,
Depok - Wilayah Pondok Cina, Kecamatan Be ji, Depok, kini kian maju pesat dan tertata rapi. Nampak, terlihat beberapa gedung pencakar langit...
Jakarta - Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), kian eksis di tengah masyarakat. Salah satunya di wilayah...
Tambun - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI), Tambun Selatan (Tamsel) Rundi Hikmah Prayogi meminta kepada...
Jumat, 07 September 2018
Jakarta - Peran pemuda dalam kancah politik harus menjadi prioritas dalam kepedulian terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang...
JAKARTA - Air susu dibalas dengan air tubah, Kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan, pepatah inilah yang dirasakan oleh salah seorang mantan...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
31 Januari 2018 | Dibaca: 202 Kali
Politisi Hanura Soroti Dugaan Surat Kuasa Palsu DPO Polda Jatim

Gunawan Angka Widjaja alias Jauw Ang Hauw Ming

Jakarta,Fokusjurnal.com – Gunawan Angka Wijaya alias Jauw Ang Hauw Ming resmi sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan Polda Jawa Timur. Masuk dalam DPO, Gunawan mempraperadilankan Polda Jawa Timur di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (30/1/2018).
 
Terkait hal itu, Politisi Hanura yang juga Anggota Komisi III DPR RI Dossy Iskandar Prasetyo menanggapi permasalahan tersebut. Praperadilan adalah hak siapa saja yang tengah menjalani proses hukum.
 
"Pada dasarnya pengajuan praperadilan adalah hak siapa saja yang sedang dalam proses hukum, namun harus mengikuti prosedur hukum yang sudah ditetapkan," ujar Dossy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/1/2018).
 
Namun Dossy menjelaskan akan berakibat fatal apabila surat kuasa terkait pengajuan praperadilan ternyata palsu.
 
"Jika terbukti surat kuasa hukum itu palsu, pertama ya jelas berakibat fatal. Pihak kuasa hukum bisa berpotensi ikut berperkara hukum karena turut serta memfasilitasi kaburnya tersangka keluar negeri," beber Dossy.
 
Dossy menjelaskan aparat hukum tentu bukan orang bodoh yang dengan mudah dibohongi.
 
"Karena akan ditelusuri, dan yang kedua, mengenai kuasa hukum apakah benar memiliki surat kuasa terkait pengajuan praperadilan itu kan bisa dicek, kapan dia bertemu tersangka dan menandatangani surat kuasa? Lihat saja apakah ada boarding pas dan manifest penerbangan keluar negeri? Dan bertemu tersangka di mana? Kalau tidak maka akan muncul pidana baru," paparnya.
 
Gunawan Angka Widjaja alias Jauw Ang Hauw Ming resmi ditetapkan sebagai Tersangka, dalam penyidikan dengan Laporan Polisi, Nomor LP/100/I/2017/UM/JATIM Tanggal 24 Januari 2017 dan Laporan Polisi, Nomor LP/101/I/2017/UM/JATIM Tanggal 24 Januari 2017.
 
Kedua laporan tersebut dilaporkan oleh Trisulowati (istri tersangka) yang dikenal dengan panggilannya Chin Chin selaku pemilik dari Empire Palace bersama dengan suaminya. Penyidikan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, dengan substansi laporan  terkait dugaan Tindak Pidana pemberian keterangan palsu pada akta otentik melanggar Pasal 266 Ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 266 Ayat (2) KUHP. (wln/yn)
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123