,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
06 Februari 2018 | Dibaca: 232 Kali
SBY Bantah Intervensi Proyek Pengadaan e-KTP

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono [foto/ist]

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara atas kesaksian Mirwan Amir dan pernyataan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, SBY merasa difitnah atas kesaksian Mirwan dan pernyataan Firman Wijaya.

"Seolah-olah yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah lagi-lagi menurut mereka saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP," kata SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat,  Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Presiden ke-6 RI ini menilai persidangan Setya Novanto dengan saksi yang dihadirkan Mirwan Amir aneh. "Kita saksikan dalam sebuah persidangan yang sebenarnya sedang menyidangkan tersangka Setya Novanto tiba-tiba ada percakapan pengacara Firman Wijaya dan saksi Mirwan Amir, yang aneh, tidak nyambung, tiba-tiba menurut saya penuh nuansa rekayasa," katanya.

Kemudian, kata SBY, Firman Wiyata mengeluarkan pernyataan pers kepada wartawan. Pernyataan Firman Wijaya itu, dinilai SBY, bias.

"Menuduh saya sebagai orang besar, penguasa yang melakukan intervensi terhadap pengadaan e-KTP," katanya.

Sebelumnya, Mirwan Amir yang bersaksi di persidangan terdakwa Setya Novanto mengaku telah memberi saran kepada SBY agar proyek e-KTP tidak dilanjutkan karena ada beberapa kesalahan.

Namun, menurut Mirwan, SBY saat itu meminta proyek terus dilanjutkan karena menjelang pelaksanaan Pilkada. Sementara, Firman Wijaya menyatakan, kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan e-KTP.

Firman menyatakan kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa yang mengintervensi agar proyek tersebut tetap dilanjutkan. [yn]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT