,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
29 Januari 2018 | Dibaca: 552 Kali
Kritikan LSM Pendekar untuk Panwascam Kabupaten Subang

Wahyudin Ketua LSM Pendekar [foto/ist]

Subang, Fokusjurnal.com – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Subang, Jawa Barat dinilai tidak profesional dan rasional serta diduga terdapat pelanggaran. Lontaran itu diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pendekar Wahyudin yang telah melayangkan surat kepada  ketua dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu Umum [Bawaslu], Provinsi Jawa Barat yang dilayangkan pada tanggal 15 Januari 2018 lalu.
 
Manurut Wahyudin, proses seleksi sebagai anggota Panwascam dinilai melanggar kode etik.
 
“Demokrasi bermartabat dan berkualitas bertolak belakang dari visi dan misi Panwaslu. Kami menyesalkan adanya keterlambatan atas tindakan penegakan aturan terhadap Panwascam di wilayah kami,”terang Wahyudin.
 
Terkait proses seleksi Panwascam Kabupaten Subang, Wahyudin menduga adanya praktek money politik dan terkesan orangnya itulagi itulagi.
 
“Sistem atau gaya floting juksung/pilsung malah diterapkan, jangan  asal main tunjuk, atau di pilih langsung inikan sudah salah kaprah seharusnya  semua ini melalui proses seleksi .Salah satunya yang terjadi di Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Cipendey, anggotanya yang itu, itu melulu memang di Kabupaten Subang ini tidak ada orang yang berpotensi. Harusnya ada tahapan dalam penyaringan proses seleksi menjadi anggota panwascam mereka harus dapat pengusaan materi, strategi, regulasi, integritas diri, komitmen dan kualitas kepemimpinan. Itu semua harus klop dan mereka harus tahu semua itu, disinikan tidak malah orangnya itu lagi, adapa dengan Panwascam ?”papar Wahyudin
 
Ia menyoroti adanya dugaan unsur KKN terkait kepengurusan panwascam.
 
“Jika hal ini dibiarkan tidak satu tutup kemungkinan dapat merusak citra buruk panwascam bahkan Bawaslu yang dilakukan oleh segelintir oknum,”tegas Wahyudin
 
 LSM Pendekar menyayangkan adanya dugaan Organisasi Masyarakat [Ormas] dan Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM] bahkan Pegawai Negeri Sipil [PNS] pun ada yang menjadi anggota panwascam.
 
“Didalam Undang-Undang sudah diatur namun pada kenyataannya masih terdapat Ormas, LSM dan PNS menjadi anggota panwascam,”pungkasnya [rud]
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT