,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
01 April 2018 | Dibaca: 433 Kali
Wajah Sumringah Opan Saat di Besuk Pendiri PWO Indonesia  

Garut- Kini ku terpisah dari kawan-kawan badan ku terkurung dalam penjara

Kawan jauh semua di alam bebas gembira semua lupa tiada mengunjungi diriku

 

Demikian sekelumit syair lagu dangdut‘Karena Dosa’ yang pernah di populerkan oleh almarhum.Meggy Z. Namun hal itu,  tidak membuat Mustafa Hadi Karya [Opan] yang juga seorang wartawan, menjadi galau. Pasalnya, rasa rindu dan kangen terhadap sahabat-sahabatnya tercurahkan, ketika kehadiran pendiri Perkumpulan Wartawan Online [PWO] Indonesia, yang sengaja datang  ke Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II B, di jalan RD. Dewi Sartika No. 2, Garut, Jawa Barat, untuk membesuk dirinya dan sekaligus memberikan dukungan moral kepada Opan yang kini kasusnya sedang berjalan.

 

Kegembiraan nampak di raut wajah Opan, satu persatu di peluk olehnya untuk melepas rasa rindu dan kangen terhadap sahabat – sahabatnya yang juga berprofesi sebagai wartawan, bahkan, Taufiq Rachman. SH.Sos yang turut serta ke Rutan pun tak luput dari pelukan Opan dan mencium tangannya.

 

Canda gurau terlihat saat Opan berbagi cerita ketika dirinya masih diluar. Bahkan Opan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para pendiri PWO Indonesia yang sudah membesuk dirinya.

 

“Saya sangat senang bercampur sedih, dan saya tidak dapat berbuat apa-apa selain mengucapkan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada kawan-kawan yang telah menyempatkan waktunya dan datang jauh-jauh dari Jakarta ke sini,”kata Opan dengan wajah sumringah, Sabtu [31/3].

 

Sementara itu, Lia Santika yang turut hadir dalam pertemuan itu, mengatakan kedatangannya ke Rutan kelas II B, Garut sudah di jadwalkan.

 

“Kebetulan kami dan rombongan memang sedang ada kegiatan di daerah Ciamis,”ungkap Lia yang digadang-gadangkan sebagai Bendahara Umum PWO Indonesia, usai membesuk.

Selain itu, Ahmad Yani salah satu pendiri PWO Indonesia, mengatakan ihwal keadaan sahabatnya itu.

 

“Alhamdullilah dia baik-baik saja dan terlihat gemukan,” kata punggawa Fokusjurnal itu.

 

Ditambahkan A,yani, kedatangannya ke Rutan Kelas II, Garut, selain silaturahmi, hal itu juga memberikan dukungan moral.

 

“Tidak ada pembicaraan serius, bahkan kita bersanda gurau dengan dia. Tentu, kami memberikan semangat kepada dia, dan ini, sebagai bentuk solidaritas PWO Indonesia terhadap kawan kami saudara Opan yang sama-sama di jurnalis, terkait permasalahnya yang sedang di hadapi ,”ujar A.Yani sapaan akrabnya.

Selain itu, Feri Rusdiono, yang duduk berjajar bersama Opan, mengatakan Jika dirinya kelak bebas, dia berjanji  akan segera menggiring 200 wartawan online gabung ke PWO Indonesia.
"Dia berpesan kepada saya kelak dirinya bebas nanti akan menggiring wartawan Online Jakarta maupun daerah untuk bergabung di PWO. Dan dia sangat mengapresiasi atas terbentuknya PWO,"papar Feri yang berdarah Jawa ini kepada wartawan.

 PWO Indonesia akan terus mensupport terhadap kasus Mustofa Hadi Karya (Opan), yang kini sedang berjalan dipengadilan Negeri Garut. (yn)

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT