,
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Endy Mahandika, SH beserta jajaran melepas sebanyak 45 warga Johar Baru yang akan...
Jakarta | Kompol Heru Wahyudi  Kepala Seksie Pengawas (Kasiewas) Polres Metro Jakarta Pusat melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Jami...
Jakarta | Waka Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arie Ardian Sik, MS.i melaksanakan program 'Seksama' sebagai...
Minggu, 10 Februari 2019
Jakarta | Perumda Pasar Jaya Sunter Podomoro, Jakarta Utara, melakukan lomba kicau burung tadi siang, Minggu, 10/2. Lomba yang digelar di ...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi (Kompol ) Endy Mahandika, SH bersama Koramil serta organisasi masyarakat...
Jakarta | Irjen Pol Gatot Edy Pramono resmi menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Idham Azis, yang dipromosikan sebagai Kabareskrim...
24 Januari 2019 | Dibaca: 45 Kali
Jenderal Tito Karnavian : Penanggulangan Terorisme Junjung Supremasi Hukum dan HAM

Jakarta | Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengatakan penanggulangan terorisme di Indonesia telah menjunjung tinggi supremasi hukum dan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM).
 
Menurut Kapolri, pendekatan penegakan hukum sangat tepat diterapkan di Indonesia dalam iklim demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan penghormatan terhadap nilai-nilai HAM.
 
Hal itu disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah dengan judul Strategy and Counter Strategy of Terrorist Networks, Case Study Indonesia kepada peserta 12th Terrorisme Analyst Training Course di Nanyang Technological University Singapura.
 
“Pendekatan penegakan hukum telah berhasil merebut simpati publik kepada Pemerintah negara dalam upaya penanggulangan terorisme,” kata Jenderal Polisi Tito, Rabu (23/1/).
 
Menurut Kapolri, penanggulangan terorisme di Indonesia menggunakan dua pendekatan yakni pendekatan hard power dan soft power. Bahkan, Indonesia dianggap berhasil menanggulangi terorisme oleh negara dunia.
 
“Kombinasi antara pendekatan hard power dan soft power tersebut juga dinilai berhasil dan telah menarik berbagai negara asing dan lembaga internasional,” ujar Jenderal Tito.
 
Jenderal Tito menjelaskan penanggulangan terorisme di Indonesia mengkombinasikan pendekatan hard power berupa penegakan hukum secara tegas, profesional dan dengan menunjunjung tinggi nilai-nilai HAM.
 
Kemudian, kata Jenderal Tito, pendekatan soft power berupa deradikalisasi, kontraideologi, kontraradikalisasi, netralisasi saluran penyebaran ideologi radikal serta netralisasi situasi kondusif terhadap penyebaran ideologi radikal. “Ini sangat efektif dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia,” jelas Jenderal Tito.
 
Di samping itu, Jenderal Tito mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang dinilai berhasil mengatasi permasalahan terorisme dengan cara-cara terhormat dan bermartabat di mata dunia. (yn).
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123