,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
02 Maret 2018 | Dibaca: 173 Kali
Fungsi Pers dan BPK Sama

Jakarta, Fokusjurnal.com - Pers dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki fungsi yang sama sebagai alat kontrol, kendati keduanya di ranah yang berbeda. 

"Kontrol yang diberikan pers sangat luas ke pelbagai sendi kehidupan bangsa, sedang BPK, hanya mengawasi anggaran," ujar DR. Bahrullah Akbar saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Ikatan Penulis dan  Jurnalis (IPJI) Taufiq Rachman SH S.Sos dan Sekretaris Jenderal Ikatan Media Online (IMO) Indonesia , Nasir Umar,di Gedung BPK, kemarin siang

Dalam silaturahmi tersebut, Taufiq melaporkan tentang perkembangan IMO-Indonesia pasca Deklarasi 27 Oktober 2017 lalu."Alhamdulillah sekarang Dewan Penasehatnya Pak Wiranto, Menko Polhukam," ungkap Taufiq

Kepada tamunya, Taufiq, Nasir dan Lian Lubis dari Jurnalis IMO, Bahrullah menyebut dirinya saat deklarasi sekaligus Keynote speaker ketika itu sebagai pemerhati Teknologi Informasi (TI). "Jadi, aturan mainnya seperti itu," tegas Bahrullah.

Bahrul mencontohkan ojek maupun car online, sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. "Suka atau tidak suka, ojek online memanjakan penumpang. Mereka menjemput penumpang di rumah," tutur Bahrul. 

Begitupun supermarket online, menjajakan semua produk, dari mulai kecantikan, fashion, elektronik, peralatan rumah tangga dan sebagainya. 

"Bahkan aplikasi ke depan membuat bank akan sepi. Semua transaksi lewat android. Orang malas ke bank," katanya tertawa.

Jadi, menurutnya, TI sesuatu yang tidak bisa ditolak, termasuk maraknya media online yang tidak di batasi ruang dan waktu durasinya. "Kapan dan di manapun kita bisa mengaksesnya," jelasnya, seraya menyambut gembira adanya divisi multimedia di IPJI, yang digawangi ole Rudi Sembiring.

Menurut Bahrul, sekalipun informasi disajikan lewat dunia maya, media online tetaplah bagian dari pers, yang salah satunya fungsi kontrol. "Jika  dilihat dari fungsinya, maka pers dan BPK punya peran sama tapi dalam ranah yang berbeda," tuturnya.

Karena itu, adakalanya informasi dari pers bisa menjadi petunjuk maupun  tentang penyalagunaan anggaran suatu pembangunan.

Atau sebaliknya, BPK memberikan pncerahan kepada wartawan soal anggaran, pengawasan dan audit.

"Di Humas kita suka lakukan itu kepada wartawan," jelas Bahrullah. 

Dia juga berjanji akan memfasilitasi jurnalis IMO untuk memahami anggaran dan pengawasan, sehingga dapat mengawasi pelaksanaan anggaran tepat sasaran.

"Nanti, saya hubungkan dengan Humas BPK untuk mengadakan semiinar agar Jurnalis IMO memahami fungsi dan peran BPK," ujar Bahrullah.

Sementara itu dalam rangka melebarkan sinergitas, Sekjen IMO Indonesia Nasir Umar mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan gruduk alias menjambangi Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK],"Surat audiensinya sudah dibuat, kami akan segera menyerahkan ke Jubir KPK pak Febri,"pungkas Nasir [yn].

 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123