,
Depok - Wilayah Pondok Cina, Kecamatan Be ji, Depok, kini kian maju pesat dan tertata rapi. Nampak, terlihat beberapa gedung pencakar langit...
Jakarta - Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), kian eksis di tengah masyarakat. Salah satunya di wilayah...
Tambun - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), Tambun Selatan (Tamsel) Rundi Hikmah Prayogi meminta kepada...
Jumat, 07 September 2018
Jakarta - Peran pemuda dalam kancah politik harus menjadi prioritas dalam kepedulian terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang...
JAKARTA - Air susu dibalas dengan air tubah, Kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan, pepatah inilah yang dirasakan oleh salah seorang mantan...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
13 Maret 2018 | Dibaca: 250 Kali
Mantan Lurah Selindung Diduga Menjual Tanah RTH

foto/ist ; kantor Lurah Selindung

Pangkalpinang – Kasus dugaan penjualan tanah negara melibatkan Effendi mantan Lurah Selindung. Lahan seluas  40 hektar yang terletak di sekitar pinggir sungai Selindung dan berbatasan tidak jauh dari Perumahan Green Land itu, diperuntukan sebagai Ruang Terbuka Hijau ( RTH).
 
Aksi sang mantan Lurah diduga terbilang nekad, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini bahwa tanah RTH tersebut telah dimanfaatkan serta dijual oleh Effendi selaku pejabat mantan Lurah saat itu.
 
Atas dugaan perbuatan melawan hukum tersebut oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi [LSM-AMAK] Bangka Belitung [Babel]  dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi [Kejati] Babel. Informasi yang diterima oleh wartawan ini bahwa Effendi telah dipanggil oleh Kejati untuk dimintai keterangan.
 
Selain Effendi Kepala Seksie Pidana Khusus [Kasie.Pidsus] ada beberapa orang yang dipanggil ke Kejati diantaranya Suwito Camat Pangkalbalam, Rivai Kepala Dinas Pariwisata Babel, mereka juga dimintai keterangan terkait kasus tanah tersebut.
 
Berdasarkan investigasi di lapangan beredar kopian surat pernyataan kepemilikan atas tanah tahun 2014 atas nama Rivai seluas 2 hektar. Surat tanah itu dibuat atas kepemilikan sebagai asset tanah negara yaitu RTH dan ditandatangani oleh Effendi selaku Lurah saat itu. Didalam kopian surat tersebut tanah RTH bukan berada di wilayah Kelurahan Jerambah Gantung Kota Pangkalpinang jika benar itu terjadi maka Effendi telah melakukan penipuan dan melanggar hukum.
 
Ada dugaan bahwa nomor registrasi tanah di Kelurahan Selindung baik yang terdata secara manual [pembukuan] maupun elektronik, Effendi meminta kepada Lurah yang baru untuk segera melaporkan kejadian atas kehilangan seluruh file registrasi tanah ini kepada pihak yang berwajib. ( Rey )
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123