,
Jakarta | Wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat terbilang wilayah zona merah tawuran, namun kategori zona merah untuk wilayah itu kini berangsur- angsur...
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Lomba mancing mania di wilayah Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat mendapat respon positif dari masyarakat. Dari pantauan wartawan...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
20 Juli 2019 | Dibaca: 74 Kali
Praktisi Hukum JJ Amstrong Sembiring : Ada Tiga Gagasan Uji Kompetensi Calon Pimpinan KPK

Jakarta |  Dalam Makalah Tes Capim KPK, JJ Amstrong Sembiring Usulkan KPK menghadapi tantangan dan hambatan yaitu dengan  dengan Strategi Pemberantasan Korupsi 
 
Advokat Jonson Jacobus Amstrong biasa dipanggil JJ Amstrong Sembiring bersiap mengikuti tes uji kompetensi Seleksi Calon Pimpinan KPK di Pusdiklat Kementerian Sekretaris Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/19). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti uji kompetensi tersebut.
 
Praktisi Hukum JJ Amstrong Sembiring mengaku ada tiga gagasan yang ia tuangkan dalam penulisan makalah pada tes uji kompetensi calon pimpinan KPK.
 
Hal itu ia sampaikan setelah merampungkan uji kompetensi di Gedung Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).
 
"Gagasannya bisa dikatakan merupakan hal yang klasik, dan tidak ada yang baru-baru amat. Tapi ada tiga gagasan yang saya tulis terkait pemberantasan korupsi," ujar Amstrong.
 
Gagasan pertama, lanjutnya, adalah terkait upaya perbaikan sistem bisa dilakukan salah satu modernisasi kan pelayanan sehingga lebih baik ke depannya.
 
Kedua, seperti diungkapkan Amstrong Sembiring, perlu ada langkah stategi yang represif ke depan KPK perlu upaya tindakan hukum menyeret para koruptor segera ke Pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan terakhir yang ketiga yaitu perlu secara kontinyu edukasi dan kampanye yang bertemakan anti korupsi.
 
"KPK itu khan dibentuk dengan tujuan meningkatkan hasil guna dan daya guna dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia dengan secara profesional, intens dan berkesinambungan.
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT