,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
16 Maret 2018 | Dibaca: 294 Kali
Mayarakat Baturusa Keluhkan Penerangan Jalan

Pangkalpinang – Pengerjaan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU. PERA) Satuan Kerja [Satker] Direktorat Jenderal Bina Marga  Jalan Nasional Wilayah I Bangka Belitung, PT. RIKCY Kencana Sukses Mandiri adalah sebagai kontraktor. Proyek pengerjaan jembatan Baturusa yang terletak di Pangkalpinang, Sungailiat , Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Bangka, Bangka Belitung tersebut.
 
Pasalnya, masyarakat mengeluhkan PT. RIKCY Kencana Sukses Mandiri sebagai kontraktor, tidak memperdulikan lingkungan sekitar.
 
Bahkan, jalan raya sebagai akses warga yang melintasi di area proyek itu sering terjadi kecelakaan bagi pengendara roda dua (motor) maupun empat (mobil).
 
Menurut salah satu warga, betul disini sering terjadi kecelakaan. Bahkan belum lama ini terjadi kecelakaan tabrakan beruntun.
 
“Betul, disini sering terjadi kecelakaan karena minim penerangan jalan. Karena ini akses utama bagi warga,” kata salah satu warga yang tidak mau disebut namanya kepada media ini.
 
Bahkan, lanjut dia, jika malam hari tiba sangat gelap gulita di area jalan raya ini.
 
“Disini banyak alat-alat berat, saking gelapnya ada salah satu kendaraan yang menabrak bangunan yang sudah jadi,” terangnya.
 
Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara di jalan raya sejatinya menjadi prioritas utama bagi setiap Pelaksana Proyek yang berinteraksi langsung dengan jalan raya.
 
"Jika malam tiba kami harus melalui bawah jembatan untuk menaiki perahu. Menghindari tabrakan,”cetusnya.
 
Sementara itu, Kurnia mengatakan, pihaknya  sudah memasang lampu hingga rambu-rambu jalan.
 
“Ada 16 buah kami pasang namun hilang semua entah kemana, sedangkan untuk di sungai kami juga telah memasang lampu badai,agar para nelayan dapat melewati jalur tersebut. Begitu pula dengan pengaturan lalulintas jika kita ada kegiatan sudah ada yang mengatur,”papar Kurnia dari pihak perusahaan.
 
Ketika disinggung banyaknya korban kecelakaan di lokasi tersebut. “Betul, itu disebabkan adanya mobil yang mogok sehingga terjadi kemacetan,” tuturnya.
 
Proyek bernilai puluhan miliar itu, dalam pengawasan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah [TP4D].
 
Ketika dihubungi oleh media ini terkait keselamatan bagi pengguna jalan yang melintasi area pekerjaan tersebut. M.Said Asintel Kejati Babel pihaknya berterimaksih atas informasi tersebut.
 
“Akan segera kami sampaikan kepada pihak pelaksana proyek,”pungkas Said.[rey]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT