,
Surabaya |  Bak jamur di musim hujan, usaha kuliner seperti, kedai atau cafe kopi banyak bermunculan di beberapa daerah, khususnya di kota...
    Oleh : Djafar Badjeber, Pengamat Politik Bogor |  Manusia telah menjadi makhluk yang menakutkan belakangan ini. Manusia abad...
Batang  | Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) dilakukan secara terintegrasi bersama rakyat. Penyelenggaraan TMMD selama...
Jakarta | Asosiasi Pengelola Parkir Indonesia (Aspeparindo) akan mengandeng perusahaan asuransi demi memberikan kenyamanan pengguna saat parkir...
Jakarta | Usai mendapat pengesahan dan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemkumham) dengan nomor  AHU-0014787 AH O1.O7...
Jakarta  |  Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait Reuni 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. 1.459...
27 November 2018 | Dibaca: 62 Kali
Untung Terpilih Sebagai Ketum PJI Secara Aklamasi

Denpasar | Dalam pemilihan Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) periode 2018 - 2021 di Denpasar - Bali, Senin (26/11), Keteladanan dan keluhuran para pucuk pimpinan PJI yang bijaksana pantas menjadi sauri teladan dalam pemilihan yang luhur.
 
Hal tersebut di ungkapkan Wakil Jaksa Agung, Arminsyah yang memegang komando dalam pemilihan Ketua Umum PJI periode 2018-2021. "Akan lebih baik kita mengamalkan sila ke empat setelah sila ke tiga,” ujar Armin ketika memimpin persidangan pemilihan tersebut, Senin (26/11).
 
Armin rupanya menangkap keinginan bersama anggota PJI agar kekompakan, kebersamaan dan persatuan anggota PJI yang sudah terjalin lama dan dipupuk bersama akan lebih luhur dengan memilih Ketua secara musyawarah mufakat seperti yang diatur dalam sila ke empat Pancasila.
 
Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus itu lalu mempersilakan mantan Ketua Umum PJI, Noor Rachmad sesuai dengan tata tertib yang telah disepakati untuk mengusulkan nama nama yang memenuhi persyaratanmenjadi calon Ketua Umum PJI periode 2018-2021.
 
Dengan pertimbangan yang matang dan dengan merujuk tata tertib dan AD/ART PJI, Noor Rachmad lalu mengusulkan lima calon yakni Fery Wibisono, Setia Untung Arimuladi, Jan Marinka dan Bambang Sugeng Rukmono. Selanjutnya, pimpinan sidang untuk mengusulkan dua nama sebagai calon.
 
Atas kewenangannya tersebut, Armin lalu menyerahkan kembali ke peserta sidang untuk melakukan pemilihan secara musyawarah atau secara pemilihan langsung, satu peserta satu suara. Namun, secara tersirat Armin mengarahkan untuk dilakukan musyawarah mufakat.
 
Dengan bijaksana, Armin memberikan kesempatan kepada semua calon memaparkan visi dan misinya selama lima menit. Kemudian, Fery Wibisono adalah calon yang diberi kesempatan pertama untuk menyampikan visi dan misinya.
 
Dalam paparan visi dan misinya, Fery menyampaikan bahwa, semua calon yang ada pantas untuk menjadi Ketua Umum PJI. Namun, dari pengalamannya berorganisasi di PJI, Fery berpesan agar peserta mempertimbangkan kepentingan PJI yang lebih besar yakni koordinasi dan komunikasi.
 
“Sesuai dengan pengalaman pengalaman yang sebelumnya, agar kordinasi dan komunikasi lebih mudah maka lebih tepat Ketua Umum PJI adalah mereka yang sedang menjabat eselon I, Jaksa Agung Muda atau Kebadiklat,” ujar Ferry.
 
Senada dengan Ferry, calon ketua umum, Sugeng Bambang Rukmono pun menyampaikan visi dan misinya agar pemilihan dilakukan secara musyawarah.
 
Adapun, Jan S Marinka sebagai calon Ketua Umum tampak tidak hadir dalam persidangan tersebut. Sementara, Untung Setia Arimuladi menyampaikan pentingnya sinergisitas antara PJI dengan Kejaksaan RI.
 
Setelah para calon menyampaikan visi dan misinya, Armin kemudian memberikan waktu lima menit untuk musyawarah. “lima menit untuk lobi-lobi,” ujar Armin.
 
Akhirnya dalam Pemilihan tersebut, Untung Setia Arimuladi terpilih secara Aklamasi dalam Musyawarah Nasional PJI. "Jaksa harus siap menyongsong era revolusi industri 4.0 dengan integritas dan soliditas," kata Untung saat menyampaikan pidatonya.
 
Untung mengatakan, jabatan baru tersebut merupakan amanah dan kepercayaan dari seluruh anggota PJI. Untuk itu, ia meminta semua anggota PJI untuk bersinergi mewujudkan era keemasan korps Adhyaksa khususnya PJI.
 
“PJI harus hadir dan eksis mendukung perubahan untuk kemajuan institusi Kejaksaan yang lebih baik dan siap mengabdi untuk negeri,” tegas Untung.
 
Menurutnya, tantangan PJI ke depan sudah di depan mata yakni era revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi informasinya. Sehingga, diharapkan anggota PJI meningkatkan profesionlismenya dalam mengemban tugas dengan mengedepankan persatuan dan integritas seperti yang diamanatkan oleh Jaksa Agung, M Prasetyo dalam sambutannya saat membuka acara Munas PJI. 
 
“Saya menggaris bawahi sambutan Jaksa Agung pada saat pembukaan Munas PJI, di antaranya adalah tantangan ke depan sangat berat terutama terkait dengan kemajuan teknologi,"pungkasnya. (red).

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123