,
Tangerang Selatan -Majelis Dzikir dan Istighosah Raudhah Al Hikam menjadi agenda utama rutinitas Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi...
Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi,...
Jakarta - Terbentuknya Whatsapp Group (WAG) Lintas Forkabi berencana akan mengadakan milad yang ke - 1 tahunnya. Hal itu dikemukakan oleh Ida salah...
Jakarta - Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Mayjen TNI Hartomo menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan...
Untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jakarta, Dedi Sulaiman.S.IP bertekad maju dalam kancah politik pada tahun 2019 mendatang.  Ia...
Jumat, 07 September 2018
Jakarta - Peran pemuda dalam kancah politik harus menjadi prioritas dalam kepedulian terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang...
09 Januari 2018 | Dibaca: 62 Kali
Diyakini Mendatangkan Rezeki Sopir Angkot Curi Tali Pocong

Foto ist

Tangerang, Fokusjurnal.com – Motif pencurian tali pocong akhirnya terungkap, pencurian yang dilakukan  Moch Irpan alias Petruk (34) yang berprofesi sebagai Sopir angkutan kota (angkot) itu akhirnya diamankan Polres Tangerang Selatan. Pelaku meyakini mencuri tali pocong dapat mempermudah rezeki.

“Dia ini nekat mencuri karena ingin tarikan angkotnya ramai, karena selama ini selalu sepi,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto, Senin (8/1/2018).

AKBP Fadli menjelaskan, Petruk nekat membongkar makam temannya sendiri, Suhendra alias Hendra Capung, seorang diri. Aksi itu dilakukan Petruk sehari setelah temannya itu dimakamkan di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.

“Dia keluar jam 24.00 WIB dan membongkar makam menggunakan kayu nangka. Karena menjelang subuh, pelaku kabur tanpa mengembalikan posisi makam,” ucap AKBP Fadli.

Namun, kata AKBP Fadli, bukannya mendapat rezeki melimpah. Mobil angkot yang dikemudikan Petruk malah sepi penumpang. Kesal, Petruk kemudian membuang empat tali pocong hasil curiannya itu ke sungai.

“Setelah curi tali pocong bukanya rame, angkotnya justru malah sepi. Dia kesal, akhirnya tali pocong itu dia buang, barang bukti ini masih kami cari,” ungkap AKBP Fadli.

Kasat Reskrim AKP Alexander Yurikho menambahkan, Petruk memperoleh ide mencuri tali pocong demi mendapat rezeki melimpah setelah dirinya berbincang dengan salah satu penumpangnya.

“Ngobrol-ngobrol sama penumpang, katanya nyimpen tali pocong kalau mau ramai,” kata AKP Alex meniru ucapan Petruk.

Selain terdesak kebutuhan hidup, lanjut AKP Alex, pelaku juga terdesak keperluan untuk kelulusan sekolah sang adik. “Adiknya mau lulus-lulusan, dia butuh uang Rp 3,5 juta, tapi baru punya Rp500 ribu, itu alasannya,” kata AKP Alex.

Selain menangkap Petruk, polisi mengamankan barang bukti berupa sepotong kayu dan pakaian milik Petruk. Sopir angkot D10 Ciputat-Pondok Aren itu dijerat pasal berlapis yakni Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan Pasal 179 KUHP tentang pembongkaran kuburan.

“Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” tandas AKP Alex.(dipmj/**)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123