,
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Endy Mahandika, SH beserta jajaran melepas sebanyak 45 warga Johar Baru yang akan...
Jakarta | Kompol Heru Wahyudi  Kepala Seksie Pengawas (Kasiewas) Polres Metro Jakarta Pusat melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Jami...
Jakarta | Waka Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arie Ardian Sik, MS.i melaksanakan program 'Seksama' sebagai...
Minggu, 10 Februari 2019
Jakarta | Perumda Pasar Jaya Sunter Podomoro, Jakarta Utara, melakukan lomba kicau burung tadi siang, Minggu, 10/2. Lomba yang digelar di ...
Jakarta | Kapolsek Johar Baru Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Polisi (Kompol ) Endy Mahandika, SH bersama Koramil serta organisasi masyarakat...
Jakarta | Irjen Pol Gatot Edy Pramono resmi menjabat Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol Idham Azis, yang dipromosikan sebagai Kabareskrim...
28 Januari 2019 | Dibaca: 658 Kali
Purnawirawan Jenderal TNI dan Polri Menggelar Petisi Pemilu Netral dan Jujur

Jakarta | Purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalan Forum Peduli Netralitas dan Profesionalitas TNI, Polri, dan ASN melakukan pertemuan di kediaman Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Nugroho Djayusman, Senin (28/1).

Pertemuan tersebut untuk membacakan petisi terkait penyelenggaraan Pilpres 2019.

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Nugroho Djayusman, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Sofjan Jacoeb dan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Nampak hadir Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban dan mantan Menteri Rizal Ramli.

Djoko Santoso mengatakan petisi tersebut untuk mengawal Pilpres agar TNI, Polri maupun Aparatur Sipil Negara berlaku netral dalam Pilpres 2019. Karena menurutnya jika aparat negara tidak netral sama saja Indonesia kembali dalam peradaban yang primitif.

“Saya diundang ke sini untuk ada deklarasi dan rekomendasi menghimbau mendesak kepada TNI, Polisi, Intelijen kepada ASN agar mengawal peradaban ini dengan baik. Jangan mempermalukanlah. Kita sudah 73 tahun merdeka jangan mempertontonkan peradaban primitif,” kata Djoko Santoso dalam acara tersebut, Senin (28/1).

“Mari kita pertontonkan demokrasi kita dengan peradaban yang tinggi. Jangan mempermalukan diri sendiri. Tentara tidak netal itu peradaban primitif,” tambah Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga itu.

Sementara itu, petisi dibacakan oleh Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Sofjan Jacoeb. Ada dua poin dalam petisi yang ditujukan ke pemerintah Indonesia tersebut, yaitu :

1. Mendesak netralitas TNI, Polri, BIN dan semua Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Presiden 2019.

2. Mendesak agar seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijaga oleh prajurit TNI-Polri yang ikut berperan sebagai pengawal pesta demokrasi tahun 2019.

“Kepada semua pihak termasuk masyarakat luas agar melaporkan kepada Bawaslu dan pihak terkait lainnya, apabila mengetahui terjadinya ketidak netralan atau keberpihakan jajaran TNI, Polri, BIN dan aparatur negara lainnya demi menjamin jujur dan adilnya pemilu,” tutup Jacoeb.(bon/yn).

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123