,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
02 Januari 2019 | Dibaca: 155 Kali
Sepanjang 2018 Polres Tangsel Tembak Tujuh Pelaku Kejahatan

Foto/ist

Tangerang Selatan | Sepanjang  2018,  sekitar tujuh pelaku kejahatan yang kebanyakan dari Sumatera merengang nyawa dihajar timah panas oleh jajaran tim buser Polres Tangerang Selatan (Tangsel).
 
“Dari ratusan kasus tindak pidana kejahatan yang berhasil diungkap dan ditangani tim buser,  ada tujuh pelaku kejahatan yang terpaksa ditembak mati petugas saat ingin ditangkap,” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)  Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho,  Rabu (2/1/2018).
 
Petugas melakukan tindakan tegas dan terukur lantaran penjahat yang didor dianggap sadis dan melakukan perlawanan saat disergap. Umumnya para pelaku melakukan perlawanan dengan senjata api yang telah disiapkan. “Ya selama tahun 2018 ada tujuh orang pelaku kejahatan,” kata AKBP Ferdy.
 
Ke tujuh pelaku yang ditembak mati merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan. Dan sepanjang 2018 kemarin ada 10 kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan para pelaku.
 
Mereka yang ditindak tegas hingga tewas itu lanjut dia, berasal dari lima kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi.
 
“Dari lima Kasus. Paling banyak terjadi di Pamulang,” tambah AKP Alexander Yurikho seperti kasus pencurian toko sembako di Pamulang dengan 2 pelaku ditembak mati, kemudian pelaku penembakan terhadap pedagang pakaian di Curug yang seorang pelaku diantaranya juga ditembak mati.
 
Jumlah total di wilayah Curug pelaku yang ditembak mati sebanyak tiga orang dan di wilayah Pamulang empat Pelaku. “Rata-rata pelaku dari kelompok Sumatera. Mereka memang membekali diri dengan senjata api,” imbuh AKP Alexander Yurikho. (pmj/yn).
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT