,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
18 Februari 2018 | Dibaca: 142 Kali
Kuasa Hukum YO Gugat Polres Tangerang Kota

Jakarta, Fokusjurnal.com – Gugatan prapradilan terhadap Polres Tangerang Kota oleh Andre Yosua Manulang dan rekan selaku kuasa hukum tersangka berinisial YO pada kasus narkoba digelar dalam waktu dekat di Pengadilan Negeri Tangerang. Kuasa hukum tersangka menduga adanya kejanggalan dalam penangkapan kleinnya.

Menurut Danny Prima Agung, SH salaku kuasa hukum tersangka, Polres Tangerang Kota dinilai telah menyalahi  Standar Operasional Prosedur [SOP] dalam menjalankan tugas.

"Kami menilai ada kejanggalan serta menyalahi prosedur dalam penangkapan terhadap klein kami. Pertama polisi tidak dapat menunjukan Surat Perintah Penangkapan terhadap klein kami. Kedua saat penggeledahan dan penangkapan tidak melibatkan unsur tokoh masyarakat maupun Ketua RT/RW setempat. Ketiga membawa mobil tanpa surat penyitaan. Nah inikan sudah menyalahi aturan, untuk itu kami, selaku kuasa hukum akan melakukan prapradilan terhadap Polres Tangerang Kota,” tegas Danny kepada wartawan, Apartemen Serpong Greenview, Tangerang, kemarin.

Menurut Danny, setelah Polres Tangerang Kota melakukan penangkapan terhadap YO. Keluarga tersangka terkejut ketika melihat kondisi tersangka itu dengan wajah dan kepala lebam semua bahkan dari hidungnya pun terlihat luka dan mengeluarkan darah bercampur nanah akibat dipukul dengan benda tumpul yang diduga dilakukan oleh oknum aparat. Kepada keluarga, tersangka mengadukan apa yang dialami dan terjadi terhadap dirinya saat berada di Polres Tangerang Kota.

"Ini sudah melanggar Hak Asasi Manusia. Apakah ini dibenarkan dalam mengintograsi seseorang dengan cara pemukulan dengan menggunakan benda tumpul agar tersangka mengakui perbuatannya. Terlepas klein kami salah perlakukan dong seperti manusia,”geram Danny.

Melihat kondisi kleinnya yang dinilai sangat perihatin, kuasa hukum tersangka sudah melayangkan surat permohonan untuk dilakukan visum atas dugaan kekerasan terhadap kleinnya. Namun surat tersebut tak kunjung di jawab bahkan surat itu ditolak oleh pihak kepolisian. “Surat permohonan visum sudah kami ajukan atas tindak kekerasan terhadap klein kami terhadap oknum polisi. Namun, surat itu belum mendapatkan jawaban dari pihak kepolisian. Jika memang klein kami tidak mendapatkan kekerasan maupun penganiayaan saat dilakukan interogasi harusnya pihak kepolisian mempersilahkan kami untuk melakukan visum, ini ada apa?,”papar Danny.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan keterangan dari penyidik, baik terkait dengan berapa banyak barang bukti yang ada pada klein kami. Apakah sudah dilakukan tes urine, kami merasa keberatan,” kata Danny

Lebih lanjut Danny menjelaskan serta merasa heran dan adanya kejanggalan bahwa kleinnya dilakukan penangkapan oleh Polres Tangerang Kota tanggal 5 Februari 2018 di tanggal 14 Februari 2018 dan tersangka YO dipindahkan ke Rutan Jambe kelas 1 dengan status P 21 tahanan kejaksaan.

”Inikan lucu, sidang prapradilan saja belum dimulai. Kenapa klein kami langsung dipindahkan dan dimasukan ke rutan dengan status tahanan kejaksaan, ada apa ini,”ujarnya.

Polisi telah menyatakan P21 terhadap tersangka YO dan dikenakan pasal 112 dan 114 serta pasal 75, 76 dan 81 undang-undang Narkotika.

Dijelaskan Danny, atas dasar itulah kami selaku kuasa hukum tersangka telah melakukan dan mengajukan gugatan prapradilan yang dilayangkan pada tanggal 07 Februari 2018. “Gugatan prapradilan akan digelar pada 19 Februari ini di Pengadilan Negeri Tangerang,”ujar Danny.

Tersangka YO ditangkap dirumahnya di bilangan Cibodas, Tangerang, saat itu anggota polisi yang berjumlah empat orang dari Satuan Narkoba Polres Tangerang Kota mendatangi rumah tersangka YO dan langsung menangkap. [yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123