,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
19 Februari 2018 | Dibaca: 506 Kali
Sidang Perdana Praperadilan Pihak Polres Tangerang Kota Tidak Hadir

suasana di persidangan

Tangerang, Fokusjurnal.com - Sidang perdana praperadilan bernomor  03/pid.pra/2018/PN, tertanggal 7 Februari 2018 dengan Termohon pihak Polres Tangerang Kota digelar di Pengadilan Negeri Tangerang Kelas I Khusus,  hanya dihadiri oleh kuasa hukum dari tersangka YO yakni  Danny Prima SH, Yasril Alex SH.MH dan Shendy Pratika N. SH, namun pihak Kepolisian Polres Tangerang Kota  tidak hadir dalam persidangan tersebut. Atas hal itu Hakim menunda persidangan selama enam hari dan memanggil kembali pihak Polres Tangerang Kota pada Jumat 23 Februari 2018.
 
“Ketidak hadiran Kepolisian dalam hal ini Polres Tangerang Kota selaku para termohon sangat kami sesalkan apalagi mereka sebagai penegak hukum harus menghormati panggilan pengadilan,” ujar Alex kepada wartawan usai sidang.

Alax mengatakan, kami menduga ketidak hadiran para termohon menghadapi sidang praperadilan hari ini karena ketidak siapan mereka menghadapi kenyataan.

“Praperadilan kami yang dengan jelas mengungkap adanya kejanggalan-kejanggalan yang mereka lakukan terhadap klein kami,” ungkap Alex, Senin, [19/2].

Alex meminta kepada Hakim, apabila para termohon tidak memenuhi panggilan pengadilan lagi, sudah semestinya hakim praperadilan mengabulkan permohonan,” Kami meminta kepada Hakim pada kasus kleinnya untuk segera dilanjutkan kepada kejaksaan agar segera di sidangkan,”ujar Alex yang didampingi oleh Shendy Pratika N. SH.

Sidang Praperadilan ini bermula katika tersangka YO ditangkap dirumahnya di bilangan Cibodas, Tangerang, saat itu anggota polisi yang berjumlah empat orang dari Satuan Narkoba Polres Tangerang Kota mendatangi rumah tersangka YO dan langsung menangkap karena kasus narkoba, Senin [5/2/ 2018].

Dan pada tanggal 14 Februari 2018 polisi memindahkan tersangka YO ke Rutan Jambe kelas 1 dengan status P 21 tahanan kejaksaan.

Polisi telah menyatakan P21 terhadap tersangka YO dan dikenakan pasal 112 dan 114 serta pasal 75, 76 dan 81 undang-undang Narkotika.

Pihak kuasa hukum melakukan surat gugatan praperadilan terhadap Polres Tangerang Kota. Dan menilai ada kejanggalan serta menyalahi prosedur dalam penangkapan terhadap tersangka YO.

Kuasa Hukum mempertanyakan dan keberatan atas proses penangkapan kleinnya diantaranya polisi tidak dapat menunjukan Surat Perintah Penangkapan. Dan saat penggeledahan dan penangkapan tidak melibatkan unsur tokoh masyarakat maupun Ketua RT/RW setempat serta membawa mobil tanpa surat penyitaan.

Lalu, pihak Kuasa Hukum tersangka mempertanyakan atas dugaan kekerasan terhadap kleinnya yang dilakukan oleh oknum Sat Narkoba Polres Tangerang Kota dan dinilai telah  melanggar Hak Asasi Manusia .
Pihak kuasa hukum tersangka melayangkan surat kepada pihak Polres Tangerang Kota agar kleinnya dilakukan visum. Namun tidak ada jawaban dari pihak Polres Tangerang Kota. Atas dasar itu kuasa hukum tersangka melakukan praperadilan. [has/yn]
.

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT