,
Jakarta | Wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat terbilang wilayah zona merah tawuran, namun kategori zona merah untuk wilayah itu kini berangsur- angsur...
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Lomba mancing mania di wilayah Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat mendapat respon positif dari masyarakat. Dari pantauan wartawan...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
30 Desember 2017 | Dibaca: 133 Kali
Kapolda Metro Jaya :
Sepanjang Tahun 2017 Tingkat Kriminalistas Turun Drastis

Foto Ilustrasi/ist

Jakarta, Fokusjurnal.com - Polda Metro Jaya menggelar acara rilis akhir tahun. Mereka mengklaim, angka kejahatan dan penyelesaian perkara di tahun 2017 mencapai target.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan, jika pada tahun 2016, kasus pencurian dan kekerasan mencapai 716 kasus, kali ini angkanya turun menjadi 458 kasus.

"Angkanya turun 261 kasus atau 36,30 persen," kata Irjen Pol Idham di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12/201/7).

Irjen Pol Idham melanjutkan, untuk kasus pencurian dan pemberatan, angkanya juga turun. Jika pada tahun lalu terjadi 3.187 kasus, kali ini hanya terjadi 1.962 kasus saja.

"Turun sebanyak 1.218 kasus atau 38,22 persen," ungkap Kapolda.

Sama halnya dengan penganiayaan berat. Tahun 2016 terjadi 1.533 kasus, sementara di 2017 terjadi 963 kasus.

"Sementara untuk kasus pembunuhan, jika di tahun lalu angkanya 71 kasus, kini hanya ada 63 kasus. Untuk pencurian kendaraan bermotor juga turun, dari 2.866 kasus menjadi 1.569 perkara," tutur Irjen Pol Idham.

Begitupun dengan kasus pemerasan, dari 375 kasus menjadi 276 kasus. Perkosaan 67 kasus menjadi 37 kasus.

Atas pencapaian itu, Irjen Pol Idham memberi apresiasi kepada seluruh anggotanya yang sudah bekerja keras, baik dalam melakukan penindakan dan pembinaan agar perisiwa pidana dapat berkurang.

"Kami canangkan program di bidang operasional maupun bidang pembinaan serta kerja sama dengan pemerintah atau stakeholder yang lain di bidang operasional. Kami tetap akan fokus terhadap pemberantasan terorisme, narkoba, begal atau geng motor, dan kejahatan-kejahatan konvensional yang lain," pungkas Irjen Pol Idham.
(idpmj/**)

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT