,
Jakarta | Dalam rangka Cooling System Pasca Pemilu 2019, Kapolsek Kompol Muhamad Syafi’i, SIK,MH  melalui Jajaran Bhabinkamtibmas...
Jakarta | Untuk meningkatkan silaturahim diantara umat Islam, Forum RT dan RW di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat melaksanakan Halal Bihalal...
Jakarta | Peran aktif Bhabinkamtibmas sangatlah vital di tubuh Polri di tengah masyarakat. Salah satunya Aiptu Maskur Bhabinkamtibmas Kelurahan...
Jakarta - Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Endy Mahandika, SH mengundang 3 (tiga)...
Jakarta | Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) melaksanakan kegiatan Seminar Kewirausahaan bertempat di Creatif Stage Lantai 3 Gedung SMESCO,...
Jakarta | Pedagang pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur siap mendukung pelaksanaan pemilu damai pada 17 April mendatang. Mereka secara bersama-sama...
06 Februari 2018 | Dibaca: 206 Kali
SBY Bantah Intervensi Proyek Pengadaan e-KTP

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono [foto/ist]

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara atas kesaksian Mirwan Amir dan pernyataan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, SBY merasa difitnah atas kesaksian Mirwan dan pernyataan Firman Wijaya.

"Seolah-olah yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah lagi-lagi menurut mereka saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP," kata SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat,  Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Presiden ke-6 RI ini menilai persidangan Setya Novanto dengan saksi yang dihadirkan Mirwan Amir aneh. "Kita saksikan dalam sebuah persidangan yang sebenarnya sedang menyidangkan tersangka Setya Novanto tiba-tiba ada percakapan pengacara Firman Wijaya dan saksi Mirwan Amir, yang aneh, tidak nyambung, tiba-tiba menurut saya penuh nuansa rekayasa," katanya.

Kemudian, kata SBY, Firman Wiyata mengeluarkan pernyataan pers kepada wartawan. Pernyataan Firman Wijaya itu, dinilai SBY, bias.

"Menuduh saya sebagai orang besar, penguasa yang melakukan intervensi terhadap pengadaan e-KTP," katanya.

Sebelumnya, Mirwan Amir yang bersaksi di persidangan terdakwa Setya Novanto mengaku telah memberi saran kepada SBY agar proyek e-KTP tidak dilanjutkan karena ada beberapa kesalahan.

Namun, menurut Mirwan, SBY saat itu meminta proyek terus dilanjutkan karena menjelang pelaksanaan Pilkada. Sementara, Firman Wijaya menyatakan, kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan e-KTP.

Firman menyatakan kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa yang mengintervensi agar proyek tersebut tetap dilanjutkan. [yn]

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123