,
Jakarta | Polsek Johar Baru melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tiga Pilar Johar Baru serta Masyarakat,...
Jakarta | Guna memberikan rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Johar Baru, Jakarta Pusat. Jajaran Polsek bersama Koramil 08/JP melaksanakan...
  Jakarta | Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/JP BS menggelar acara diskusi kepada masyarakat Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dikemas...
Jakarta | Jajaran Polsek Johar Baru Jakarta Pusat bersama Koramil 08/JB dan dibantu dengan pokdar kamtibmas berhasil mengamankan 38 Anak Baru Gede...
Jakarta | Pengurus DPP Partai Hanura, Ferry Soraya menginginkan kaum perempuan mendapat jaminan keadilan dan kesetaraan hak yang selama ini dirasa...
Jakarta | Sebuah mobil terbakar di ruas Tol dalam kota tepatnya depan Gedung Balai Kartini, Kuningan, Jakarta. Saat ini petugas masih berupaya...
12 Desember 2018 | Dibaca: 140 Kali
Sekelompok Massa Bakar Kantor Polsek Ciracas

Jakarta |  Mabes Polri menyebutkan kasus penyerangan dan perusakan Kantor Polsek Ciracas ditangani Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur. Hal itu didasarkan pada tempat kejadian perkara (TKP) insiden itu yang terjadi di wilayah hukum Polres Jakarta Timur.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur akan menangani perkara tersebut secara profesional dan proporsional. Menurutnya, Kepolisian setempat kini masih melakukan olah TKP, memeriksa para saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti.
 
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Tim Kepolisian sudah melakukan olah TKP, memeriksa beberapa orang saksi dan mengamankan barang bukti," tutur Dedi, Rabu (12/12/2018).
 
 
Berawal ketika sekelompok massa membuat kericuhan dan berujung kebakaran di Polsek Ciracas, Rabu (12/12/2018) dini hari.
 
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengungkapkan kemungkinan besar kerusuhan ini terkait dengan kasus pemukulan yang melibatkan TNI di Ciracas.
 
Idham menyatakan belum mengetahui persis asal muasal massa yang kurang lebih berjumlah 200 orang tersebut. Idham menyebutkan awalnya massa mendatangi Mapolsek Ciracas untuk mencari pelaku pemukulan terhadap rekannya.
 
"Itu massa yang kurang puas atas penanganan kasus yang terjadi sehari sebelumnya di Cibubur [yang] masuk dalam wilayah Polsek Ciracas. Kemudian dampak dari ketidakpuasan itu, sebagian massa itu yang kurang lebih 200 merangsek masuk untuk mengecek apakah benar tahanan yang memukul rekan mereka sudah ditahan," ungkap Idham, Rabu (12/12/2018), saat mengunjungi tempat kejadian perkara.
 
Idham tak merinci kasus pemukulan tersebut. Tetapi dirinya menduga, massa anarkis akibat merasa tidak puas atas penjelasan pihak Kepolisian.
 
"Sudah diberi penjelasan Kapolsek dan Kapolres masih dalam pengejaran, belum dilakukan penangkapan dan sudah diberi waktu 2x24 jam," jelas Idham.
 
"Tapi mungkin karena massa tidak puas, lalu mereka lakukan tindakan anarkis. Rekan-rekan lihat ada beberapa mobil yang jadi korban, baik mobil Polisi, ataupun Puspom Kodam yang dirusak, sebagian kecil bangunan di Polsek Ciracas ini," tambah Idham.
 
Untuk menindaklanjuti kasus ini, Idham akan menurunkan personel Direktorat Reserese Kriminal Umum (Ditresktimum) Polda Metro Jaya dan memerintahkan Kapolres Metro Jakarta Timur untuk mengusut tuntas kejadian ini.
 
"Saya sudah perintahkan Dirkrimum dan Kapolres Jaktim untuk lidik supaya kita bisa ungkap pelaku di balik massa yang arnarkis ini," tegas Idham. (bi/yn).

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123