,
Pangkalpinang – Guna memberikan rasa nyaman dan aman ditengah masyarakat, pihak Pengelola Pasir Padi Bay bekerjasama di bidang keamanan...
Minggu, 04 Maret 2018
Subang, Fokusjurnal.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Indonesia [DPC LI] Pagaden, Kabupaten Subang, Agus Abeng mengukuhkan Ranting...
Pangkalpinang,Fokusjurnal.com – Dalam rangka mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah [Pilkada] serentak 2018 aman dan dama, Pondok Pesantren...
Jakarta – Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Media Online [DPW IMO] DKI Jakarta resmi di kukuhkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat...
Jakarta – Baru-baru ini, Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Media Online [ DPW IMO] DKI Jakarta resmi di kukuhkan Jum’at [13/04/18] malam, di...
Jakarta - Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia mendapat pembekalan dari Ketua Dewan Penasehat Tedjo Edhy Purdijanto saat Grand...
16 Maret 2018 | Dibaca: 110 Kali
Pengusiran Wartawan Langgar UU, Ketua IWO Jawa Timur Angkat Bicara

ketua IWO Jawa Timur [foto/ist]

Bojonegoro - Pengusiran wartawan yang dilakukan oknum staf Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro kini terus menuai protes dari sejumlah organisasi profesi kewartawanan. Kali ini datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Timur, Haludin Ma'waledha.

Menurut dia, pengusiran wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik,  merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang  No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Jika mencermati UU tersebut, maka oknum staf Kejari Bojonegoro telah melanggar UU Pers No. 40/1999 dan dapat dipidanakan.

"Itu pelanggaran Undang-Undang Pers dan bisa dipidanakan, "ujar mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat Makassar itu,  saat dihubungi melalui jaringan telepon selulernya, Jumat [16/3/20].
 
Itu sebabnya, ketika terjadi pengusiran dua orang  wartawan di Bojonegoro, ia langsung bersuara.

Pria yang merupakan Alumni Lembaga Pers Dr. Soetomo Jakarta ini dan mantan Koran Tempo ini,  meminta pihak Kejari Bononegoro, segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan saat meliput serah terima jabatan Kasi Intel Kejari Bojonogoro.

"Kami berharap agar pihak Kejari Bojonegoro segera memberikan penjelasan terkait pengusiran wartawan ini, "ujar Haludin Ma'waledha.

Dia meminta semua pihak untuk saling menghormati tugas dan profesi masing-masing, temasuk profesi wartawan. Karena wartawan dalam  menjalankan tugas dan profesinya dilindungi undang-undang dan selalu mematuhi kode etik jurnalistik.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Tak hanya itu,  dalam ketentuan pidana pasal 18 UU No 40/1999, juga menyebutkan barang siapa yang mencoba melakukan kegiatan menghalang-halangi tugas jurnalistik dapat pidana dengan pidana penjara  paling lama   2 (dua) tahun dan  denda paling banyak Rp 500 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya,  wartawan online tabloidskandal.com dan sebuah tabloid dwi mingguan diusir oleh YS, staf Kasintel Kejaksaan Negeri Bojonegoro saat meliput Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasintel, Sabtu 9 Maret 2018.

Pengkuan Haribono, pengusiran itu tidak beralasan karena sebelum peliputan itu, Edy Budiono, dan rekannya dari tabloid terbitan Jakarta, sudah melakukan komunikasi melalui WA dengan Kasintel.  Isinya memberitahukan bahwa keduanya  sedang berada di lantai bawah.

Melaui  WA, Kasiintel  menjawab dirinya sedang gladiresik Sertijab.

Setelah selesai Gladiresik, Haribono dan rekannya,  langsung menuju ruang Kasintel di lantai atas. 

Rupanya di ruang itu, ada Kasintel lama dan baru. Pengakuan Haribono, sempat bersalaman dengan kedua pejabat yang akan serahterima jabatan itu.

Ketika acara mau dimulai kedua wartawan itu ikut masuk,  mengikuti Kasintel lama dan baru.

Ironisnya, setelah berada di dalam  ruangan serah terima jabatan,  tiba-tiba didekati oleh YS, staf Kasintel Kejakssaan Negeri Bojonegoro. Dia meminta kedua wartawan itu meninggalkan ruang serah terima jabatan dengan alasan tidak diundang (Bond/yn)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123