,
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten melantik Jermia Kalalo. SE,  sebagai Ketua Dewan...
Jakarta | Dewan Pimpinan Pusat Pembinaan Potensi Keluarga Besar (DPP BPPKB) Banten menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan...
Jakarta | Ariq Motor Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, dibilangan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat ini memiliki rasa...
Jakarta | Haryanto Badjoeri Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta di era Gubernur Fauzi Bowo menghadiri pelantikan serentak Badan Potensi Pembinaan Keluarga...
Jakarta | Pergunu DKI Jakarta dan PT Balai Pustaka lakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) bertempat di Cafe Sastra, beberapa waktu...
Jakarta |Kapolsek Johar Baru Komisaris Polisi (Kompol) Supriadi.SH.MH bersama Mayor Dasim Danramil 08 Johar Baru ngopi bareng dengan mahasiswa STIAMI...
03 Februari 2018 | Dibaca: 476 Kali
Kepemimpinan STIA Masih Dalam Status Quo, Kopertais di Minta Netral

foto/ist

Jakarta,Fokusjurnal.com – Kemelut kepemimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib, Kwitang, Jakarta Pusat, meminta agar Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) bersikap netral dalam menyikapi kemelut tersebut. Pasalnya, kemelut yang terjadi di internal itu kini masih dalam status quo dan ditangani oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sesuai  gugatan nomor perkara 479/Pdt.G/2017.Jkt.Pst . Hal itu dikemukakan oleh Dr. Ilyas Indra Damar Jati selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Publisistik Thawalib.
 
"Karena masih berperkara, maka kondisi  kondisi STAI Publisistik Thawalib, status qua, alias kembali ke yang lama, periode 2014 - 2019," tutur Indra.
 
Dia menyebut, periode tersebut kepemimpinan STAI Publisistik adalah dirinya, dipilih oleh yayasan. 
 
"Jadi selama ditangani PN Pusat dan belum ada keputusan yang tetap, pihak yayasan belum boleh menunjuk kepemimpinan yang baru," tambah Indra dalam siaran persnya yang dikirim melalui WA pada Skandal.
 
Sayangnya, belum lagi periode tersebut berakhir,  pihak yayasan memecat  Indra secara sepihak. Padahal pelbagai upaya telah dilakukan demi memajukan STAI Publisistik Thawalib, hingga menguras tenaga, pikiran dan finansial.
 
"Tindakan yayasan memberhentikan saya, itu semena-mena," ungkap Indra, 
 
Menurutnya,  sejak awal diangkat jadi Ketua STAI Publisistik Thawalib, yayasan sifatnya administratif 
karena tidak berfungsi selayaknya yayasan.
 
Misalnya tidak memberikan modal keuangan sama sekali, baik sejak awal operasional kampus maupun  pengembangan dan sarana fisik.
 
"Seluruhnya kami yang sediakan dan ketika kampus sudah berkembang, yayasan melakukan tindakan ksemena mena sehingga kami melakukan gugatan di Pengadilan," tamba Indra.
 
 
Indra berharap, sebagai lembaga yang mengayomi Perguruan Tinggi Keislaman Swasta,  Kopertis Wilayah I bersikap netral.
 
"Kami sudah berkirim surat kepada Koordinator Kopertais Wilayah I agar netral dan juga Para Wakil Ketua yang menggantikan Wakil Ketua yang Lama," tambahnya,  menyebut Samtidar E. Tomagola, S.Kom.I.M.Pd Wakil Ketua Bidang Akademik dan Safrin Yusuf, M.Si Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan.
 
Keduanya sudah beraudiensi dan bertemu dengan Sekretaris Kopertais wilayah I  Dr. M. Taufiqi, M.Ag untuk menyampaikan secara langsung bahwa proses hukum sengketa Kepemimpinan STAI Publisistik Thawalib Jakarta adalah  legal, sampai ada keputusan yang bersifat Inkrah (berkekuatan hukum tetap). (yn)
 
 

Kantor Redaksi :

JALAN JOHAR BARU RAYA
JAKARTA PUSAT