,
Depok | Anggota Jaguar Polresta Depok menemukan rumah kosong di Jalan Tole Iskandar (Simpang Depok), Sukmajaya Kota Depok, Selasa (26/3/2019) yang...
Jakarta | Polsek Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat menggelar Doa bersama dan santunan anak yatim dalam rangka mensukseskan Pemilihan Umum...
Jakarta | Polsek Johar Baru Polres Metro Jakarta Pusat menggelar acara olahraga bersama tiga pilar, yakni dari unsur Polsek, Kecamatan, Koramil JB 08...
Jakarta | Pedagang pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur siap mendukung pelaksanaan pemilu damai pada 17 April mendatang. Mereka secara bersama-sama...
Jakarta | Ketua Forum Travel Partner Indonesia (FTPI), Drs.H.Edy H mendatangi PT. Syafar Arroyan Travelindo di Ruko Maliugu,  Jalan Pahlawan...
Jakarta | Kepala Kecamatan Johar Baru Dra.Nurhelmi Savitri, didampingi Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi Endy Mahandika. SH, Danramil 08/JB Mayor...
12 April 2018 | Dibaca: 117 Kali
Tedjo Edhi : PWO Independen Harus Tetap Kritis Sesuai Fakta

foto/ist

Jakarta – Ketua Dewan Penasehat Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno mengharapkan agar setiap wartawan maupun jurnalis memiliki sikap patriotik, seperti para tokoh maupun pejuang pers yang turut  andil dalam kemerdekaan.
 
Tedjo, begitu sapaan akrabnya, menyebut sederet nama seperti M. Hatta, Adam Malik, Sayuti Melik, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis dan sebagainya. Mereka berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan lewat pers.
 
"Jadi, kemerdekaan ini bukan hanya direbut dgn peperangan, tapi juga diplomasi dan pena," jelas mantan Menpolhukam dalam WA-nya pada awak media PWO Independen yang dikirim dari Dubai UAE.
 
Ia berharap sikap dan semangat pejuang pers itu tetap meretas pada wartawan maupun jurnalis yang tergabung dalam PWO Independen. 
 
"Meskipun saat ini kondisinya berbeda, bukan lagi merebut kemerdekaan, tapi sebagai partner pemerintah dalam membangun," tutur mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) ini.
 
Terlebih di Zaman Now ini, berita-berita Hoax yang begitu masif menjalar di media-media sosial. Isu-isu SARA dikemas sedemikian rupa, sehingga Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi ciri khas negeri ini sedikit terkoyak. 
 
"Saya berharap, wartawan di PWO Independen, dapat berperan sebagai pejuang-pejuang dalam melawan hoax, seperti para pejuang pers terdahulu,"  pinta Tedjo.
 
Karena itu, lanjut ayah empat anak ini, PWO Independen harus tetap kritis, cermati fakta-fakta yang  diterima, lakukan verifikasi dan tuangkan dalam pemberitaan yang akurat, aktual dan tajam sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik
 
"Paling penting lakukan verifikasi. Jadilah hunter news yang tidak menyesatkan sehingga menjadi alat pencitraan semu, apalagi di tahun politik ini," jelas lelaki asal Magelang, Jawa Tengah ini.
 
Semua itu, tambahnya, hanya bisa dilakukan bila PWO Independen mengedepankan pelatihan dan update pengetahun khususnya soal IT yang terus berkembang.
 
"Masak wartawan online gaptek sih," seloroh Tedjo,   yg telah mengomandani berbagai Kapal Perang (KRI) dan sebelumnya banyak mengudara sebagai Penerbang TNI AL, diantaranya  Instruktur Pilot TNI AL Pesawat Nomad N-22,  Casa NC-212, Dakota C-47, Darter Commandar, Tampiko, dan Bonanza, di Satuan Udara Armada mulai tahun 1976 sampai dengan tahun 1991 dgn 6000 jam terbang.
 
Kini lulusan Lemhanas 2001 ini, merambah ke dunia politisi. Ia pernah tercatat sebagai politisi Partai Nasdem, lalu hijrah ke Partai Berkarya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan mendampingi Tommy Suharto sang Ketua Umum Partai Berkarya [yn]
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123