,
  Jakarta | Bagi penikmat kopi tentunya belum afdol jika belum mengunjungi Kedai KOPIMU yang terletak dibilangan Blok M Square, Jakarta...
Tangerang Selatan -Majelis Dzikir dan Istighosah Raudhah Al Hikam menjadi agenda utama rutinitas Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi...
Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi,...
Jakarta |  Diklat Manajemen Keprotokolan perlu diadakan untuk memantapkan pemahaman mengenai manajemen keprotokolan Peningkatan Wawasan,...
Jakarta | Kesekian puluh kalinya PT Pisok Utama Wisata, sebuah perusahaan travel yang bergerak khusus di bidang penyelenggaraan Umroh dan Haji,...
Jakarta | Calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta,  Sutijan ,  dirinya,  menyatakan maju pada pemilihan calon anggota legislatif...
07 Januari 2018 | Dibaca: 112 Kali
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif

Foto : Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif di persidangan (ist)

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com - Sidang perkara SPPD fiktif dengan terdakwa anggota DPRD kota Pangkalpinang digelar di Pengadilan Negeri kota Pangkalpinang,Kamis ( 04-01-2018 ).
 
Seperti diketahui, perkara kasus Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) atas adanya dugaan penyimpangan dana anggaran perjalanan dinas (SPPD fiktif DPRD) Kota Pangkalpinang berawal dari pengusutan yang dilakukan oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang.
 
Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum oleh Samhori SH menghadirkan dua (2) orang saksi yakni Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari dari fraksi Gerindra dan salah satu PNS bernama Dedi. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sri Endang, SH. MH, Dedi mengatakan bahwa dirinya tidak ikut berangkat mendampingi anggota Dewan tersebut. 
 
Majelis Hakim juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada saksi kedua yakni Ketua DPRD kota Pangkalpinang Ahmad Subari (Acu) dari fraksi Gerindra. Acu mengatakan bahwa dirinya tidak menghadiri pertemuan tersebut.
 
”Saya tidak menghadiri pertemuan tersebut karena sakit, bukanya tidak mau hadir,”jelas Acu di hadapan Majelis Hakim, seraya menunjukan bukit surat keterangan dari Dokter Suharto yang beralamat di Jakarta Timur, dan dikeluarkan pada tanggal 6 febuari 2017, meminta agar Ahmad Subari banyak istirahat.
 
Hakim ketua menanyakan apakah (Ahmad Subari) menyesali perbuatan yang dilakukan, Ahmad Subari menjawab menyesali.
 
Kasipidsus Kejari Pangkalpinang, Samhori SH juga menegaskan, bahwa dalam perkara ini, Kejaksaan berencana akan menghadirkan sedikitnya 15 orang anggota Dewan Kota untuk dijadikan saksi.
 
“Harus kita hadirkan semua,agar kasus SPPD fiktif ini menjadi Terang Benderang,” tegasnya
                                                                                                                                              
(rey)
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123