,
  Jakarta | Bagi penikmat kopi tentunya belum afdol jika belum mengunjungi Kedai KOPIMU yang terletak dibilangan Blok M Square, Jakarta...
Tangerang Selatan -Majelis Dzikir dan Istighosah Raudhah Al Hikam menjadi agenda utama rutinitas Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi...
Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi,...
Jakarta |  Diklat Manajemen Keprotokolan perlu diadakan untuk memantapkan pemahaman mengenai manajemen keprotokolan Peningkatan Wawasan,...
Jakarta | Kesekian puluh kalinya PT Pisok Utama Wisata, sebuah perusahaan travel yang bergerak khusus di bidang penyelenggaraan Umroh dan Haji,...
Jakarta | Calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta,  Sutijan ,  dirinya,  menyatakan maju pada pemilihan calon anggota legislatif...
16 Januari 2018 | Dibaca: 127 Kali
Agar Kasusnya Tidak Naik Murti Mengaku Diminta Untuk Transfer Uang

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, kembali menggelar sidang lanjutan atas perkara Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang diduga fiktif.
 
Sidang yang di ketuai oleh Majelis Hakim Sri Endang Ningsih SH MH, menghadirkan dua orang saksi masing-masing Zainuri dan Murti Mardiana dari Partai Golkar. Keduanya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang
 
Proses persidangan yang penyalahgunaan SPPD DPRD Pangkalpinang berlangsung alot, semua saksi anggota DPRD sudah di periksa Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Agenda sidang Senin 15/01/2018 yang lalu pemeriksaan terhadap saksi yaitu Zainuri dan Murti Mardiana dari Partai Golkar.
 
Para saksi yang dihadirkan dalam sidang, rata-rata memberikan keterangan berbelit-belit dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Bahkan tidak sesuai dengan keterangannya dalam BAP saat ketika diperiksa oleh tim penyidik.  

Misalnya, Murti Mardiana selalu memberikan keterangan yang berbelit-belit ketika di cecar sejumlah pertanyaan baik oleh Hakim, Jaksa maupun Pengacara terdakwa. Tindakan yang dilakukan oleh Murti Mardiana, tentu saja berang membuat Jaksa Penuntut Umum.
 
Bahkan Murti sendiri dalam keterangannya dihadapan para hakim, seakan-akan menyalahkan Riki Ekasiwi sebagai Notulen. Dengan seenaknya Murti menjelaskan jika dirinya tidak dapat menghadiri pertemuan di kantor Kemenpora Jakarta karena gara-gara telah melakukan keteledoran.
 
Begitu juga ketika Hakim menanyakan tentang pertemuan di rumah Almarhum Yahya, apakah saksi menghadiri atau tidak. Dengan santainya Murti mengatakan jika dirinya hadir tapi lupa kapan tanggal dan bulan waktu pertemuan tersebut, seingatnya pada tahun 2017.
 
DiakuinyayYang hadir saat pertemuan itu, diantara Latif Pribadi, bendahara Budik Wahyudi, PPK dan  hanya PPTK yang tidak  hadir. Tujuan dari pertemuan tersebut membahas tentang alasan ketidakhadiran mereka di Jakarta dan bagaimana cara mengembalikan uang tersebut.
 
Di cecar Majelis Hakim, kenapa ibu tidak mengembalikan sebelum perkara naik, Murti mengaku saat Jaksa Fandi Hasibuan memeriksa dirinya tidak pernah disinggung agar mengembalikan duit tersebut, bahkan kami masihmenunggu pemeriksaan BPK.
“Kelamaan ibu kalau di periksa BPK, emang Jaksa tidur,” bantah Hakim atas pernyataan Murti.
 
Begitu juga ketika Jaksa Penuntut Umum menyinggung soal ada atau tidak setelah kegiatan dibuat review atau paripurna pada tanggal 6,7 dan 8, Murti langsung menjawab ada. Keterangan saksi ini tentu saja dibantah oleh Hakim dan Jaksa karena tidak adanya bukti sesuai keterangan saksi.
 
Sementara terdakwa Budik Wahyudi sendiri mengatakan adanya laporan yang terkait dengan keberangkatan ke Jakarta. Budi sendiri bahkan mengakui pernah melihat kalau adanya bukti surat tersebut.
Mengenai pengakuan saksi yang mengatakan jika pernah mentrasfer sejumlah uang ke sejumlah orang, ketika dicecar oleh Hakim dan Jaksa serta Pengacaranya terdakwa, Murti mengatakan, betul dirinya pernah mentransfer uang yang bertujuan agar perkaranya tidak naik. Tetapai tidak tahu orangnya, pokoknya saya punya niat untuk kembalikan uang tersebut.
 
Mendengar keterangan saksi yang selalu berbelit-belit saat ditanya oleh Hakim dan Jaksa serta Pengacaranya terdakwa, akhirnya Hakim memutuskan sidang hari itu ditunda pada minggu berikutnya. @REY
Berita Lainnya

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123