,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
01 Februari 2018 | Dibaca: 631 Kali
Suami Dijual Istri untuk Layani Lelaki Hidung Belang

Tersangka VR yang menjual suami [foto/ist]

Surabaya, Fokusjurnal.com – Belum usai masalah LGBT [lesbi, gay, biseksual dan transgender] dalam pengukapan kasus hubungan antar seks sejenis di negeri ini. Kini, masyarakat kembali dikejutkan dengan adanya seorang istri menjual suaminya sendiri.

Kepolisian Resort Kota Surabaya, Jawa Timur terus mengungkap kasus yang melibatkan seorang istri yang tega menjual suaminya kepada pria hidung belang untuk memberikan pelayanan seks menyimpang dalam kasus ini melibatkan tiga orang dengan tarif bayaran yang telah ditentukan.

VR, istri yang menjual suaminya akhirnya diringkus polisi. Petugas Satreskrim Polrestabes Surabaya mendalami kasus dengan memeriksa secara intensif wanita berusia 21 tahun, warga Tambak Wedi, Kota Surabaya. Polisi menjadikannya tersangka dengan tuduhan membuka praktik bisnis prositusi online, dengan mengunggah foto suaminya berinisial MRP, untuk ditawarkan ke para pria hidung belang.

Menurut polisi, praktik bisnis prostitusi online oleh sepasang suami istri tersebut telah berjalan empat bulan. Tersangka juga aktif memberi fantasi seks di grup media sosial, yang jumlah anggotanya mencapai 11 ribu orang.

Dalam bisnis seks online ini, kedua tersangka memasang tarif Rp 500 ribu untuk sekali kencan, yang tempatnya ditentukan di sebuah hotel di Kota Surabaya. Setelah bisnis seks menyimpang itu terungkap, keduanya mengaku menyesal. Tak sampai di situ, polisi kemudian memeriksakan kesehatan sepasang suami istri ini ke dokter kejiwaan.

Untuk menghentikan bisnis seks menyimpang kedua tersangka, polisi minta pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, memblokir grup layanan seksual mereka di media sosial. Untuk proses hukum, tersangka dijerat  dengan undang-undang tentang tindak pidana perdagangan orang atau mempermudah perbuatan cabul. [gg/yn]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT