,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
12 April 2018 | Dibaca: 147 Kali
Tedjo Edhi : PWO Independen Harus Tetap Kritis Sesuai Fakta

foto/ist

Jakarta – Ketua Dewan Penasehat Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno mengharapkan agar setiap wartawan maupun jurnalis memiliki sikap patriotik, seperti para tokoh maupun pejuang pers yang turut  andil dalam kemerdekaan.
 
Tedjo, begitu sapaan akrabnya, menyebut sederet nama seperti M. Hatta, Adam Malik, Sayuti Melik, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis dan sebagainya. Mereka berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan lewat pers.
 
"Jadi, kemerdekaan ini bukan hanya direbut dgn peperangan, tapi juga diplomasi dan pena," jelas mantan Menpolhukam dalam WA-nya pada awak media PWO Independen yang dikirim dari Dubai UAE.
 
Ia berharap sikap dan semangat pejuang pers itu tetap meretas pada wartawan maupun jurnalis yang tergabung dalam PWO Independen. 
 
"Meskipun saat ini kondisinya berbeda, bukan lagi merebut kemerdekaan, tapi sebagai partner pemerintah dalam membangun," tutur mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) ini.
 
Terlebih di Zaman Now ini, berita-berita Hoax yang begitu masif menjalar di media-media sosial. Isu-isu SARA dikemas sedemikian rupa, sehingga Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas negeri ini sedikit terkoyak. 
 
"Saya berharap, wartawan di PWO Independen, dapat berperan sebagai pejuang-pejuang dalam melawan hoax, seperti para pejuang pers terdahulu,"  pinta Tedjo.
 
Karena itu, lanjut ayah empat anak ini, PWO Independen harus tetap kritis, cermati fakta-fakta yang  diterima, lakukan verifikasi dan tuangkan dalam pemberitaan yang akurat, aktual dan tajam sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik
 
"Paling penting lakukan verifikasi. Jadilah hunter news yang tidak menyesatkan sehingga menjadi alat pencitraan semu, apalagi di tahun politik ini," jelas lelaki asal Magelang, Jawa Tengah ini.
 
Semua itu, tambahnya, hanya bisa dilakukan bila PWO Independen mengedepankan pelatihan dan update pengetahun khususnya soal IT yang terus berkembang.
 
"Masak wartawan online gaptek sih," seloroh Tedjo,   yg telah mengomandani berbagai Kapal Perang (KRI) dan sebelumnya banyak mengudara sebagai Penerbang TNI AL, diantaranya  Instruktur Pilot TNI AL Pesawat Nomad N-22,  Casa NC-212, Dakota C-47, Darter Commandar, Tampiko, dan Bonanza, di Satuan Udara Armada mulai tahun 1976 sampai dengan tahun 1991 dgn 6000 jam terbang.
 
Kini lulusan Lemhanas 2001 ini, merambah ke dunia politisi. Ia pernah tercatat sebagai politisi Partai Nasdem, lalu hijrah ke Partai Berkarya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan mendampingi Tommy Suharto sang Ketua Umum Partai Berkarya [yn]
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT