,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
20 April 2018 | Dibaca: 214 Kali
Masyarakat Jebus di Minta Waspada DBD

Bangka Barat -  Masyarakat Desa Jebus diminta untuk selalu waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Himbauan itu disampaikan oleh Hendry Kepala Desa [Kades] Jebus, Kecamatan Jebus, Bangka Barat, Bangka Belitung.
 
Hal itu di sebabkan karena faktor cuaca akhir-akhir ini yang kurang menentu. Atas cuaca yang tidak menentu tersebut sehingga menimbulkan wabah penyakit. Sudah ada  ada 4 orang anak balita serta 4 orang dewasa dan 1 orang di curigai terindikasi terserang DBD. Dari sekian warga yang terserang DBD masing-masing ada yang dirawat di Puskesmas, hingga di rujuk ke RSUD Muntok dan RS. Pangkalpinang untuk dilakukan perawatan.
 
Guna mencegah terjadinya DBD lebih meluas di wilayah tersebut, maka pihak Kepala Desa berkoordinasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk mengantisipasi hal tersebut.
 
Dikatakan Hendry, cuaca tidak menentu menjadi faktor utama sehingga terjadinya genangan air di berbagai tempat disekitar pemukiman penduduk.
 
 “Warga harus terus meningkatkan kewaspadaan karena faktor cuaca yang tidak dapat diterka akhir-akhir ini sehingga menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana, dan tentunya dapat menyebabkan terjadinya sarang nyamuk di lingkungan sekitar,” kata Hendry, Kamis [19/4/2018].
 
Untuk memutuskan, lanjut Hendry, mata rantai nyamuk yang mematikan itu, masyarakat Jebus diminta meningkatkan kewaspadaan salah satunya  adalah dengan menimalisasi genangan air di setiap rumah.
                                   
“Untuk mencegah terjadinya DBD adalah dengan cara menjaga kebersihan, sehingga nyamuk sukar untuk berkembang biak sehingga penyebaran virus dapat di minamalisir dengan sedemikian rupa.
 
“Yaitu dengan mengedepankan 3 M, yakni menutup penampungan air, Mengubur barang-barang bekas, serta menguras penampungan air, saat kondisnya sudah kotor,” pungkas Hendry,(Rey). 
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT