,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
22 Desember 2018 | Dibaca: 623 Kali
Purnama Mantan Kapolsek Maju Caleg di Dapil Tiga Kab.Kuningan

Kab.Kuningan | Mantan Kapolsek Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,  Komisaris Polisi (Kompol) Purnama maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD dari daerah pemilihan (dapil) 3, Kabupaten Kuningan (Lebakwangi , Maleber, Ciawigebang, Cipicung, Kalimanggis dan  Cidahu).

Purnama diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Namanya bertengger di nomor urut lima.  

Ini kali pertama Purnama terjun ke dunia politik setelah berkarier lama sebagai anggota Polri.

Pria yang memiliki Jargon Kebo Mulih Pakandangan (Kembali Kepada Masyarakat) ini, bersama TEMPUR (Teman Purnama) siap memenangkan Purnama sebagai wakil rakyat pada 2019 mendatang.

Tidak ada dalam benak Purnama terjun ke dunia politik, namun selama empat tahun menjabat kapolsek di wilayah hukum Ciniru.

Oleh sebagaian masyarakat Ciniru Purnama dinilai sukses membuat aman dan nyaman dari rawan tawuran.  Atas dasar itulah, tokoh masyarakat dan para kades setempat mendorong Purnama di masa pensiunnya untuk maju di kancah politik. Agar wilayah Ciniru yang terletak pada daerah pemilihan (dapil) 1 dapat lebih baik lagi dan tertata.

Namun saat itu, Purnama menolak karena bukan keahlian dirinya.

"Mereka meminta kepada saya untuk menjadi wakil rakyatnya dan mereka mengatakan kepada saya percayalah bapak adalah seorang perwira polisi. Karena kami benar - benar butuh seseorang seperti bapak di wilayah kami sebagai wakil rakyat," jelas Purnama saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Atas desakan dari masyarakat dari masa pensiunnya sebagai perwira.
Purnama meminta waktu untuk berfikir dan memusyawarahkan kepada keluarga.

"Permintaan masyarakat Ciniru tidak saya langsung terima namun butuh waktu untuk bicara dengan keluarga saat itu. Nah, setelah keluarga telah memutuskan dan mengizinkan maju di kancah politik. Istri meminta kepada saya ada dua syarat yaitu buktikan kepada masyarakat dan betul-betul berjuang untuk rakyat dan yang kedua jangan korupsi. Itulah permintaan dari keluarga saya,"terang alumni STM Poncol, Senen, Jakarta Pusat ini kepada fokusjurnal.com.

Setelah mendapat restu dan dukungan dari keluarga, semangat Purnama kian bertambah dengan adanya dukungan serta motivasi dari tokoh ulama yang ada di wilayah Ciniru. 

Tokoh ulama tersebut memberikan amanah kepada Purnama saat itu, ada tiga poin yang diberikan oleh tokoh ulama tersebut yakni pertama : Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang membawa manfaat bagi orang lain , yang kedua Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang tidak mementingkan diri sendiri dan yang ketiga Jika orang baik tidak terjun ke politik maka nanti politik akan di tempati oleh orang-orang jahat. Tiga pesan itulah yang membuat dan menambah semangat Purnama maju menjadi wakil rakyat.

Namun, permintaan para tokoh masyarakat, tokoh ulama dan masyarakat Ciniru kandas. Karena partai merekomendasi Purnama maju pada dapil 3 Kabupaten Kuningan.

"Awalnya mereka marah, namun ini adalah tugas partai yang harus saya jalani. Dan tidak masalah, justru dari merekalah saya termotivasi,"ungkapnya.

Ketika disinggung mengapa maju sebagai anggota dewan. Ia menyatakan mungkin pemahaman mereka yang belum terfikirkan, menjadi anggota dewan itu bukan menjadi seorang "Raja".

"Saya di daulat oleh rakyat di calonkan menjadi wakil mereka di parlemen. Nah, yang namanya wakil itu punya atasan tentunya siapa atasannya ya rakyat, jadi kalau di dewan itu atasannya ya rakyat, jadi harus legowo bela rakyat bukan setelah jadi tidak mau mendengar aspirasi rakyat dan bergaya seperti raja. Artinya anggota dewan yang didaulat oleh rakyat harus mengakomodir keinginan rakyat,"tegasnya.

Ia menambahkan jika nanti dirinya terpilih menjadi wakil rakyat akan memperjuangkan keinginan rakyat.

"Jika dewannya tidak turun ke rakyat apa perjuangannya kepada rakyat artinya anggota dewan harus turun ke rakyat untuk berkomunikasi, kan ada aspirasi dan aspiratif. Nah asprirasi tersebut dapat  terakomodir tentu harus diperjuangkan oleh anggota dewan melalui eksekutif. Setelah asprirasi itu diterima dan terwujud maka itulah yang dinamakan perjuangan kepada rakyat sehingga aspiratif itu dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tutur pria lowprofile ini.

Sejalan dengan itu, Purnama berharap kepada masyarakat untuk menghindari money politik (politik uang) karena akan mencederai demokrasi nantinya.

"Money politik sama saja menjatuhkan harga diri kepada masyarakat dan juga sangat mencederai demokrasi.Karena money politik bukan cara - cara yang dibenarkan. Saya yakin masyarakat sekarang ini sudah pada cerdas. Karena money politik akan merugikan dirinya. Karena mereka menginginkan pembangunan diwilayahnya dapat terealisasi melalui perjuangan wakil rakyatnya. Karena tugas dan fungsi kami adalah Legislasi (Legislating), Anggaran (bugdeting) dan pengawasan (controlling)," pungkas Purnama yang sudah tiga puluh tujuh tahun di kepolisian  mengakhiri perbincangan dengan wartawan.(ynt/yani).

 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT