,
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta I Forum Silaturahmi RT/RW se Kelurahan Tanah Tinggi  mengadakan kegiatan Silaturahmi bersama 3 Pilar Kecamatan Johar Barau, Jakarta...
Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta | H. Cipta Wahyudi Okis Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (DPC BPPKB) Jakarta Pusat memberikan...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
Jakarta |Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Literasi di Kampung Johar Baru dengan...
28 Februari 2018 | Dibaca: 202 Kali
Perseteruan Nachrowi- Adhyaksa, Pramuka Jadi Sasaran

 Adhyaksa Dauld selaku Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka (foto/ist)

Jakarta, Fokusjurnal.com -  Adhyaksa Dauld selaku Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka,  menyatakan Pramuka tak mau lagi di bawah Kemenpora.”Sudah berkirim surat ke Presiden Jokowi selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka ingin berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),” tutur Adhyaksa, Selasa (27/2) di Jakarta.

Adhyaksa beralasan dikarenakan rata-rata pembina di tubuh pramuka merupakan seorang guru dari dinas pendidikan.”Kalau Menpora Imam Nahrowi  membenci dirinya jangan organisasi pramuka yang disikat,” tegas mantan Menpora di era Presiden SBY ini.

Adhyaksa juga sangat keberatan dengan sepak terjang Menpora Nahrowi selaku kuasa pengguna anggaran yang menggelontorkan dana APBN langsung ke Kwarda Pramuka, bukannya ke Kwarnas.

“Kwarda itu mempunyai pembina yaitu gubernur selaku Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka”, tegas Adhyaksa, lelaki kelahiran Donggala 1963

Adhyaksa mengaku tak habis pikir Imam Nachrowi membenci dirinya. “Tahun lalu kita buat Raimuna Nasional dihadiri 15 ribu adik pramuka  dan dijanjikan Rp 13 milyar rupiah. Bahkan itu dihadapan Presiden RI, disaksikan oleh para waka,” tutur Adhyaksa yang juga seorang Da’i.

Sampai hari ini, tak ada sepeser pun diterima. Malahan tahun ini sepeser pun tak dianggarkan.

“Anehnya bantuan malah diberikan langsung pada Kwarda Kwarda. Waktu kami buat surat ingin audiensi dengannya malah didesposisi diterima oleh deputynya…kok angkuh sekali ??,” tutur Adhyaksa menumpahkan uneg-unegnya.

Padahal, kata Adhyaksa, berapa lama sih jadi menteri ? Dia menyebut saat jadi Menpora,  tiap tahunnya walau anggaran waktu itu cuma Rp 600 milyar setahun di Kemenpora,  tetap memberikan Rp 45 milyar tiap tahun untuk kegiatan Kwarnas.

“Tradisi itu dilanjutkan oleh Andi Malarangeng juga Roy Suryo. Tapi kok periode ini tak ada ??…Malah bermacam fitnah dimainkan dan di hantamkan pada saya, dari mulai di viralkan kalau saya anggota Hizbut Tahrir,  Islam Ekstrim, pengikut 212 dan sebagainya,” tutur Adhyaksa, alumnus Fakultas Hukum universitas Trisakti seperti dikutip dari Skandal News.

Bahkan puncaknya ada gerakan Munaslub yang gagal total. “Tapi semuanya saya anggap sebagai tantangan kecil yang harus saya hadapi ! karena saya yakin bahwa Allah SWT Tak akan meninggalkan hambanya seperti yang mereka kira (  Surah Adhuha ayat 3 ),” tuturnya, seraya menyebut pramuka  dan keikhlasan tak dapat dipisahkan.

Karena dipinggirkan,  Kwarnas tidak bisa diam. Misalnya saat , Kwartir Nasional menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Bogor pada 23-25 Februari 2018 lalu, tidak mengundang Menpora Imam Nachrowi sebagai nara sumber.Kakwarnas justru  mengundang Menteri Sosial Idrus Marham.(yn)

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT