,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
13 April 2019 | Dibaca: 134 Kali
Door.....Polisi Tembak Mati Kapten Perampok Nasabah Bank

Jakarta| Unit Resmob Polda Metro Jaya menembak mati tersangka perampok nasabah bank. Sementara lima pelaku lainnya menyerahkan diri dan harus mendekam di penjara.
 
Tersangka E, 38, yang merupakan ‘kapten’ dalam setiap aksi mati ditembak polisi. Sementara B, 39, H, 37, AF, 43, DH, 27, dan EF, 37, hanya bisa tertunduk ketika polisi menggelar jumpa pers di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (11/4/2019).
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari aksi perampokan atas nasabah bank di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. “Dari laporan itu tim bergerak melakukan pengungkapan,” kata Kombes Pol Argo,  Kamis (11/4/2019).
 
Dikatakan Kombes Pol Argo, penangkapan pertama terhadap B yang biasa menggambar korbannya di rumahnya kawasan Bekasi pada Selasa (9/4). “Yang menggambar itu inisial B (39), dia ini mempunyai kecerdasan. Jadi dia pura-pura ikut masuk di dalam antrean di bank. Dia bisa menggambarkan, orang yang ambil uang Rp 30 juta, Rp 50 juta, Rp100 juta,” terang Kabid Humas.
 
Setelah yakin korban mengambil uang dalam jumlah besar, B lalu memberi ciri-ciri korban kepada H dan AF yang bertugas membuntuti korban bersama DH selaku eksekutor.
 
Ketika korban berhenti di lampu merah, DH langsung menusuk ban mobil korban dengan paku lalu berpura-pura memberitahu korban ban mobilnya bocor agar menepikan kendaraannya.
 
 “Alatnya seperti cincin, namun matanya berisi paku. Ada juga menggunakan sepatu yang di modif menggunakan paku,” ujar Kombes Pol Argo.
 
Karena ban mobil korbannya kempes, sambung Kombes Pol Argo, korban pasti berhenti dan mengambil peralatan untuk mengganti ban. Dan saat mengambil peralatan dan mengganti ban yang bocor itulah kesempatan pelaku lain yang sebagai eksekutor. “Saat itulah E dan EF yang bertindak untuk melakukan eksekusi,” tambah Kombes Pol Argo. 
 
Saat melancarkan aksinya, lanjut Kombes Pol Argo, kedua eksekutor ini kerap menenteng senjata tajam. Badik yang digunakan untuk mengancam atau melukai korban yang melawan saat mereka beraksi.
 
Untuk cara kerja komplotan ini, Kombes Pol Argo menjelaskan E yang merupakan kapten merupakan sosok yang menentukan segala hal. Ia yang mengatur dalam setiap aksi hingga pembagian uang yang didapat.
 
Saat ini, jasad si kapten masih disimpan di lemari pendingin RS Polri Kramatjati akibat timah panas yang diterimanya. Sementara kelima pelaku lain akan dijerat pasal 365 KUHP tentang Curas. “Ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara, dan petugas juga masih melakukan pemeriksaan penyidik guna pengembangan kasus,” pungkas Kombes Pol Argo.

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT