,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
06 Februari 2018 | Dibaca: 240 Kali
SBY Bantah Intervensi Proyek Pengadaan e-KTP

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono [foto/ist]

Jakarta, Fokusjurnal.com - Kasus korupsi pengadaan proyek E-KTP membuat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara atas kesaksian Mirwan Amir dan pernyataan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, SBY merasa difitnah atas kesaksian Mirwan dan pernyataan Firman Wijaya.

"Seolah-olah yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah lagi-lagi menurut mereka saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP," kata SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat,  Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Presiden ke-6 RI ini menilai persidangan Setya Novanto dengan saksi yang dihadirkan Mirwan Amir aneh. "Kita saksikan dalam sebuah persidangan yang sebenarnya sedang menyidangkan tersangka Setya Novanto tiba-tiba ada percakapan pengacara Firman Wijaya dan saksi Mirwan Amir, yang aneh, tidak nyambung, tiba-tiba menurut saya penuh nuansa rekayasa," katanya.

Kemudian, kata SBY, Firman Wiyata mengeluarkan pernyataan pers kepada wartawan. Pernyataan Firman Wijaya itu, dinilai SBY, bias.

"Menuduh saya sebagai orang besar, penguasa yang melakukan intervensi terhadap pengadaan e-KTP," katanya.

Sebelumnya, Mirwan Amir yang bersaksi di persidangan terdakwa Setya Novanto mengaku telah memberi saran kepada SBY agar proyek e-KTP tidak dilanjutkan karena ada beberapa kesalahan.

Namun, menurut Mirwan, SBY saat itu meminta proyek terus dilanjutkan karena menjelang pelaksanaan Pilkada. Sementara, Firman Wijaya menyatakan, kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan e-KTP.

Firman menyatakan kesaksian Mirwan Amir telah mengungkap siapa yang mengintervensi agar proyek tersebut tetap dilanjutkan. [yn]

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT