,
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Pangkalpinang – Guna memberikan rasa nyaman dan aman ditengah masyarakat, pihak Pengelola Pasir Padi Bay bekerjasama di bidang keamanan...
Minggu, 04 Maret 2018
Subang, Fokusjurnal.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Indonesia [DPC LI] Pagaden, Kabupaten Subang, Agus Abeng mengukuhkan Ranting...
Jakarta – Pemerintah Provinsi [Pemrov] DKI Jakarta menerbitkan surat edaran terkait waktu operasional tempat hiburan malam. Aturan itu tertuang...
Jakarta – Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sosok Hutomo Mandala Putra atau yang biasa di sapa Tommy Soeharto ini, belum lama ini...
Jakarta – Pertemuan Dewan Pembina  Perkumpulan Wartawan Online [PWO] Independen NUSANTARA, Drs. H. Prabowo Soenirman, AK. MM dengan...
22 Februari 2018 | Dibaca: 87 Kali
Presiden Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Novel

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (foto/ist)

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK), Novel Baswedan, yang hingga saat ini, kasus tersebut belum kunjung terungkap oleh pihak Polri. Sehingga membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara dan memastikan akan terus menagih dan mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera menuntaskan kasus tersebut.

Presiden memberi sinyal akan menempuh lain jika Polri di bawah kepemimpinan Tito Karnavian tak juga mampu mengungkap pelaku dan motif di balik kasus kasus yang terjadi sejak sepuluh bulan lalu itu.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/2) kemarin, menyusul rencana kepulangan Novel Baswesan ke Tanah Air pasca-sepuluh bulan menjalani rangkaian operasi mata akibat penyiraman air keras di rumah sakit di Singapura.
 
"Kalau Polri sudah begini (Jokowi mengangkat kedua tangannya), baru kami akan (melakukan) step lain," ujar Jokowi.
 
Jokowi tidak menjelaskan opsi langkah selanjutnya yang ia maksud. Ia pun beranjak saat awak media mencoba mengkonfirmasinya atas adanya desakan pembentukan tim gabungan pencari fakta. Jokowi menginstruksikan Kapolri Tito Karnavian untuk terus mengusut secara tuntas kasus penyerangan kepada Ia memastikan akan terus mendesak Kapolri untuk menuntaskan kasus penyerangan Novel.
 
"Saya akan terus kejar di Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Akan kami kejar terus Polri," ucapnya.
 
Jokowi sempat menyatakan harapannya agar Novel Baswedan bisa segera bertugas lagi di KPK. "Ya, bersyukur, alhamdulillah Pak Novel Baswedan sudah sembuh dan kembali ke Tanah Air. Saya kira Pak Novel nanti bisa bekerja kembali lagi ke KPK, kita syukuri," ujarnya.
 
Rencananya, Novel Baswedan pulang ke Jakarta pada Kamis, 22 Februari 2018, setelah 317 hari atau sekitar 10 bulan menjalani rangkaian operasi dan perawatan mata di rumah sakit di Singapura.
 
Dua mata Novel mengalami kerusakan hingga sempat tidak bisa melihat akibat penyiraman air keras oleh dua pemotor tak dikenal sepulang melaksanakan Salat Subuh di masjid dekat rumah, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.
 
Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian telah membentuk gabungan dari unsur Mabes Polri, polda hingga polres untuk penyelidikan kasus tersebut.
Namun, penyelidikan demi penyelidikan disertai rilis sketsa wajah terduga pelaku selama 10 bulan tidak berujung pada pengungkapan pelaku, motif maupun aktor penyerangan tersebut.
 
Bahkan, hingga kepulangan Novel ke tanah air, kepolisian belum mampu mengungkap kasus penyerangan itu.
 
Pengungkapan kasus ini menjadi penting hingga pihak Novel Baswedan meminta Presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan pencari fakta.
 
Sebab, kejadian penyerangan itu bukan kali pertama menimpanya serta pegawai KPK lainnya.
 
Novel sendiri telah beberapa kali mendapatkan teror. Dia pernah ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor dari rumah menuju kantornya, Gedung KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan, pada 2016.
 
Ia juga dipidanakan atas meninggalnya tahanan ketika ia menjadi penyidik di Bengkulu, yang terjadi pada 2004.
 
Novel Baswedan yang telah keluar dari Polri merupakan penyidik KPK yang memimpin penyidikan berbagai kasus besar.
 
Di antaranya, kasus korupsi simulator SIM di kepolisian dengan terpidana adalah Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Dan Novel sedang menyidik perkara megakorupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) sebelum diserang dengan air keras.
 
Rencana kepulangan Novel Baswedan juga disampaikan oleh juru bicaraKPK Febri Diansyah.
 
Ia menuturkan, operasi tambahan pada mata Novel beberapa hari lalu tergolong berhasil dan tinggal melakukan pemulihan.
 
Dokter mempersilakan Novel menjalani rawat jalan jika kondisinya makin membaik. Dan direncanakan, Novel kembali menjalani operasi tahap kedua pada April mendatang. [cn/yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123