,
Jakarta | Polsek Johar Baru melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tiga Pilar Johar Baru serta Masyarakat,...
Jakarta | Guna memberikan rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Johar Baru, Jakarta Pusat. Jajaran Polsek bersama Koramil 08/JP melaksanakan...
  Jakarta | Komando Distrik Militer (Kodim) 0501/JP BS menggelar acara diskusi kepada masyarakat Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dikemas...
Jakarta | Jajaran Polsek Johar Baru Jakarta Pusat bersama Koramil 08/JB dan dibantu dengan pokdar kamtibmas berhasil mengamankan 38 Anak Baru Gede...
Jakarta | Pengurus DPP Partai Hanura, Ferry Soraya menginginkan kaum perempuan mendapat jaminan keadilan dan kesetaraan hak yang selama ini dirasa...
Jakarta | Sebuah mobil terbakar di ruas Tol dalam kota tepatnya depan Gedung Balai Kartini, Kuningan, Jakarta. Saat ini petugas masih berupaya...
21 November 2018 | Dibaca: 58 Kali
Kurikulum Nasional Terlalu Normatif

Jakarta | Permasalahan dunia pendidikan masih menjadi persoalan fundamental yang sangat mendesak untuk dicarikan solusinya. 

Persoalan yang tengah dihadapi pada dunia pendidikan nasional,  seperti masalah kompetensi guru, akses dan pemerataan pendidikan, kompetensi siswa dan bonus demografi, format pendidikan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, standar kurikulum, revitalisasi Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) sampai pada persoalan banyaknya pengangguran dari lulusan SMK karena tak diterima _(link and match)_ di dunia industri. 

Momentum menyambut Hari Guru 25 November 2018 mendatang, dinilai sangat tepat untuk menjawab persoalan yang tengah dihadapi oleh pendidikan  nasional ini.

Untuk itu, Ikatan Alumni UNJ (IKA UNJ) menyelenggarakan kegiatan nasional bertemakan "Merefleksikan 73 Tahun Pendidikan Nasional" (Menggagas Sistem Pendidikan Nasional). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, (20-21 November 2018) di gedung Bung Hatta, kampus Univ. Negeri Jakarta.

Dikatakan Juri Ardiantoro, bahwa dihari pertama kami telah mulai mempresentasikan hasil seleksi dari sekitar seratus artikel.

"Karya-karya ilmiah tersebut merupakan hasil penelitian para dosen dan guru yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Masing-masing dari dua hari kegiatan tersebut ditutup pada sore harinya dengan Seminar Nasional yang mengundang para pakar dan pejabat Kemdikbud." Kata Ketua Umum IKA UNJ ini, dalam sambutannya. Hasil seminar ini, lanjut Juri, nantinya akan dibukukan dan diserahkan kepada pemerintah

"Para pembicara dan panitia sepakat, nanti hasil seminar ini akan dibukukan. Kemudian diberikan kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi ide pemikiran IKA UNJ untuk pembangunan pendidikan nasional ke depan, " jelasnya.

Sementara itu, Wardiman Djojonegoro mantan Mendikbud era Orde Baru, menyampaikan bahwa betapa pentingnya link and match dalam kebijakan pendidikan kita saat ini. Antara kebijakan pemerintah, universitas, sekolah dan dunia kerja. Inilah yang menjadi salah satu tantangan pendidikan nasional.

Berbeda dengan Wardiman, Irjen Kemendikbud Muchlis R. Luddin menyampaikan, bahwa salah satu persoalan pendidikan di era disrupsi ini adalah guru yang out of date mengajar peserta didik yang berkembang pesat, yang akses mereka ke teknologi informasi sangat cepat. 

"Jadi guru mesti terus meng-upgrade kualitas dirinya."papar Muchlis.

Selain itu, Robertus Robert  memberikan pandangan yang berbeda. Dosen sosiologi ini mengkritik jika beban kurikulum saat ini sangat sarat muatan nilai, karakter atau hal-hal yang bersifat normatif. 

"Sejak dari SD-SMA bahkan di perguruan tinggi, peserta didik selalu disosialisasikan, diajarkan dan diberikan nilai-nilai karakter moral. Namun pendidikan nasional kita sangat minim rasionalitas berpikir. Semestinya, way of thingking inilah yang harus di utamakan di universitas,"jelas dosen UNJ ini, dihadapan peserta seminar.

Dalam seminar itu, dihadiri oleh para pembicara diantaranya Wardiman Djojonegoro mantan Mendikbud era Orde Baru, Irjen Kemendikbud Muchlis R. Luddin,dosen UNJ Robertus Robert , Komisioner KPAI, Retno Listyarti. (yn)

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123