,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
17 November 2018 | Dibaca: 82 Kali
Grace Natalie Resmi di Laporkan Eggi Sudjana Ke Polisi

Jakarta | Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) melalui kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. Pelaporan ini atas dugaan melakukan ujaran kebencian terkait pernyataan PSI yang menolak perda syariah.

“Dalam kesempatan ini kita sudah memberikan warning kepada Grace dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statementnya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan juga masuk kategori ujaran kebencian pada agama. Nah ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan pasal 156 A juncto pasal 14 dan 15 Undang-undang No 1 tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong,” kata Eggi.

“Apa bohongnya? Bohongnya adalah Grace mengatakan akan menghalangi dan menolak segala bentuk perda syariah dan injil. Itu bertentangan dan fitnah dikaitkan dengan surat An-Nisa ayat 135 juncto surat Al-Maidah ayat 8 dan surat Al-Kafirun, itu muatan anti diskriminatif muatan berlaku adil dan muatan berlaku toleransinya itu tidak dibenarkan,” lanjut Eggi.

Eggi menilai pernyataan Grace soal penerapan perda syariah memunculkan intoleransi, diskriminatif, dan ketidakadilan merupakan kebohongan publik dan bertentangan dengan ayat-ayat Al-Quran yang disebutnya.

“Dia bilang kalau pakai perda agama itu menjadi intoleran diskriminatif dan tidak adil, nah di situ lah ungkapan kebohongan publik yang diungkapkan si Grace. Dia bertentangan dengan beberapa ayat-ayat Al-Quran tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjend PPMI Zulhair mengatakan semangat PSI untuk menolak perda agama atau syariah bertentangan dengan semangat Pancasila sila kesatu, Ketuhanan yang Maha Esa.

“Hal tersebut telah mencederai rasa keadilan dan hati pemeluk agama di Indonesia, dikarenakan perda syariah dan injil semuanya dari Allah SWT yang lahir dan ada di dalam Al-Quran,” ucap Zulhair.

Sebelumnya, pada HUT PSI ke-4, Grace mengatakan PSI tidak akan pernah mendukung perda injil dan perda syariah.

“Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa”, kata Grace di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).  (dtk/**)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123