,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
22 Februari 2019 | Dibaca: 83 Kali
Kericuhan Diduga Aksi Copet di Malam Munajat 212

Jakarta | Kericuhan terjadi saat acara Malam Munajat 212 berjalan. Tak jauh di belakang panggung utama, dekat pintu masuk VIP acara.

Menurut keterangan anggota polisi, insiden ini bermula ketika seorang pria yang diduga pencopet dipergoki massa. Mengetahui hal itu, pihak keamanan dari panitia lantas mengerumuni pria tersebut.

"Benar tadi karena copet," ujar seorang polisi yang ikut mengendalikan situasi.

Mendengar keriuhan yang terjadi, para pewarta yang bertugas di sekitar lokasi langsung menengok. Beberapa dari mereka berusaha meliput kegiatan itu dengan kamera dan ponsel.

Akan tetapi, pihak keamanan dari panitia yang memakai seragam serba putih lekas mencegah wartawan mengambil gambar penangkapan copet itu.

Massa meminta agar wartawan berhenti merekam dengan nada tinggi. Sejurus kemudian, keributan mulai meluas. Semakin banyak massa yang meminta agar tidak ada yang merekam. 

Salah satu pewarta yang mengambil video dengan kamera pun kena imbasnya. Di tengah keriuhan tersebut, ia dirangkul oleh panitia yang naik pitam atas kegiatannya.

Puluhan anggota Laskar Pembela Islam (LPI) mengerubungi wartawan yang merekam. Mereka diduga ingin mengambil ponsel yang digunakan untuk merekam. 

Wartawan yang bersangkutan tidak berdiam diri. Dia tetap berupaya agar telepon selulernya tidak diambil oleh massa. 

Sementara itu, orang yang diduga copet dan sempat diamankan ke dalam tenda sudah dibawa keluar dari lokasi acara. Pelaku dibawa dengan pengawalan yang cukup ramai untuk mencegah aksi main hakim sendiri. (nn/**).

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT