,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
27 November 2018 | Dibaca: 154 Kali
Untung Terpilih Sebagai Ketum PJI Secara Aklamasi

Denpasar | Dalam pemilihan Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) periode 2018 - 2021 di Denpasar - Bali, Senin (26/11), Keteladanan dan keluhuran para pucuk pimpinan PJI yang bijaksana pantas menjadi sauri teladan dalam pemilihan yang luhur.
 
Hal tersebut di ungkapkan Wakil Jaksa Agung, Arminsyah yang memegang komando dalam pemilihan Ketua Umum PJI periode 2018-2021. "Akan lebih baik kita mengamalkan sila ke empat setelah sila ke tiga,” ujar Armin ketika memimpin persidangan pemilihan tersebut, Senin (26/11).
 
Armin rupanya menangkap keinginan bersama anggota PJI agar kekompakan, kebersamaan dan persatuan anggota PJI yang sudah terjalin lama dan dipupuk bersama akan lebih luhur dengan memilih Ketua secara musyawarah mufakat seperti yang diatur dalam sila ke empat Pancasila.
 
Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus itu lalu mempersilakan mantan Ketua Umum PJI, Noor Rachmad sesuai dengan tata tertib yang telah disepakati untuk mengusulkan nama nama yang memenuhi persyaratanmenjadi calon Ketua Umum PJI periode 2018-2021.
 
Dengan pertimbangan yang matang dan dengan merujuk tata tertib dan AD/ART PJI, Noor Rachmad lalu mengusulkan lima calon yakni Fery Wibisono, Setia Untung Arimuladi, Jan Marinka dan Bambang Sugeng Rukmono. Selanjutnya, pimpinan sidang untuk mengusulkan dua nama sebagai calon.
 
Atas kewenangannya tersebut, Armin lalu menyerahkan kembali ke peserta sidang untuk melakukan pemilihan secara musyawarah atau secara pemilihan langsung, satu peserta satu suara. Namun, secara tersirat Armin mengarahkan untuk dilakukan musyawarah mufakat.
 
Dengan bijaksana, Armin memberikan kesempatan kepada semua calon memaparkan visi dan misinya selama lima menit. Kemudian, Fery Wibisono adalah calon yang diberi kesempatan pertama untuk menyampikan visi dan misinya.
 
Dalam paparan visi dan misinya, Fery menyampaikan bahwa, semua calon yang ada pantas untuk menjadi Ketua Umum PJI. Namun, dari pengalamannya berorganisasi di PJI, Fery berpesan agar peserta mempertimbangkan kepentingan PJI yang lebih besar yakni koordinasi dan komunikasi.
 
“Sesuai dengan pengalaman pengalaman yang sebelumnya, agar kordinasi dan komunikasi lebih mudah maka lebih tepat Ketua Umum PJI adalah mereka yang sedang menjabat eselon I, Jaksa Agung Muda atau Kebadiklat,” ujar Ferry.
 
Senada dengan Ferry, calon ketua umum, Sugeng Bambang Rukmono pun menyampaikan visi dan misinya agar pemilihan dilakukan secara musyawarah.
 
Adapun, Jan S Marinka sebagai calon Ketua Umum tampak tidak hadir dalam persidangan tersebut. Sementara, Untung Setia Arimuladi menyampaikan pentingnya sinergisitas antara PJI dengan Kejaksaan RI.
 
Setelah para calon menyampaikan visi dan misinya, Armin kemudian memberikan waktu lima menit untuk musyawarah. “lima menit untuk lobi-lobi,” ujar Armin.
 
Akhirnya dalam Pemilihan tersebut, Untung Setia Arimuladi terpilih secara Aklamasi dalam Musyawarah Nasional PJI. "Jaksa harus siap menyongsong era revolusi industri 4.0 dengan integritas dan soliditas," kata Untung saat menyampaikan pidatonya.
 
Untung mengatakan, jabatan baru tersebut merupakan amanah dan kepercayaan dari seluruh anggota PJI. Untuk itu, ia meminta semua anggota PJI untuk bersinergi mewujudkan era keemasan korps Adhyaksa khususnya PJI.
 
“PJI harus hadir dan eksis mendukung perubahan untuk kemajuan institusi Kejaksaan yang lebih baik dan siap mengabdi untuk negeri,” tegas Untung.
 
Menurutnya, tantangan PJI ke depan sudah di depan mata yakni era revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi informasinya. Sehingga, diharapkan anggota PJI meningkatkan profesionlismenya dalam mengemban tugas dengan mengedepankan persatuan dan integritas seperti yang diamanatkan oleh Jaksa Agung, M Prasetyo dalam sambutannya saat membuka acara Munas PJI. 
 
“Saya menggaris bawahi sambutan Jaksa Agung pada saat pembukaan Munas PJI, di antaranya adalah tantangan ke depan sangat berat terutama terkait dengan kemajuan teknologi,"pungkasnya. (red).

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT