,
Tangerang Selatan -Majelis Dzikir dan Istighosah Raudhah Al Hikam menjadi agenda utama rutinitas Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi...
Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi,...
Jakarta - Terbentuknya Whatsapp Group (WAG) Lintas Forkabi berencana akan mengadakan milad yang ke - 1 tahunnya. Hal itu dikemukakan oleh Ida salah...
Jakarta - Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Mayjen TNI Hartomo menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan...
Untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jakarta, Dedi Sulaiman.S.IP bertekad maju dalam kancah politik pada tahun 2019 mendatang.  Ia...
Jumat, 07 September 2018
Jakarta - Peran pemuda dalam kancah politik harus menjadi prioritas dalam kepedulian terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang...
15 April 2018 | Dibaca: 102 Kali
Kehadiran Tedjo Edhy Semangat Bagi PWOI Indonesia

Jakarta - Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia mendapat pembekalan dari Ketua Dewan Penasehat Tedjo Edhy Purdijanto saat Grand Laounching di Hotel Grand Cempaka, Jumat (13/4).

“Saya harapkan anggota PWO Independen Indonesia dapat merebut kepercayaan masyarakat karena sekali saja berbuat salah, masyarakat tidak akan mempercayai lagi,” tegasnya mengingatkan agar mencontoh tokoh-tokoh pejuang pers Indonesia terdahulu.

Pada kesempatan tersebut Tedjo membedah perjalanan bangsa Indonesia dari era merebut kemerdekaan hingga era reformasi sekarang ini. Semua itu tak lepas juga dari perjuangan para wartawan Indonesia.

Era merebut kemerdekaan, lanjutnya, dimulai dengan adanya peristiwa 28 Oktober 1928. Ini tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.”Bersatunya para pemuda dari seluruh Indonesia menyatakan sikap untuk bersatu,” ujarnya.

Berlanjut ke Era Orde Lama dan Orde Baru, setelah itu Era Reformasi. Ada yang baik dari Orde lama dan Orde Baru yang mestinya perlu dipertahankan. Seperti mantan Presiden Soeharto yang berhasil dalam meletakan dasar pembangunan ekonomi.

“Dasar-dasar pemikiran dari kedua Orde tersebutlah yang perlu dipertahankan dan diterapkan dalam Era Reformasi sekarang ini,” tandas Tedjo yang mengkritisi amendemen UUD 45 hingga tiga kali namun tidak membawa perubahan yang baik di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Tedjo mengatakan bahwa media bisa menghancurkan negara dengan opini-opini yang disajikan. Anggota PWO Independen diharapkan dapat menangkal berita-berita hoaks yang saat ini makin berkembang pesat.

Menurut Tedjo sekarang Indonesia perlu Reformasi Moral bukan lagi Reformasi Mental.”Pilkada DKI menjadi contoh terpecah belahnya persatuan kita. Sekali lagi saya himbau anggota PWO Independen dapat merebut kepercayan masyarakat dengan berita-berita yang melawan hoaks,” ungkapnya.

Grand Lounching PWO Indpenden sekaligus memberi mandat kepada 10 PWO Provinsi untuk menyusun kepengurusan, yakni PWO DKI Jakarta, PWO Aceh, PWO Babel, PWO Riau, PWO Sumsel, PWO Jabar, PWO Jateng, PWO Sulsel, PWO NTT, dan PWO Banten.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PWO Indenpenden Dra.Marnala Manurung, Sekertaris Jenderal PWO Independen Ade Novit, dan pengurus IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia) serta IMO (Ikatan Media Online) lainnya. [yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123