,
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
LHOKSUKON - Ikatan Pemuda Mahasiswa Paya Bakong  ( IPEMAPA ) gelar acara buka puasa bersama dan santuni puluhan anak yatim di mesjid Jamiq...
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bekerjasama dengan Bank BNI, meluncurkan "Kartu Alumni UNJ" dalam bentuk...
15 April 2018 | Dibaca: 70 Kali
Kehadiran Tedjo Edhy Semangat Bagi PWOI Indonesia

Jakarta - Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen Indonesia mendapat pembekalan dari Ketua Dewan Penasehat Tedjo Edhy Purdijanto saat Grand Laounching di Hotel Grand Cempaka, Jumat (13/4).

“Saya harapkan anggota PWO Independen Indonesia dapat merebut kepercayaan masyarakat karena sekali saja berbuat salah, masyarakat tidak akan mempercayai lagi,” tegasnya mengingatkan agar mencontoh tokoh-tokoh pejuang pers Indonesia terdahulu.

Pada kesempatan tersebut Tedjo membedah perjalanan bangsa Indonesia dari era merebut kemerdekaan hingga era reformasi sekarang ini. Semua itu tak lepas juga dari perjuangan para wartawan Indonesia.

Era merebut kemerdekaan, lanjutnya, dimulai dengan adanya peristiwa 28 Oktober 1928. Ini tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.”Bersatunya para pemuda dari seluruh Indonesia menyatakan sikap untuk bersatu,” ujarnya.

Berlanjut ke Era Orde Lama dan Orde Baru, setelah itu Era Reformasi. Ada yang baik dari Orde lama dan Orde Baru yang mestinya perlu dipertahankan. Seperti mantan Presiden Soeharto yang berhasil dalam meletakan dasar pembangunan ekonomi.

“Dasar-dasar pemikiran dari kedua Orde tersebutlah yang perlu dipertahankan dan diterapkan dalam Era Reformasi sekarang ini,” tandas Tedjo yang mengkritisi amendemen UUD 45 hingga tiga kali namun tidak membawa perubahan yang baik di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Tedjo mengatakan bahwa media bisa menghancurkan negara dengan opini-opini yang disajikan. Anggota PWO Independen diharapkan dapat menangkal berita-berita hoaks yang saat ini makin berkembang pesat.

Menurut Tedjo sekarang Indonesia perlu Reformasi Moral bukan lagi Reformasi Mental.”Pilkada DKI menjadi contoh terpecah belahnya persatuan kita. Sekali lagi saya himbau anggota PWO Independen dapat merebut kepercayan masyarakat dengan berita-berita yang melawan hoaks,” ungkapnya.

Grand Lounching PWO Indpenden sekaligus memberi mandat kepada 10 PWO Provinsi untuk menyusun kepengurusan, yakni PWO DKI Jakarta, PWO Aceh, PWO Babel, PWO Riau, PWO Sumsel, PWO Jabar, PWO Jateng, PWO Sulsel, PWO NTT, dan PWO Banten.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Umum PWO Indenpenden Dra.Marnala Manurung, Sekertaris Jenderal PWO Independen Ade Novit, dan pengurus IPJI (Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia) serta IMO (Ikatan Media Online) lainnya. [yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123