,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
22 Februari 2018 | Dibaca: 149 Kali
Abraham Samad : Presiden Diminta Segera Bentuk TGPF

Abraham Samad Mantan Pimpinan KPK [foto/ist]

Jakarta, Fokusjurnal. com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi,Novel Baswedan yang sejak sepuluh bulan dirawat di Singapura, kini kembali ke Tanah Air.

Novel yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta,bersama rombongan  langsung menuju gedung Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK], di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis [22/2]. Setiba di gedung KPK Novel langsung disambut para pegawai KPK dan aktivis antikorupsi.

Para aktivis antikorupsi yang menyambut kedatangan Novel meminta Presiden Joko Widodo untuk segera  membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta [TGPF] karena dalam pengusutan kasus itu dinilai mangkrak terhadap Novel.

Abraham Samad mengatakan, Presiden Joko Widodo diminta untuk membentuk TGPF.”Pengungkapan kasus Novel karena sudah cukup lama aparat kepolisian tidak mampu mengungkap kasus tersebut,”papar eks Pimpinan KPK yang menyambut kedatangan Novel, di gedung KPK Jakarta.
 
Namun demikian, Samad merasa khawatir jika kasus penyerangan terhadap Novel tidak terungkap. Akan ada kasus-kasus serupa akan kembali terjadi dan menimpa pegawai ataupun pimpinan KPK.

Menurutnya, apa yang di alami oleh pejuang anti korupsi adalah serangan terhadap KPK yang tengah giat memberantas korupsi tanpa pandang bulu. “Pada satu kesimpulan memang dibutuhkan Tim Gabungan Pencari Fakta untuk segera bekerja,” tuturnya.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras di depan masjid di dekat rumahnya setelah menjalankan salat subuh pada 11 April 2017. Sejak saat itu, Novel harus dirawat di Singapura karena mesti menjalani beberapa kali operasi untuk menyembuhkan kondisi matanya.

Hingga kini koordinasi antara KPK dan Polri terus dilakukan, tapi pelakunya belum juga ditemukan. Polisi bahkan sudah menyebarkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan. Sementara itu, berbagai pihak mendorong Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa penyidik senior KPK ini. [yn]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT