,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Minggu, 25 Agustus 2019
Jakarta - Komunitas Anti Tawuran ( Komat) menggelar acara Hari Ulang Tahun  yang ke - 3 tahun. Kegiatan yang digelar di depan pos RW 01...
Jakarta | Guna meningkatkan keimanan bagi jajaran, Polsek Johar Baru, Polres Metro Jakarta Pusat melaksanakan kegiatan rutin pembinaan rohani dan...
Pasca kebakaran yang terjadi di Jalan Kramat Pulo Gundul RW. 02 / 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat,  Senin...
16 Januari 2018 | Dibaca: 593 Kali
Menderita Tumor Di Lutut Kakinya Gadis Mungil Butuh Uluran Tangan Dermawan

Pangkalpinang,fokusJurnal.com-Berawal ketika Neysa Erwindi (12 Tahun) siswi SD Negeri 14 Pangkalpinang mengeluhkan letih setelah mengikuti latihan drum band dalam rangka mereiahkan HUT RI ke 62 lalu. Neysa panggilan singkatnya merasakan pegal-pegal di area kakinya, melihat kondisi anaknya seperti itu orang tuanya menganggap itu sesuatu hal yang biasa maka Neysa dibawa ketempat pijat tradisional.
 
Namun beberapa hari kemudian setelah di pijat rasa sakitnya bukannya hilang malah terjadi pembengkakan di kakinya kemudian orangtuanyapun membawa langsung ke Puskemas terdekat untuk diperiksa.
 
“Awalnya dikira ada urat menggumpal dan diberikan obat, serta vitamin. Tak kunjung ada perubahan akhirnya di bawa ke Dokter. Setelah beberapa kali pengobatan tetapi tidak terdapat kemajuan akhirnya dirujukan ke Rumah Sakit Bakti Timah,” jelas Neneng ibu Neysa.
 
Setelah melakukan tes darah, ronsen, dan lain-lain ditemukan benjolan di kaki sebelah kiri Neysa. Dokter pun menyarankan dilakukan citi screen, hanya saja biayanya yang mencapai Rp. 500.000,- membuat Neneng harus menghentikan pengobatannya sementara. Ia pun memutuskan kembali ke RSBT dan mendapatkan bantuan citi screen di sana.
 
Pasca citi screen dilakukan, dokter mengatakan Neysa terkena tumor ganas dan harus diamputasi sebab kondisinya sudah parah. Neneng menyampaikan, menurut dokter saat ini kaki Neysa masih bisa merespon tetapi belum tentu selanjutnya.
 
Air mata Neneng tidak mampu tertahan  karena buah hatinya tidak bisa berjalan lagi dikarenakan ada Tumor yang menggerogoti kaki sebelah kiri. Musibah ini membuat dirinya terkubur impiannya untuk menyaksikan Sang Putri mengejar cita-citanya, karena keluarga kekurangan biaya untuk berobat
 
Saat wartawan FokusJurnal.com berkunjung dikediamannya, terlihat Neysa yang mengenakan pakaian berwarna biru sedang duduk dengan posisinya memanjangkan kakinya. Tampak jelas sekali pembengkakan yang ada dikaki kirinya bahkan saat ini berat badan Neysa kian berkurang. Melihat kondisi putrinya Neneng merasa sedih dan berulang kali menitiskan air mata. Bagi Neneng, amputasi bukan satu-satunya jalan yang harus ditempuh
 
Ketika Neneng mendengarkan buah cintanya bersama Sang Suami, Erwin (31) divonis mengidap tumor ganas. Ia tak bisa mehanan tagisnya terseduh seduh, rasa kekecewaan, dan kesedihan itu bercampur jadi satu. Saat itu,  gelap dunia ini bagi ibu dua anak tersebut,di tambah lagi ada ucapan amputasi yang keluar dari mulut seorang Dokter.
 
“Namanya orang tua mendengar seperti itu, rasa mau pingsan, kecewa, kesal, mau marah bingung sama siapa, pokoknya serba salah. Saya bingung harus berbuat apa untuk Neysia, apalagi kami orang tidak mampu sedangkan orang punya uang belum tentu bisa menanggung penyakit itu. Apalagi seorang gadis kecil yang masih menginjak bangku SD seperti Neysia,” tutur Neneng lagi.

Dokter menyarankan agar Neysa melakukan perawatan di RSCM Jakarta sebagai alternatif untuk menyelamatkan kaki Neysa. Yang pastinya sangat memerlukan biaya yang tidak sedikit. Walaupun biaya perawatan ditanggung BPJS, namun tetap membutuhkan biaya yang besar jika putrinya harus dibawa ke Jakarta.
 
Sejauh ini, ungkap Neneng, putrinya masih melakukan terapi obat yang diberikan dokter dan mencoba sejumlah pengobatan tradisional. Bersama-sama dengan suaminya akan berusaha sekuat tenaga dan bekerja keras demi kesembuhan ddan masa depan putrinya.
 
Untuk itu, dalam kesempatan ini Neneng Warga Pangkal Arang Kecamatan Ketapang mengharapkan uluran tangan Pemerintah Daerah dan masyarakat Bangka Belitung untuk berkenan membantu pengobatan Neysa. Ia sangat ingin mewujudkan cita-cita buah hatinya melanjutkan SMP ke pondok pesantren tenaga demi menggapai impiannya menjadi seorang guru atau ustadzah.
 
Bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin mengulurkan tangannya membantu dalam meringankan beban biaya bagi perawatan Nesya dapat berhubungan langsung dengan Neneng Nurlela dengan nomor ponsel 085267424715.@REY

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123