,
Pangkalpinang – Sewaktu kecil tentu kita mempunyai memori atau masa yang tak dapat dilupakan di tempat wilayah kita tinggal. Namun, masa lalu...
Pangkalpinang – Guna memberikan rasa nyaman dan aman ditengah masyarakat, pihak Pengelola Pasir Padi Bay bekerjasama di bidang keamanan...
Minggu, 04 Maret 2018
Subang, Fokusjurnal.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Laskar Indonesia [DPC LI] Pagaden, Kabupaten Subang, Agus Abeng mengukuhkan Ranting...
Jakarta – Pemerintah Provinsi [Pemrov] DKI Jakarta menerbitkan surat edaran terkait waktu operasional tempat hiburan malam. Aturan itu tertuang...
Jakarta – Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sosok Hutomo Mandala Putra atau yang biasa di sapa Tommy Soeharto ini, belum lama ini...
Jakarta – Pertemuan Dewan Pembina  Perkumpulan Wartawan Online [PWO] Independen NUSANTARA, Drs. H. Prabowo Soenirman, AK. MM dengan...
13 Mei 2018 | Dibaca: 35 Kali
UIA Mengutuk Aksi Bom Rumah Ibadah

foto/ist

Jakarta – Rektor Universitas Islam Attahiriyyah, Jakarta, Dr. Suherman Saji Sura S. Pd, M. Pd turut berduka atas teror bom yang dilakukan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Suherman mengutuk tindakan terorisme, hal itu disampaikan melalui rilis yang diterima melalui pesan WhasApp.
 
"Universitas Islam Attahiriyah mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Surabaya., kami mengutuk keras segala bentuk terorisme," seru Suherman yang juga Penasehat Perkumpulan Wartawan Online Independen NUSANTARA, Minggu [13/5].
 
Dikatakan Suherman, . di dalam agama manapun aksi kekerasan serta teror yang menyebabkan menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan aksi Bom bunuh diri dengan alasan apapun,” itu, tentu tidak diajarkan serta dibenarkan dalam pembuktian keimanan seseorang,”tegas Suherman.
 
Ia meyatakan bahwa Aksi radikal di Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] yang  sangat kita cintai ini, sungguh sangat bertentangan dan menjadi musuh bersama seluruh umat.
 
“Keluarga Besar Universitas Islam Attahiriyah mengajak seluruh umat beragama serta semua elemen masyarakat untuk bekerjasama membantu pihak keamanan dan unsur-unsur yang terkait untuk mengusut tuntas kasus serta menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku,”ujar Suherman.

Ledakan bom pagi tadi terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jl Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl Arjuna. Sejauh ini, ada 11 korban tewas dan 41 orang luka-luka akibat kejadian itu.

Korban tewas berada di 3 rumah sakit, yakni 1 orang di RSU dr Soetomo, 1 orang di RS Bedah Surabaya dam 8 orang di lokasi gereja. [yn/PWOIN]
 
 
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123