,
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Pangkalpinang – Guna memberikan rasa nyaman dan aman ditengah masyarakat, pihak Pengelola Pasir Padi Bay bekerjasama di bidang keamanan...
Minggu, 04 Maret 2018
Subang, Fokusjurnal.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Indonesia [DPC LI] Pagaden, Kabupaten Subang, Agus Abeng mengukuhkan Ranting...
Jakarta – Pemerintah Provinsi [Pemrov] DKI Jakarta menerbitkan surat edaran terkait waktu operasional tempat hiburan malam. Aturan itu tertuang...
Jakarta – Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sosok Hutomo Mandala Putra atau yang biasa di sapa Tommy Soeharto ini, belum lama ini...
Jakarta – Pertemuan Dewan Pembina  Perkumpulan Wartawan Online [PWO] Independen NUSANTARA, Drs. H. Prabowo Soenirman, AK. MM dengan...
16 Januari 2018 | Dibaca: 81 Kali
Agar Kasusnya Tidak Naik Murti Mengaku Diminta Untuk Transfer Uang

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, kembali menggelar sidang lanjutan atas perkara Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang diduga fiktif.
 
Sidang yang di ketuai oleh Majelis Hakim Sri Endang Ningsih SH MH, menghadirkan dua orang saksi masing-masing Zainuri dan Murti Mardiana dari Partai Golkar. Keduanya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang
 
Proses persidangan yang penyalahgunaan SPPD DPRD Pangkalpinang berlangsung alot, semua saksi anggota DPRD sudah di periksa Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Agenda sidang Senin 15/01/2018 yang lalu pemeriksaan terhadap saksi yaitu Zainuri dan Murti Mardiana dari Partai Golkar.
 
Para saksi yang dihadirkan dalam sidang, rata-rata memberikan keterangan berbelit-belit dan tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Bahkan tidak sesuai dengan keterangannya dalam BAP saat ketika diperiksa oleh tim penyidik.  

Misalnya, Murti Mardiana selalu memberikan keterangan yang berbelit-belit ketika di cecar sejumlah pertanyaan baik oleh Hakim, Jaksa maupun Pengacara terdakwa. Tindakan yang dilakukan oleh Murti Mardiana, tentu saja berang membuat Jaksa Penuntut Umum.
 
Bahkan Murti sendiri dalam keterangannya dihadapan para hakim, seakan-akan menyalahkan Riki Ekasiwi sebagai Notulen. Dengan seenaknya Murti menjelaskan jika dirinya tidak dapat menghadiri pertemuan di kantor Kemenpora Jakarta karena gara-gara telah melakukan keteledoran.
 
Begitu juga ketika Hakim menanyakan tentang pertemuan di rumah Almarhum Yahya, apakah saksi menghadiri atau tidak. Dengan santainya Murti mengatakan jika dirinya hadir tapi lupa kapan tanggal dan bulan waktu pertemuan tersebut, seingatnya pada tahun 2017.
 
DiakuinyayYang hadir saat pertemuan itu, diantara Latif Pribadi, bendahara Budik Wahyudi, PPK dan  hanya PPTK yang tidak  hadir. Tujuan dari pertemuan tersebut membahas tentang alasan ketidakhadiran mereka di Jakarta dan bagaimana cara mengembalikan uang tersebut.
 
Di cecar Majelis Hakim, kenapa ibu tidak mengembalikan sebelum perkara naik, Murti mengaku saat Jaksa Fandi Hasibuan memeriksa dirinya tidak pernah disinggung agar mengembalikan duit tersebut, bahkan kami masihmenunggu pemeriksaan BPK.
“Kelamaan ibu kalau di periksa BPK, emang Jaksa tidur,” bantah Hakim atas pernyataan Murti.
 
Begitu juga ketika Jaksa Penuntut Umum menyinggung soal ada atau tidak setelah kegiatan dibuat review atau paripurna pada tanggal 6,7 dan 8, Murti langsung menjawab ada. Keterangan saksi ini tentu saja dibantah oleh Hakim dan Jaksa karena tidak adanya bukti sesuai keterangan saksi.
 
Sementara terdakwa Budik Wahyudi sendiri mengatakan adanya laporan yang terkait dengan keberangkatan ke Jakarta. Budi sendiri bahkan mengakui pernah melihat kalau adanya bukti surat tersebut.
Mengenai pengakuan saksi yang mengatakan jika pernah mentrasfer sejumlah uang ke sejumlah orang, ketika dicecar oleh Hakim dan Jaksa serta Pengacaranya terdakwa, Murti mengatakan, betul dirinya pernah mentransfer uang yang bertujuan agar perkaranya tidak naik. Tetapai tidak tahu orangnya, pokoknya saya punya niat untuk kembalikan uang tersebut.
 
Mendengar keterangan saksi yang selalu berbelit-belit saat ditanya oleh Hakim dan Jaksa serta Pengacaranya terdakwa, akhirnya Hakim memutuskan sidang hari itu ditunda pada minggu berikutnya. @REY
Berita Lainnya

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123