,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
16 Maret 2018 | Dibaca: 224 Kali
Hina Profesi Wartawan di Akun FB, Oknum Polisi Dilaporkan

Para awak media yang bertugas di Polres Manokwari, saat melaporkan kasus penghinaan dan ujaran kebencian atas profesi wartawan. [foto/ist]

Papua Barat – Buntut penghinaan terhadap profesi wartawan di akun facebook [FB] oleh oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Manokwari berpangkat Brigpol menengah D Widhiantara serta seorang  oknum petugas Bandara Rendani Manokwari, resmi dipolisikan.

Langkah ini ditempuh oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, tentang dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan di yang diunggah di akun facebook, sekira pukul 20.00 WIT, Kamis (15/032018).

Dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian tersebut diawali oleh unggahan akun facebook bernama Yohanis Krey yang memposting gambar berita oleh salah satu media cetak dengan judul, “Dihalangi Meliput, Jurnalis Nyaris Adu Jotos Dengan Petugas Bandara”.

Tak sebatas itu, akun facebook Yohanis Krey tersebut melengkapi unggahannya dengan kalimat yang dinilai mengandung hasutan dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan secara luas.

Unggahan tersebut, berhasil menarik 123 ciutan komentar, 120 like dan 10 kali di bagikan oleh pemilik akun facebook lainnya, yang dinilai oleh PWI Papua Barat yang mengarah pada penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan.

Diantaranya, akun facebook dengan nama ‘Widhiantara DTT’ yang diketahui adalah seorang oknum anggota penyedik pembantu reserse kriminal umum (Reskrimum) bertugas di  Polres Manokwari.

Akun FB oknum polisi tersebut mengomentari unggahan akun ‘Yohanis Krey’ dengan kalimat yang tak sepantasnya mengingat dirinya adalah seorang oknum polisi.

“Dekat dengan pejabat Papua Barat bukan berarti bisa buat berita seenaknya, kerena berita yang kalian dapat dari kejadian2 yang ada di seputaran kami… Kalau mau adu jotos dengan melepas pakaian dinas semua punya nyali,”demikian cuitan oknum tersebut.

Selain oknum polisi serta petugas Bandara Rendani Manokwari, PWI Papua Barat juga mempolisikan akun facebook bernama ‘Kurube Welem WT’ yang menjurus pada penghinaan dengan kalimat makian.

“Jurnaslis anjin dorang it”. demikian tulisan di akun Kurube Welem WT. Lontaran kalimat sangat tidak terpuji arti dari tulisan di akun Kurabe Welem WT adalah Jurnalis (Wartawan) a*j*ng.

Atas dasar itulah wartawan cetak maupun elektronik yang sehari-hari bertugas di Polres Manokwari bersama Ketua Bidang Advokasi PWI Papua Barat, Kris Tanjung yang didampingi Bustam Ketua PWI Papua Barat melaporkan hal tersebut di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua Barat, Jumat (16/3/2018) siang.

Pelapor tidak saja melaporkan oknum polisi tersebut atas dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Infomasi dan Transasksi Elektronik (ITE). Mereka juga membuat laporan ke Direktorat Profesi dan Pengamanan (Ditpropam) Polda Papua Barat.

Dalam laporan itu, dilengkapi dengan bukti screenshot percakapan terlapor dari dinding FB yang diunggahnya.

Pelapor kini sudah mendapatkan Surat Laporan (LP) Polisi tersebut bernomor : 49/III/2018/Papuabarat/SPKT/tanggal 16 Maret 2018// dengan terlapor dua oknum staff anggota Bandara Rendani dan oknum polisi.

“Jadi yang kami laporkan ada 3 akun facebook. Yaitu akun facebook Yohanes Krey, akun facebook Widhiantara DTT dan akun facebook bernama Kurube Welem WT,” ungkap Kris Tanjung usai membuat laporan polisi.

Sementara itu, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi yang mendengar hal ini, sangat menyesalkan tindakan oknum anak buahnya tersebut. Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wartawan di Papua Barat dan khususnya di Manokwari.

“Kepada seluruh rekan-rekan wartawan, kami selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anak buah saya. Yang tidak mengenakan di hati kawan-kawan dengan membuat komentar di FB,”katanya melalui pesan singkat group WhatsApp.

Kapolres berjanji aakan menindak tegas atas apa yang sudah dilakukannya. “Saya akan menindak tegas dan memeriksa yang bersangkutan atas dasar motif apa dia berkomentar seperti itu. Jika terbukti atau dengan sengaja maka kami akan proses secara hukum,” tandas Kapolres.

Kejadian itu bermula ketika adanya insiden tergelincirnya pesawat Batik Air Jenis Airbus A-320, Rabu (14/3/2018) siang. Mendengar adanya insiden tergelincirnya pesawat, wartawan pun langsung meluncur untuk melakukan peliputan namun sayang oleh pihak petugas Bandara Rendani melarang wartawan untuk melakukan peliputan, parahnya lagi oleh petugas bandara para wartawan yang ingin meliput diajak berduel.

Atas kejadian hingga akhirnya berujung pada ujaran kebencian di media sosial [medsos] dan kasus ini dilaporkan kepihak berwajib oleh wartawan dan PWI. [ch/yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123