,
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
LHOKSUKON - Ikatan Pemuda Mahasiswa Paya Bakong  ( IPEMAPA ) gelar acara buka puasa bersama dan santuni puluhan anak yatim di mesjid Jamiq...
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerjasama dengan Bank BNI, meluncurkan "Kartu Alumni UNJ" dalam bentuk...
13 Maret 2018 | Dibaca: 213 Kali
Mantan Lurah Selindung Diduga Menjual Tanah RTH

foto/ist ; kantor Lurah Selindung

Pangkalpinang – Kasus dugaan penjualan tanah negara melibatkan Effendi mantan Lurah Selindung. Lahan seluas  40 hektar yang terletak di sekitar pinggir sungai Selindung dan berbatasan tidak jauh dari Perumahan Green Land itu, diperuntukan sebagai Ruang Terbuka Hijau ( RTH).
 
Aksi sang mantan Lurah diduga terbilang nekad, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini bahwa tanah RTH tersebut telah dimanfaatkan serta dijual oleh Effendi selaku pejabat mantan Lurah saat itu.
 
Atas dugaan perbuatan melawan hukum tersebut oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Anti Korupsi [LSM-AMAK] Bangka Belitung [Babel]  dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi [Kejati] Babel. Informasi yang diterima oleh wartawan ini bahwa Effendi telah dipanggil oleh Kejati untuk dimintai keterangan.
 
Selain Effendi Kepala Seksie Pidana Khusus [Kasie.Pidsus] ada beberapa orang yang dipanggil ke Kejati diantaranya Suwito Camat Pangkalbalam, Rivai Kepala Dinas Pariwisata Babel, mereka juga dimintai keterangan terkait kasus tanah tersebut.
 
Berdasarkan investigasi di lapangan beredar kopian surat pernyataan kepemilikan atas tanah tahun 2014 atas nama Rivai seluas 2 hektar. Surat tanah itu dibuat atas kepemilikan sebagai asset tanah negara yaitu RTH dan ditandatangani oleh Effendi selaku Lurah saat itu. Didalam kopian surat tersebut tanah RTH bukan berada di wilayah Kelurahan Jerambah Gantung Kota Pangkalpinang jika benar itu terjadi maka Effendi telah melakukan penipuan dan melanggar hukum.
 
Ada dugaan bahwa nomor registrasi tanah di Kelurahan Selindung baik yang terdata secara manual [pembukuan] maupun elektronik, Effendi meminta kepada Lurah yang baru untuk segera melaporkan kejadian atas kehilangan seluruh file registrasi tanah ini kepada pihak yang berwajib. ( Rey )
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123