,
Jakarta | Wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat terbilang wilayah zona merah tawuran, namun kategori zona merah untuk wilayah itu kini berangsur- angsur...
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Lomba mancing mania di wilayah Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat mendapat respon positif dari masyarakat. Dari pantauan wartawan...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
28 Januari 2019 | Dibaca: 767 Kali
Purnawirawan Jenderal TNI dan Polri Menggelar Petisi Pemilu Netral dan Jujur

Jakarta | Purnawirawan TNI-Polri yang tergabung dalan Forum Peduli Netralitas dan Profesionalitas TNI, Polri, dan ASN melakukan pertemuan di kediaman Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Nugroho Djayusman, Senin (28/1).

Pertemuan tersebut untuk membacakan petisi terkait penyelenggaraan Pilpres 2019.

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Nugroho Djayusman, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Sofjan Jacoeb dan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Nampak hadir Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban dan mantan Menteri Rizal Ramli.

Djoko Santoso mengatakan petisi tersebut untuk mengawal Pilpres agar TNI, Polri maupun Aparatur Sipil Negara berlaku netral dalam Pilpres 2019. Karena menurutnya jika aparat negara tidak netral sama saja Indonesia kembali dalam peradaban yang primitif.

“Saya diundang ke sini untuk ada deklarasi dan rekomendasi menghimbau mendesak kepada TNI, Polisi, Intelijen kepada ASN agar mengawal peradaban ini dengan baik. Jangan mempermalukanlah. Kita sudah 73 tahun merdeka jangan mempertontonkan peradaban primitif,” kata Djoko Santoso dalam acara tersebut, Senin (28/1).

“Mari kita pertontonkan demokrasi kita dengan peradaban yang tinggi. Jangan mempermalukan diri sendiri. Tentara tidak netal itu peradaban primitif,” tambah Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga itu.

Sementara itu, petisi dibacakan oleh Komisaris Jenderal Pol. (Purn) Sofjan Jacoeb. Ada dua poin dalam petisi yang ditujukan ke pemerintah Indonesia tersebut, yaitu :

1. Mendesak netralitas TNI, Polri, BIN dan semua Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Presiden 2019.

2. Mendesak agar seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijaga oleh prajurit TNI-Polri yang ikut berperan sebagai pengawal pesta demokrasi tahun 2019.

“Kepada semua pihak termasuk masyarakat luas agar melaporkan kepada Bawaslu dan pihak terkait lainnya, apabila mengetahui terjadinya ketidak netralan atau keberpihakan jajaran TNI, Polri, BIN dan aparatur negara lainnya demi menjamin jujur dan adilnya pemilu,” tutup Jacoeb.(bon/yn).

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT