,
Jakarta | Walikota Jakarta Pusat DR. Bayu Meghantara, Msi membuka lomba ngeset (ngulitin) kambing diacara Lebaran Tenabang 2019. Buyung selaku...
Jakarta | Pemilihan Ketua, Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) tingkat Kecamatan di wilayah Tapos berlangsung secara demokratis. Prosesi pemilihan itu...
Jakarta | Guna mempererat talisilaturahmi terhadap sesama,  Majelis  Dzikir Birrul Walidain menggelar acara Halal Bihalal. Dalam...
Jakarta | Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat, Ros Ellyana Prasetyo meresmikan 5 titik MCK diwilayah DKI Jakarta, Senin...
Jakarta | Tiga bangunan liar di bongkar oleh Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat. Bangunan yang terletak di Jalan...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi Endy Mahandika.SH mendapat kejutan istimewa dari sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Kewaspadaan...
20 April 2018 | Dibaca: 185 Kali
Masyarakat Jebus di Minta Waspada DBD

Bangka Barat -  Masyarakat Desa Jebus diminta untuk selalu waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Himbauan itu disampaikan oleh Hendry Kepala Desa [Kades] Jebus, Kecamatan Jebus, Bangka Barat, Bangka Belitung.
 
Hal itu di sebabkan karena faktor cuaca akhir-akhir ini yang kurang menentu. Atas cuaca yang tidak menentu tersebut sehingga menimbulkan wabah penyakit. Sudah ada  ada 4 orang anak balita serta 4 orang dewasa dan 1 orang di curigai terindikasi terserang DBD. Dari sekian warga yang terserang DBD masing-masing ada yang dirawat di Puskesmas, hingga di rujuk ke RSUD Muntok dan RS. Pangkalpinang untuk dilakukan perawatan.
 
Guna mencegah terjadinya DBD lebih meluas di wilayah tersebut, maka pihak Kepala Desa berkoordinasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk mengantisipasi hal tersebut.
 
Dikatakan Hendry, cuaca tidak menentu menjadi faktor utama sehingga terjadinya genangan air di berbagai tempat disekitar pemukiman penduduk.
 
 “Warga harus terus meningkatkan kewaspadaan karena faktor cuaca yang tidak dapat diterka akhir-akhir ini sehingga menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana, dan tentunya dapat menyebabkan terjadinya sarang nyamuk di lingkungan sekitar,” kata Hendry, Kamis [19/4/2018].
 
Untuk memutuskan, lanjut Hendry, mata rantai nyamuk yang mematikan itu, masyarakat Jebus diminta meningkatkan kewaspadaan salah satunya  adalah dengan menimalisasi genangan air di setiap rumah.
                                   
“Untuk mencegah terjadinya DBD adalah dengan cara menjaga kebersihan, sehingga nyamuk sukar untuk berkembang biak sehingga penyebaran virus dapat di minamalisir dengan sedemikian rupa.
 
“Yaitu dengan mengedepankan 3 M, yakni menutup penampungan air, Mengubur barang-barang bekas, serta menguras penampungan air, saat kondisnya sudah kotor,” pungkas Hendry,(Rey). 
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123