,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
16 Desember 2017 | Dibaca: 268 Kali
MUI dan GNPF Besok Gelar Aksi Peduli Palestina di Monas

ILUSTRASI (foto aljazeera.com)

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem menjadi Ibukota Israel menggugah dunia.
 
Bahkan Organisasi negara-negara Islam (OKI) memutuskan secara bulat Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina. 
 
OKI pun menyerukan agar dunia internasional sependapat dengan keputusan organisasi beranggotakan 57 negara ini.
 
Keputusan OKI ini dilakukan dalam pertemuan darurat di Istanbul, Turki pada hari Rabu, 13 Desember 2017. 
 
Pertemuan digelar untuk menanggapi keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
 
Namun tidak hanya dari negara-negara OKI saja. Majelis Ulama Indonesia (MUI), bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), akan menggelar Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), pada Minggu 17 Desember 2017.
 
Terkait hal itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhamadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sangat mendukung dengan acara tersebut, karena bisa menunjukkan simpati dan empati serta menunjukkan pada dunia bahwa Rakyat Indonesia mendukung Palestina dan menentang keras klaim dari Donald Trump.
 
"Namun, rakyat Indonesia harus menggerakkan simpati dan empati terhadap Palestina tidak sekadar menjadi isu konflik dan sentimen umat islam, namun lebih luas ada permasalahan dialog antar peradaban yang dirusak oleh Amerika serikat melalui klaim tersebut," ujar Dahnil seperti dilansir Okezone, Sabtu (16/12/2017).
 
Menurutnya, Yerusalem adalah tanah suci bagi tiga peradaban besar Yakni Islam, Kristen dan Yahudi, jadi ini bukan hanya keprihatinan umat Islam tapi juga rakyat Indonesia dan seluruh umat beragama.
 
"Maka penting Indonesia dan rakyat Indonesia tidak sekedar mempersempit apa yang terjadi di Israel adalah antara Islam dan Yahudi, saatnya membangun solidaritas Global Lawan Political Game-nya Amerika Serikat dan Zionis," ungkapnya.
 
Selain itu, lanjut Dahnil, Indonesia juga mendorong persatuan rakyat Palestina, Karena percuma kita membangun solidaritas Global membela Palestina Merdeka, Bila Mereka tidak bisa bersatu, maka, upaya-upaya diplomatik Baik resmi oleh negara maupun people to People perlu dibangun.
 
"Untuk mengingatkan seluruh politisi dan rakyat Palestina untuk bersatu, tebarkan ke mereka semangat gotong Royong atau dalam Islam kita menyebutnya ta’awanu (saling tolong menolong)," pungkasny a. (oz/**)
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT