,
  Jakarta | Bagi penikmat kopi tentunya belum afdol jika belum mengunjungi Kedai KOPIMU yang terletak dibilangan Blok M Square, Jakarta...
Tangerang Selatan -Majelis Dzikir dan Istighosah Raudhah Al Hikam menjadi agenda utama rutinitas Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi...
Jakarta - Persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 oleh panitia dari Lembaga Kota Tua Heritage (LKTH) terus dilakukan. Mulai dari audiensi,...
Jakarta |  Diklat Manajemen Keprotokolan perlu diadakan untuk memantapkan pemahaman mengenai manajemen keprotokolan Peningkatan Wawasan,...
Jakarta | Kesekian puluh kalinya PT Pisok Utama Wisata, sebuah perusahaan travel yang bergerak khusus di bidang penyelenggaraan Umroh dan Haji,...
Jakarta | Calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta,  Sutijan ,  dirinya,  menyatakan maju pada pemilihan calon anggota legislatif...
06 Februari 2018 | Dibaca: 134 Kali
SBY Bantah Intervensi Proyek Pengadaan e-KTP

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono [foto/ist]

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara atas kesaksian Mirwan Amir dan pernyataan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, SBY merasa difitnah atas kesaksian Mirwan dan pernyataan Firman Wijaya.

"Seolah-olah yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah lagi-lagi menurut mereka saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP," kata SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat,  Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Presiden ke-6 RI ini menilai persidangan Setya Novanto dengan saksi yang dihadirkan Mirwan Amir aneh. "Kita saksikan dalam sebuah persidangan yang sebenarnya sedang menyidangkan tersangka Setya Novanto tiba-tiba ada percakapan pengacara Firman Wijaya dan saksi Mirwan Amir, yang aneh, tidak nyambung, tiba-tiba menurut saya penuh nuansa rekayasa," katanya.

Kemudian, kata SBY, Firman Wiyata mengeluarkan pernyataan pers kepada wartawan. Pernyataan Firman Wijaya itu, dinilai SBY, bias.

"Menuduh saya sebagai orang besar, penguasa yang melakukan intervensi terhadap pengadaan e-KTP," katanya.

Sebelumnya, Mirwan Amir yang bersaksi di persidangan terdakwa Setya Novanto mengaku telah memberi saran kepada SBY agar proyek e-KTP tidak dilanjutkan karena ada beberapa kesalahan.

Namun, menurut Mirwan, SBY saat itu meminta proyek terus dilanjutkan karena menjelang pelaksanaan Pilkada. Sementara, Firman Wijaya menyatakan, kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan e-KTP.

Firman menyatakan kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa yang mengintervensi agar proyek tersebut tetap dilanjutkan. [yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123