,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
13 Mei 2018 | Dibaca: 175 Kali
UIA Mengutuk Aksi Bom Rumah Ibadah

foto/ist

Jakarta – Rektor Universitas Islam Attahiriyyah, Jakarta, Dr. Suherman Saji Sura S. Pd, M. Pd turut berduka atas teror bom yang dilakukan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Suherman mengutuk tindakan terorisme, hal itu disampaikan melalui rilis yang diterima melalui pesan WhasApp.
 
"Universitas Islam Attahiriyah mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Surabaya., kami mengutuk keras segala bentuk terorisme," seru Suherman yang juga Penasehat Perkumpulan Wartawan Online Independen NUSANTARA, Minggu [13/5].
 
Dikatakan Suherman, . di dalam agama manapun aksi kekerasan serta teror yang menyebabkan menghilangkan nyawa orang lain atau melakukan aksi Bom bunuh diri dengan alasan apapun,” itu, tentu tidak diajarkan serta dibenarkan dalam pembuktian keimanan seseorang,”tegas Suherman.
 
Ia meyatakan bahwa Aksi radikal di Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] yang  sangat kita cintai ini, sungguh sangat bertentangan dan menjadi musuh bersama seluruh umat.
 
“Keluarga Besar Universitas Islam Attahiriyah mengajak seluruh umat beragama serta semua elemen masyarakat untuk bekerjasama membantu pihak keamanan dan unsur-unsur yang terkait untuk mengusut tuntas kasus serta menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku,”ujar Suherman.

Ledakan bom pagi tadi terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya Utara, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya di Jl Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jl Arjuna. Sejauh ini, ada 11 korban tewas dan 41 orang luka-luka akibat kejadian itu.

Korban tewas berada di 3 rumah sakit, yakni 1 orang di RSU dr Soetomo, 1 orang di RS Bedah Surabaya dam 8 orang di lokasi gereja. [yn/PWOIN]
 
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT