,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
07 Januari 2018 | Dibaca: 268 Kali
Bos PT. GAI Divonis Ringan dari Tuntutan JPU

Guantoro alias Ahap usai mengikuti sidang

Pangkalpinang , Fokusjurnal.com – Majelis Hakim  Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan hukuman terhadap terdakwah Guantoro alias Ahap (56) terkait  perkara pupuk yang memiliki ijin edar dan tidak memiliki SNI. Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Sri Endang A. Ningsih SH MH menjatuhkanvonis hukuman terhadap Ahap 5 bulan kurungan penjara.
 
Dalam putusannya terdakwah membayar denda sebesar Rp. 5.000.000 dan subsider 3 bulan penjara. “Terdakwah terbukti dengan sengaja mengedarkan pupuk dan tidak sesuai label, terdakwah juga harus membayar  denda sebesar 5 juta, ” jelas Sri Endang Ningsih dalam amar putusannya,  Kamis (4/1/2018).
 
 Atas putusan hakim, terdakwah tidak keberatan atas putusan tersebut,”Saya menerima putusan ini yang mulia,” jawab Ahap singkat sambil menundukan wajahnya.
 
Dihadapan Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) terkait putusan hakim kepada terdakwah, fikir-fikir.
 
JPU menilai bahwa vonis hakim sangat ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 7 bulan penjara, denda Rp. 5.000.000 dan subsider 3 bulan kurungan penjara.
 
Sebelumnya pihak Kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menjerat tersangka Ahap selaku Pimpinan  PT Globus Artha Internusa (GAI), karena telah melakukan tindak pidana atas kepemilikan serta menyimpan 221,3 ton pupuk yang berjenis NPK merk ayam yang berasal dari Negara Malaysia. Tersangka dijerat dengan Pasal 60 ayat (1) f / Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1992,Tentang Sistem Budidaya Tanaman 5 tahun penjara dan denda Rp. 250 juta oleh pihak berwajib.

Selain itu juga pihak Polda Bangka Belitung menjerat terdakwah dengan pasal 62 ayat 1 dan pasal 8 ayat 1 huruf a dan huruf e UUD RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 5 tahun dan denda maksimal 2 Miliar Rupiah (rey)
 
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT