,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
12 April 2018 | Dibaca: 147 Kali
Kondisi TPA Parit Enam Pangkalpinang Full

foto/ist

Pangkalpinang- Masalah sampah menjadi prioritas utama di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.  Panitia Khusus (Pansus) 10 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Selasa (10/4/2018) melakukan peninjauan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit Enam.
 
Dikatakan Rio Setiady peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi TPA Parit Enam.
 
 Ketua Pansus 10 LKPJ Walikota Pangkalpinang, Rio Setiady mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi TPA Parit Enam.
 
“Setelah kita lihat, saat ini TPA Parit Enam sudah padat, dan sudah merambah tanah orang. Lokasi tanah yang di gunakan TPA Parit Enam untuk menampung sampah sudah full,” kata Rio Ketua Pansus 10 LKPJ Walikota Pangkalpinang.
 
Untuk mengantisipasi, lanjut Rio, pihaknya, akan berupaya membantu Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mencari alternatif lain, sebelum adanya TPA regional.
 
“Tiga hingga empat  tahun ke depan TPA Regional dipastikan belum dapat terealisasi. Karena masyarakat Desa Jelutung menolak, dan kami pun belum pernah ketemu dengan anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah terkait dengan pembangunan TPA regional ini,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Politisi PKS yang juga Wakil ketua Komisi III DPRD kota Pangkalpinang ini mengatakan, sambil menunggu pembangunan TPA regional, upaya yang harus dilakukan untuk menampung sampah yang ada di Pangkalpinang, dengan cara melakukan pembebasan lahan di Parit Enam.
 
“Kita akan berupaya melakukan pembebasan lahan di Parit Enam, karena saat ini lahan pemkot hanya cukup untuk dua tahun mendatang,” paparnya.
 
Menurut Rio, sebagai Ibu Kota Provinsi Babel, masalah persampahan di Pangkalpinang adalah prioritas dan sangat layak dibahas dengan serius.
 
“Kami akan jadikan prioritas utama di DPRD maupun pemkot untuk mempersiapkan anggaran, agar bisa melakukan pembebasan lahan di sekitar TPA Parit Enam,” terangnya.
 
Dengan adanya pembebasan lahan di sekitar TPA Parit Enam, setidaknya bisa menanggulangi masalah persampahan yang sudah menggunung.
 
“Dengan adanya pembebasan lahan tersebut maka kedepan bisa bertahan hingga 10 tahun mendatang,” pungkasnya.(Rey)
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123