun 2016.

Bupati Freddy seperti diketahui dilantik sebagai Bupati, di Jayapura tanggal 17 Februari 2016 lalu. Menurut sumber tadi,  Maria G Levitar yang saat itu dalam keadaan hamil tua ikut bersama rombangan ke Jayapura.

Atas isu tersebut, Tokoh Intelektual Merauke Benny Kaize, beberapa waktu lalu sempat menggelar konferensi pers dan meminta Bupati segera mengklarifikasi isu perselingkuhannya. 

Dan Bupati Merauke Frederikus Gebze sendiri, sebetulnya pernah membantah pemberitaan di Media Sosial yang menyebutkan dirinya berselingkuh dengan Maria Levitar dan memiliki anak haram.

Bantahan Bupati Fredy Gebze terungkap dalam konferensi pers yang digelar pada hari Senin, 5 Desember 2018 lalu, bertempat di Restoran KFC Jl Raya Mandala Merauke.

“Berita di Medsos yang menyebutkan saya selingkuh dengan Maria Levitar dan miliki anak haram bernama Mizo itu tidak benar,” ungkap Fredy.

Ia juga menegaskan, siap melakukan pemeriksaan DNA untuk membuktikan Mizo itu anak siapa.

“Ya saya siap periksa DNA supaya jelas Mizo itu anak siapa dan isu perselingkuhan ini tidak menjadi bola liar,” kata Fredy.

Tapi dengan menyebarya foto surat perjanjian antara Bupati Freddy dengan Maria Levitar, yang belum pernah terungkap sebelumnya, isu perselingkuhan tersebut tampaknya bakal kembali jadi viral di media sosial. (Red)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123