,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
26 Maret 2018 | Dibaca: 396 Kali
Mantan Menkopolhukam Apresiasi PWO

foto/ist

Jakarta - Setelah Panglima Daerah (Pangdam) Militer Diponogero, Mayor Jenderal Wuryanto, kini giliran mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Laksamana (Pur) Tedjo Edhy Purdijanto memberikan apresiasi berdirinya Perkumpulan Wartawan Online Indonesia (PWO) Indonesia.

“Harapan saya, PWO-Indonesia bisa menjadi organisasi yang mengayomi Insan Pers yang profesional,” tulis Laksamana (Pur) Tedjo dalam pesan WhatsApp-nya, sekitar jam 19.00 WIB kepada salah satu pendiri PWO-Indonesia, Feri Rusdiono.

Menurut Laksamana (Pur) kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini, kebebasan Pers saat ini sangat kebablasan , tendesius, tidak konstruktif.

“Pokoknya tulis saja dengan judul bombastis asal dibaca oleh masyarakat,” tambahnya, seraya mencontohkan beberapa pengelola media yang dicokok oleh Kepolisian.

“Semoga hal ini tidak terjadi pada anggota PWO,” pintanya.

Tedjo merunut kepada aturan-aturan Dewan Pers, termasuk pedoman penulisan. Misalnya harus berimbang, tidak tendesius dan sebagainya.

“Jadi berita dari anggota PWO harus akurat, beretika, akurat bermartabat dan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat,” tambah mantan KSAL ini.

Agar tidak terjadi hal semacam itu, Laksamana (Pur) yang kini tercatat sebagai Politisi Partai Berkarya ini, meminta PWO mengedepankan pengembangan SDM anggota. Entah itu melalui pelatihan, workshop dan sebagainya. “Bisa juga dengan mengambil wartawan senior,” papar Laksamana (Pur) Tedjo menyambut baik keberadaan PWO yang anggotanya anak muda kisaran usia 30-an. “Karena organisasi ini didominasi anak muda, saya bersedia, didaulat sebagai penasehat,”pungkasnya mengakhiri pesan lewat WhatsApp. [yn/sumber PWO]
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT