,
Jakarta | Walikota Jakarta Pusat DR. Bayu Meghantara, Msi membuka lomba ngeset (ngulitin) kambing diacara Lebaran Tenabang 2019. Buyung selaku...
Jakarta | Pemilihan Ketua, Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) tingkat Kecamatan di wilayah Tapos berlangsung secara demokratis. Prosesi pemilihan itu...
Jakarta | Guna mempererat talisilaturahmi terhadap sesama,  Majelis  Dzikir Birrul Walidain menggelar acara Halal Bihalal. Dalam...
Jakarta | Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat, Ros Ellyana Prasetyo meresmikan 5 titik MCK diwilayah DKI Jakarta, Senin...
Jakarta | Tiga bangunan liar di bongkar oleh Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat. Bangunan yang terletak di Jalan...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi Endy Mahandika.SH mendapat kejutan istimewa dari sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Kewaspadaan...
01 November 2018 | Dibaca: 193 Kali
Maskur Husain : PN Jakarta Timur Jangan Selalu Mengikuti Kemauan Tergugat

Kasus imigrasi Lee Chung Cheng masih terus bergulir di meja hijau. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, menggelar sidang lanjutan perkara ini dengan agenda, pembacaan duplik oleh Direktorat Jenderal Administrasi Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia selaku tergugat, Rabu (31/10/2018).

Jakarta | Dalam sidang yang dihadiri oleh penggugat yang diwakili oleh salah satu putra dari Lee Chung Cheng bernama Lee Ching Ti How ini, kuasa hukum penggugat, Maskur Husain, SH menjelaskan seputar gugatan mereka. Menurutnya, Direktorat Jenderal Administrasi Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, digugat lantaran mengeluarkan surat yang menyatakan jika Lee adalah warga negara asing.

“Kami mengacuh pada pasal 23 huruf H Undang Undang Kewarganegaraan yang menyatakan bahwa orang tersebut dikatakan warga negara asing kalau dokumennya masih berlaku.” Ujar Maskur Husain, SH seperti dilansir Wartaone.net.

Berpijak dari landasan hukum itu, Maskur meyakini betul jika klinnya tidak bisa ditetapkan sebagai warga negara asing, karena dokumennya dalam bentuk paspor sudah tak berlaku lagi.

“Karena itu kami memohon kepada pengadilan untuk memutuskan yang seadil-adilnya dan dipertimbangkan juga dengan asas-asas perlindungan warga negara. Dia kan sudah beberapa kali mengikuti Pemilu, berarti yang bersangkutan WNI dong.” Tegas pengacara dari kantor hukum DB MH Law Firm ini.

Sementara itu terkait agenda sidang selanjutnya yang sedianya akan digelar 7 November 2018, pihak tergugat meminta waktu untuk dijadwal ulang mengingat mereka akan mengikuti sebuah acara.

“Ini menjadi keberatan bagi kami karena pihak pengadilan mengikuti kemauan tergugat.” Tutup Maskur Husain. (Red)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123