,
Oleh : Nico Karundeng Wartawan Senior   TANTANGAN  dan Kreatifitas Wartawan Zaman Now dan Old. "Dilaporkan ada Jaya 65 di wilayah...
Senin, 05 Februari 2018
Oleh :  Yudi Latif  Makrifat Pagi Saudaraku, saya dilahirkan di sebuah dusun terkucil, ujung selatan Sukabumi, Jawa Barat, yang tak...
Depok, Fokusjurnal.com – Sosialisasi pelarangan terhadap pengendara roda dua dan empat untuk tidak memasuki jalur cepat, namun masih tetap ada...
Jakarta, Fokusjurnal.com – Memasuki tahun politik 2019, sederet nama sudah dimunculkan sebagai jagoannya dalam pencalonan Presiden dan Wakil...
Jakarta, Fokusjurnal.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan [Menko Polhukam] Wiranto menerima audiensi Dewan Pimpinan...
Jakarta, Fokusjurnal.com - Mencuatnya Pj [Pejabat] Gubernur Sumatera Utara dan Jawa Barat,  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan...
13 Februari 2018 | Dibaca: 70 Kali
Warga Melestarikan Kebudayaan Betawi, Walikota Harus Berperan Penuh

Ketua DPD Bamus Betawi Jakarta Selatan. Yubaidilah SH, saat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, Fokusjurnal.com - Budaya Betawi belum menjadi tuan rumah di kampung sendiri. Dewan Perwakilan Daerah [DPD] Badan Musyawarah [Bamus] Betawi, Jakarta Selatan. Hal ini ditegaskan Ketua DPD Bamus Betawi Jakarta Selatan. Yubaidilah SH  akan menjalankan amanah yang tertuang didalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015 Tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
 
Di paparkan Yubaidilah SH, Dari waktu ke waktu sudah terlihat adanya tren peningkatan kesadaran warga Jakarta khususnya di Jakarta Selatan terhadap eksistensi budaya Betawi di tengah masyarakat.Namun belum bisa menjadikan budaya Betawi menjadi tuan di rumahnya sendiri.
 
“Budaya Betawi makin diperhitungkan keberadaannya di Jakarta. Apalagi sudah ada regulasi yang komplit mengenai pelestarian Budaya Betawi. Yang sudah tertuang di Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi,"kata Yubaidilah SH yang panggilan akrabnya Ubay, dibilangan TB. Simatupang, Jakarta Selatan, Jum`at [8/2].
 
Dikatakannya bahwa saat ini warga Betawi patut bersyukur dengan adanya perda tentang pelestarian kebudayaan Betawi. Artinya,dengan adanya Perda tersebut masyarakat Betawi harus dapat mengawal serta mewujudkan semua itu sebagai bukti nyata.
 
“Kebudayaan Betawi merupakan bagian dari budaya nasional dan merupakan aset bangsa, maka keberadaannya perlu dijaga, diberdayakan, dibina, dilestarikan, serta dikembangkan sehingga berperan dalam upaya menciptakan masyarakat yang memiliki jati dirinya, intinya regulasi yang mengatur pelestarian kebudayaan Betawi sudah lengkap. Karena itu sudah seharusnya, budaya Betawi menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri,” ujar Ubay
 
Sesuai dengan instruksi Gubernur. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan [Disparbud] DKI Jakarta ditunjuk Gubernur untuk mengkoordinasikan pelaksanaan pelestarian kebudayaan Betawi agar dapat terimplementasi dengan baik. Kami diberikan perintah oleh Gubernur, untuk mengkoodinasikan pelaksanaan sosialisasi pelestarian kebudayan Betawi hingga menyentuh kehidupan warga Jakarta seluruhnya.
 
"Kami ingin budaya Betawi makin mewarnai kehidupan warga Jakarta khususnya di Jakarta Selatan. Karena itu, kami akan semakin gencar dan terus-menerus mensosialisasikan pentingnya implementasi Perda Pelestarian Budaya Betawi di Jakarta. Untuk itu DPD Bamus Betawi Jakarta Selatan akan berkoordinasi dengan pihak terkait Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi terutama kepada Walikota Jakarta Selatan yang nantinya diturunkan hingga sampai tingkat Kecamatan dan Kelurahan hingga akhirnya ke warga nantinya," paparnya.
 
Namun demikian, Yubaidilah SH menyayangkan terhadap sikap Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi yang terkesan dinilai tidak peduli terhadap keberadaan DPD Bamus Betawi Jakarta Selatan.
 
“Jujur saya sampaikan hingga sampai saat ini Walikota Jakarta Selatan belum ada respon terkait hal ini. Padahal kami hanya menjalankan amanah yang tertuang di dalam  peraturan daerah,” ujar H. Ubaidillah. DPD Bamus Jakarta Selatan, lanjut H. Ubaidillah Organisasi ini adalah organisasi inti masyarakat Jakarta jadi ini yang harus diperhatikan oleh Walikota, Jangan tebang pilih.
 
 “Kami katakan bahwa DPD Bamus Betawi Jakarta Selatan adalah Organisasi inti masyarakat Jakarta dimana di dalamnya banyak organisasi kebetawian. Jangan sampai setelah Perda yang sudah ditetapkan tidak berjalan maksimal, buntutnya masyarakat Betawi di khawatirkan tidak mengerti soal budayanya sendiri. Artinya Walikota harus duduk bersama mengenai pelestarian dan kebudayaan Betawi di wilayah Jakarta Selatan, Harusnya pemerintah dan organisasi dapat bersinergi dengan baik, jangan kite sebagai orang Betawi asli kage di openin, ”ujar Bang ubay sapaan akrab Yubaidilah SH dengan logat Betawinya yang kental.
 
Bang Ubay mencotohkan jika kita berkunjung ke daerah-daerah lain , pasti kita dimanjakan dengan ornament-ornament yang sangat indah sebagai ciri khas kebudayaan di daerah tersebut begitu juga di negara lain saat kita berkunjung pasti ada ciri khas Negara tersebut. Karena apa? Karena pemerintahnya dapat bersinergi dengan masyarakat,” pungkasnya LBH Bamus itu mengakhiri perbincangan dengan Fokusjurnal.
 
Kepada Fokusjurnal LBH Bamus itu menjelaskan , Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015 Tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Bang ubay menjelaskan isi pasal 29 yang berbunyi, Pemerintah Daerah bersama – sama dengan tokoh masyarakat Betawi menetapkan : 1. Pakaian Adat Betawi dan Kelengkapannya. 2. Ornamen/Arsitektur Khas Betawi pada Bangunan. 3. Upacara perkawinan adat Betawi. 4. Bahasa Betawi. 5. Souvenir/Cinderamata. 6. Kuliner. (yn/rs).
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123