,
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Endy Mahandika, SH beserta jajaran melepas sebanyak 45 warga Johar Baru yang akan...
Jakarta | Kompol Heru Wahyudi  Kepala Seksie Pengawas (Kasiewas) Polres Metro Jakarta Pusat melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Jami...
Jakarta | Waka Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arie Ardian Sik, MS.i melaksanakan program 'Seksama' sebagai...
Minggu, 10 Februari 2019
Jakarta | Perumda Pasar Jaya Sunter Podomoro, Jakarta Utara, melakukan lomba kicau burung tadi siang, Minggu, 10/2. Lomba yang digelar di ...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi (Kompol ) Endy Mahandika, SH bersama Koramil serta organisasi masyarakat...
Jakarta | Irjen Pol Gatot Edy Pramono resmi menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Idham Azis, yang dipromosikan sebagai Kabareskrim...
27 Januari 2018 | Dibaca: 355 Kali
Advokat : Antara Profesi dan Penegak Hukum

DR. Andre Yosua M.M.H.M.A.Ph.D [cand] [foto/ist]

Oleh: DR. Andre Yosua M.M.H.M.A.Ph.D [cand]
AYM Legal Consultans
 
"ah, bayar pengacara (baca= advokat) itu mahal" , demikianlah kalimat yang sering terdengar diantara hiruk pikuk masyarakat yg tengah mengalami persoalan hukum. Bahkan, tidak jarang citra negatif terhadap advokat. Hal hal tersebut tidaklah tanpa alasan.
 
Ketika saya ingin merumuskan pengertian advokat, ada rasa dilematis yg bergejolak. Dilematis antara idealisme dan realisme yg berpelukan mesra ditemani oleh waktu. Bagi kaum idealisme, advokat adalah penegak hukum, dengan semangat fiat yustitia ruat caelum, berpegang pada semangat keadilan, bernilai kan kemanusiaan.
 
Bagi kaum realisme, advokat adalah profesi, pilihan real utk mengeruk pundi pundi rupiah dan asset, hingga bias makna kepada menghalalkan segala cara demi kemenangan semu.
 
Idealisme dan realisme advokat bergelut dengan waktu, bernafaskan logika dan rasionalisme. Walau, bagi kaum idealisme advokat, tidak sedikit yg berkelimpahan pundi pundi rupiah sebagai hasil/akibat. Namun bagi kaum realisme advokat, pundi pundi rupiah adalah tujuan akhir profesi advokat.
 
Ironis, bagi kaum realisme advokat, tidak sedikit yang mengejar pundi pundi rupiah malah hidup dengan keprihatinan yg akut.
 
Akhirnya, sependapat dengan Imanuel Kant, hati nurani (=moral) yg akan menjadi panglima terakhir bagi para advokat bergumul antara profesi dan penegak hukum.  
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123