,
Kamis, 02 Agustus 2018
Bekasi - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan secara serentak, pada 26 Agustus 2018, se-Kabupaten Bekasi.  Membuat warga...
Bekasi - Masyarakat desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, masih menginginkan kepemimpinan Heryadi calon nomor urut 3 pada...
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
JAKARTA - Air susu dibalas dengan air tubah, Kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan, pepatah inilah yang dirasakan oleh salah seorang mantan...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
07 Januari 2018 | Dibaca: 116 Kali
Bos PT. GAI Divonis Ringan dari Tuntutan JPU

Guantoro alias Ahap usai mengikuti sidang

Pangkalpinang , Fokusjurnal.com – Majelis Hakim  Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan hukuman terhadap terdakwah Guantoro alias Ahap (56) terkait  perkara pupuk yang memiliki ijin edar dan tidak memiliki SNI. Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Sri Endang A. Ningsih SH MH menjatuhkanvonis hukuman terhadap Ahap 5 bulan kurungan penjara.
 
Dalam putusannya terdakwah membayar denda sebesar Rp. 5.000.000 dan subsider 3 bulan penjara. “Terdakwah terbukti dengan sengaja mengedarkan pupuk dan tidak sesuai label, terdakwah juga harus membayar  denda sebesar 5 juta, ” jelas Sri Endang Ningsih dalam amar putusannya,  Kamis (4/1/2018).
 
 Atas putusan hakim, terdakwah tidak keberatan atas putusan tersebut,”Saya menerima putusan ini yang mulia,” jawab Ahap singkat sambil menundukan wajahnya.
 
Dihadapan Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) terkait putusan hakim kepada terdakwah, fikir-fikir.
 
JPU menilai bahwa vonis hakim sangat ringan dari tuntutan JPU yang menuntut 7 bulan penjara, denda Rp. 5.000.000 dan subsider 3 bulan kurungan penjara.
 
Sebelumnya pihak Kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung telah menjerat tersangka Ahap selaku Pimpinan  PT Globus Artha Internusa (GAI), karena telah melakukan tindak pidana atas kepemilikan serta menyimpan 221,3 ton pupuk yang berjenis NPK merk ayam yang berasal dari Negara Malaysia. Tersangka dijerat dengan Pasal 60 ayat (1) f / Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1992,Tentang Sistem Budidaya Tanaman 5 tahun penjara dan denda Rp. 250 juta oleh pihak berwajib.

Selain itu juga pihak Polda Bangka Belitung menjerat terdakwah dengan pasal 62 ayat 1 dan pasal 8 ayat 1 huruf a dan huruf e UUD RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 5 tahun dan denda maksimal 2 Miliar Rupiah (rey)
 
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123