,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
27 Maret 2018 | Dibaca: 128 Kali
Musrembang Babel Bahas Polemik Tapal Batas

foto/ist

Pangkalpinang – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bapedalitbang) pemerintah kota [Pemkot] Pangkalpinang menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKAPD) tahun 2019, Senin (26/03/2018) di Hotel Bumi Asih kota Pangkalpinang.
 
Penyelesaian Tapal Batas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung [Babel] yang hingga kini masih menjadi polemik di pemkot Pangkalpinang, menjadi prioritas utama dalam pembahasan di Musrembang tersebut.
 
Pemetaan pembangunan daerah menjadi prioritas utama, hal itu merupakan cermin bagi Provinsi Babel.  
 
Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang kota (PUPR) Pangkalpinang mengatakan masalah tapal batas Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah menjadi permasalahan yang sangat krusial.
 
“Penyelesaian tapal batas, sudah sangat  berlarut-larut dan hingga detik ini, belum ada titik terangnya, dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bahkan  Pemerintah Provinsi harus bersikap tegas dan netral jangan tebang pilih,” Suparlan Dulasfar.
 
Ia menuturkan, terkait permasalahan tapal batas, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Bangka dan Pemkab Bangka Tengah, bahkan di hadiri oleh Pjs Walikota Pangkalpinang dalam pertemuan tersebut saat itu.
 
“Dalam pertemuan itu, jujur saja saya merasa sedih, mengapa demikian karena satu sama lain tidak saling mengalah dan  hanya mengedepankan ego masing-masing dan terkesan mementingkan kepentingan pribadi bukan kepentingan untuk Provinsi Bangka Belitung”, ungkapnya menyayangkan.
 
Rapat koordinasi sudah sering dilakukan namun hasilnya nihil.
 
“Kami juga telah melakukan rapat koordinasi namun tidak ada yang mau legowo hasil dalam rapat itu pun tidak ada keputusan,” katanya.
 
Dalam kegiatan itu di hadiri oleh Kepala Bapeda Fery,  Insani, Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang kota (PUPR) Suparlan Dulasfar, para RT/RW, Lurah, Camat serta Organisasi  se Kota Pangkalpinang. [rey]
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT