,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
25 Maret 2018 | Dibaca: 413 Kali
Mamat Rahmat Pewaris Kerajinan Tangan Kampung Nagrog Jaya

foto/ist


Subang –Saat datang ke Kabupaten Subang, tidak lengkap rasanya kalau kita belum mengunjungi obyek wisata yang dikenal dengan nama Situ Nagrog. Berlokasi di Kampung Nagrog Jaya Saradan Desa Sukamulya masuk ke wilayah Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang,Jawa Barat.
Selain obyek wisata Situ Nagrog, disitu juga akan kita temui Kelompok Pengrajin ukiran kayu berbagai macam bentuk. Kerajinan Tangan ini juga telah mendapat tempat yang baik di berbagai daerah seluruh Indonesia. Walaupun kerajinan tangan ini sempat vakum untuk sekian lama, kini mulai berkembang kembali.
Berkat tangan terampil dan kepiawaiannya sebagai seni, Mamat Rahmat inilah sebagai sosok muda yang mampu mengangkat kembali sekaligus melestarikan dan mengembangkan potensi masyarakat sekitar dengan memacu sumber daya masyarakat lewat kerajinan tangan asli Kampung Nagrog.
Saat ditemui FokusJurnal.com, Mamat Rahmat memaparkan keinginan dan cita-citanya untuk terus mengembangkan dan melestarikan kerajinan tangan yang dipopulerkan pertama kalinya oleh Abah Amar Suade dan Koswara.
“Sebagai orang yang memiliki jiwa seni, tentu sasja saya sangat bangga menjadi orang Nagrog Jaya (Saradan). Dimana selain Situ Nagrog yang saat ini mulai dikenal banyak orang, tentu saja kerajinan tangannya pun sudah mulai terkenal lagi dimana-mana”, terangnya.

Berkat kepandaian Almarhum Abah Amar,Suade dan Koswara dalam mengembangkan kerajinan tangan mengakibatkan kini Kampung Nagrog Jaya menjadi sorotan Pemerintah Indonesia sebagai salah satu daerah yang mampu mengekspor kerajinan tangan hingga keluar negeri terutama negara-negara Eropa. 

Kegigihan dan pantang menyerah yang dilakukan oleh Mamat  Rahmat sebagai pewaris leluhur kerajinan tangan Kampung Nagrog Jaya walaupun pada tahun-tahun yang lalu agak redup hasil produksi kerajinan tangan ini karena faktor jaman,

"Saya tetap berusaha mencintai dan mengembangkan kerajinan dari hasil sumber daya masyarakat lokal agar tetap hidup. Apalagi saat ini adanya objek wisata Situ Nagrog, kerajinan tangan ini akan terangkat harum kembali. Bersyukur saya sebagai warga Nagrog,tak lupa saya berterimakasih kepada teman yang masih peduli untuk melestarikan warisan leluhur Kampung Nagrog," pungkas Mamat. [rudi].
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT