,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
15 April 2018 | Dibaca: 213 Kali
Kehadiran Tedjo Edhy Semangat Bagi PWOI Indonesia

Jakarta - Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia mendapat pembekalan dari Ketua Dewan Penasehat Tedjo Edhy Purdijanto saat Grand Laounching di Hotel Grand Cempaka, Jumat (13/4).

“Saya harapkan anggota PWO Independen Indonesia dapat merebut kepercayaan masyarakat karena sekali saja berbuat salah, masyarakat tidak akan mempercayai lagi,” tegasnya mengingatkan agar mencontoh tokoh-tokoh pejuang pers Indonesia terdahulu.

Pada kesempatan tersebut Tedjo membedah perjalanan bangsa Indonesia dari era merebut kemerdekaan hingga era reformasi sekarang ini. Semua itu tak lepas juga dari perjuangan para wartawan Indonesia.

Era merebut kemerdekaan, lanjutnya, dimulai dengan adanya peristiwa 28 Oktober 1928. Ini tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.”Bersatunya para pemuda dari seluruh Indonesia menyatakan sikap untuk bersatu,” ujarnya.

Berlanjut ke Era Orde Lama dan Orde Baru, setelah itu Era Reformasi. Ada yang baik dari Orde lama dan Orde Baru yang mestinya perlu dipertahankan. Seperti mantan Presiden Soeharto yang berhasil dalam meletakan dasar pembangunan ekonomi.

“Dasar-dasar pemikiran dari kedua Orde tersebutlah yang perlu dipertahankan dan diterapkan dalam Era Reformasi sekarang ini,” tandas Tedjo yang mengkritisi amendemen UUD 45 hingga tiga kali namun tidak membawa perubahan yang baik di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Tedjo mengatakan bahwa media bisa menghancurkan negara dengan opini-opini yang disajikan. Anggota PWO Independen diharapkan dapat menangkal berita-berita hoaks yang saat ini makin berkembang pesat.

Menurut Tedjo sekarang Indonesia perlu Reformasi Moral bukan lagi Reformasi Mental.”Pilkada DKI menjadi contoh terpecah belahnya persatuan kita. Sekali lagi saya himbau anggota PWO Independen dapat merebut kepercayan masyarakat dengan berita-berita yang melawan hoaks,” ungkapnya.

Grand Lounching PWO Indpenden sekaligus memberi mandat kepada 10 PWO Provinsi untuk menyusun kepengurusan, yakni PWO DKI Jakarta, PWO Aceh, PWO Babel, PWO Riau, PWO Sumsel, PWO Jabar, PWO Jateng, PWO Sulsel, PWO NTT, dan PWO Banten.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PWO Indenpenden Dra.Marnala Manurung, Sekertaris Jenderal PWO Independen Ade Novit, dan pengurus IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia) serta IMO (Ikatan Media Online) lainnya. [yn]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT