,
Kamis, 02 Agustus 2018
Bekasi - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan secara serentak, pada 26 Agustus 2018, se-Kabupaten Bekasi.  Membuat warga...
Bekasi - Masyarakat desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, masih menginginkan kepemimpinan Heryadi calon nomor urut 3 pada...
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
JAKARTA - Air susu dibalas dengan air tubah, Kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan, pepatah inilah yang dirasakan oleh salah seorang mantan...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
07 Januari 2018 | Dibaca: 93 Kali
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif

Foto : Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif di persidangan (ist)

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com - Sidang perkara SPPD fiktif dengan terdakwa anggota DPRD kota Pangkalpinang digelar di Pengadilan Negeri kota Pangkalpinang,Kamis ( 04-01-2018 ).
 
Seperti diketahui, perkara kasus Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) atas adanya dugaan penyimpangan dana anggaran perjalanan dinas (SPPD fiktif DPRD) Kota Pangkalpinang berawal dari pengusutan yang dilakukan oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang.
 
Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum oleh Samhori SH menghadirkan dua (2) orang saksi yakni Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari dari fraksi Gerindra dan salah satu PNS bernama Dedi. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sri Endang, SH. MH, Dedi mengatakan bahwa dirinya tidak ikut berangkat mendampingi anggota Dewan tersebut. 
 
Majelis Hakim juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada saksi kedua yakni Ketua DPRD kota Pangkalpinang Ahmad Subari (Acu) dari fraksi Gerindra. Acu mengatakan bahwa dirinya tidak menghadiri pertemuan tersebut.
 
”Saya tidak menghadiri pertemuan tersebut karena sakit, bukanya tidak mau hadir,”jelas Acu di hadapan Majelis Hakim, seraya menunjukan bukit surat keterangan dari Dokter Suharto yang beralamat di Jakarta Timur, dan dikeluarkan pada tanggal 6 febuari 2017, meminta agar Ahmad Subari banyak istirahat.
 
Hakim ketua menanyakan apakah (Ahmad Subari) menyesali perbuatan yang dilakukan, Ahmad Subari menjawab menyesali.
 
Kasipidsus Kejari Pangkalpinang, Samhori SH juga menegaskan, bahwa dalam perkara ini, Kejaksaan berencana akan menghadirkan sedikitnya 15 orang anggota Dewan Kota untuk dijadikan saksi.
 
“Harus kita hadirkan semua,agar kasus SPPD fiktif ini menjadi Terang Benderang,” tegasnya
                                                                                                                                              
(rey)
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123