,
Jakarta | Anak Depan Puskesmas (Andepus) Kramat Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, panitia merayakan puncak hari Kemerdekaan Republik...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) menyelenggarakan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1440...
Jakarta | Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Harry Kurniawan, SIK, MH) memberikan bantuan berupa sapi qurban kepada...
Jakarta  | Dalam rangka membentuk nilai-nilai Dasar Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) melalui Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam...
Jakarta | Harianto Badjoeri (HB) menerima kunjungan lintas etnis, kunjugan lintas etnis tersebut bertujuan merekatkan silaturahmi antar etnis yang...
Jakarta | Ketua Dewan Pimpinan Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Jakarta Pusat H.Cipta Wahyudi Okis. SH  memenuhi undangan...
03 Februari 2018 | Dibaca: 459 Kali
Kepemimpinan STIA Masih Dalam Status Quo, Kopertais di Minta Netral

foto/ist

Jakarta,Fokusjurnal.com – Kemelut kepemimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib, Kwitang, Jakarta Pusat, meminta agar Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) bersikap netral dalam menyikapi kemelut tersebut. Pasalnya, kemelut yang terjadi di internal itu kini masih dalam status quo dan ditangani oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sesuai  gugatan nomor perkara 479/Pdt.G/2017.Jkt.Pst . Hal itu dikemukakan oleh Dr. Ilyas Indra Damar Jati selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib.
 
"Karena masih berperkara, maka kondisi  kondisi STAI Publisistik Thawalib, status qua, alias kembali ke yang lama, periode 2014 - 2019," tutur Indra.
 
Dia menyebut, periode tersebut kepemimpinan STAI Publisistik adalah dirinya, dipilih oleh yayasan. 
 
"Jadi selama ditangani PN Pusat dan belum ada keputusan yang tetap, pihak yayasan belum boleh menunjuk kepemimpinan yang baru," tambah Indra dalam siaran persnya yang dikirim melalui WA pada Skandal.
 
Sayangnya, belum lagi periode tersebut berakhir,  pihak yayasan memecat  Indra secara sepihak. Padahal pelbagai upaya telah dilakukan demi memajukan STAI Publisistik Thawalib, hingga menguras tenaga, pikiran dan finansial.
 
"Tindakan yayasan memberhentikan saya, itu semena-mena," ungkap Indra, 
 
Menurutnya,  sejak awal diangkat jadi Ketua STAI Publisistik Thawalib, yayasan sifatnya administratif 
karena tidak berfungsi selayaknya yayasan.
 
Misalnya tidak memberikan modal keuangan sama sekali, baik sejak awal operasional kampus maupun  pengembangan dan sarana fisik.
 
"Seluruhnya kami yang sediakan dan ketika kampus sudah berkembang, yayasan melakukan tindakan ksemena mena sehingga kami melakukan gugatan di Pengadilan," tamba Indra.
 
 
Indra berharap, sebagai lembaga yang mengayomi Perguruan Tinggi Keislaman Swasta,  Kopertis Wilayah I bersikap netral.
 
"Kami sudah berkirim surat kepada Koordinator Kopertais Wilayah I agar netral dan juga Para Wakil Ketua yang menggantikan Wakil Ketua yang Lama," tambahnya,  menyebut Samtidar E. Tomagola, S.Kom.I.M.Pd Wakil Ketua Bidang Akademik dan Safrin Yusuf, M.Si Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan.
 
Keduanya sudah beraudiensi dan bertemu dengan Sekretaris Kopertais wilayah I  Dr. M. Taufiqi, M.Ag untuk menyampaikan secara langsung bahwa proses hukum sengketa Kepemimpinan STAI Publisistik Thawalib Jakarta adalah  legal, sampai ada keputusan yang bersifat Inkrah (berkekuatan hukum tetap). (yn)
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT