,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
07 Januari 2018 | Dibaca: 222 Kali
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif

Foto : Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari Jadi Saksi Kasus SPPD Fiktif di persidangan (ist)

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com - Sidang perkara SPPD fiktif dengan terdakwa anggota DPRD kota Pangkalpinang digelar di Pengadilan Negeri kota Pangkalpinang,Kamis ( 04-01-2018 ).
 
Seperti diketahui, perkara kasus Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) atas adanya dugaan penyimpangan dana anggaran perjalanan dinas (SPPD fiktif DPRD) Kota Pangkalpinang berawal dari pengusutan yang dilakukan oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang.
 
Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum oleh Samhori SH menghadirkan dua (2) orang saksi yakni Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Ahmad Subari dari fraksi Gerindra dan salah satu PNS bernama Dedi. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sri Endang, SH. MH, Dedi mengatakan bahwa dirinya tidak ikut berangkat mendampingi anggota Dewan tersebut. 
 
Majelis Hakim juga mengajukan pertanyaan yang sama kepada saksi kedua yakni Ketua DPRD kota Pangkalpinang Ahmad Subari (Acu) dari fraksi Gerindra. Acu mengatakan bahwa dirinya tidak menghadiri pertemuan tersebut.
 
”Saya tidak menghadiri pertemuan tersebut karena sakit, bukanya tidak mau hadir,”jelas Acu di hadapan Majelis Hakim, seraya menunjukan bukit surat keterangan dari Dokter Suharto yang beralamat di Jakarta Timur, dan dikeluarkan pada tanggal 6 febuari 2017, meminta agar Ahmad Subari banyak istirahat.
 
Hakim ketua menanyakan apakah (Ahmad Subari) menyesali perbuatan yang dilakukan, Ahmad Subari menjawab menyesali.
 
Kasipidsus Kejari Pangkalpinang, Samhori SH juga menegaskan, bahwa dalam perkara ini, Kejaksaan berencana akan menghadirkan sedikitnya 15 orang anggota Dewan Kota untuk dijadikan saksi.
 
“Harus kita hadirkan semua,agar kasus SPPD fiktif ini menjadi Terang Benderang,” tegasnya
                                                                                                                                              
(rey)
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT