,
Kamis, 02 Agustus 2018
Bekasi - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan secara serentak, pada 26 Agustus 2018, se-Kabupaten Bekasi.  Membuat warga...
Bekasi - Masyarakat desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, masih menginginkan kepemimpinan Heryadi calon nomor urut 3 pada...
Jakarta - Pada khakekatnnya puasa bukanlah sekedar menahan nafsu makan dan minum, tetapi menahan segala nafsu manusia. Misalnya nafsu amarah, serta...
JAKARTA - Air susu dibalas dengan air tubah, Kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan, pepatah inilah yang dirasakan oleh salah seorang mantan...
Jakarta - Tawuran antar warga kembali terjadi di Johar Baru, Jakarta Pusat. Nampak batu, dan pecahan botol berserakan di jalan seusai terjadinya...
 Jakarta -  Ajang pemilihan Putera-Puteri Maritim Indonesia (PPMI) tahun 2018 kembali digelar. Ajang ini merupakan ajang ketiga kalinya...
23 Januari 2018 | Dibaca: 190 Kali
Andi dan Zeki Menjadi Saksi SPPD yang Diduga Fiktif

para saksi saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor, Kota Pangkalpinang (foto/ist)

Pangkalpinang, Fokusjurnal.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) , Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, kembali menggelar persidangan perkara Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang diduga fiktif oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang.

Majelis hakim menghadirkan dua orang saksi yaitu  Andi dari Fraksi Partai Amanat Nasioanal (PAN) serta Zeki Yamani dari Fraksi Demokrat keduanya adalah anggota DPRD Kota Pangkalpinang.

Andi menjelaskan kepada majelis hakim yang diketuai Sri Endang Ningsih, di hadapan hakim dirinya mengaku mengetahui adanya jadwal perjalanan dinas tersebut. Namun demikian saksi, tidak mengikuti perjalanan dinas ke Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) di Jakarta. Dituturkan saksi, bahwa dirinya tidak menerima dana perjalanan dinas tersebut.

 "Saya tahu adanya jadwal perjalanan dinas namun saya tidak menghadiri perjalanan dinas itu. Bahkan saya tidak menerima uang perjalanan dinas tersebut yang mulia,” jelas saksi di persidangan Tipikor, Kota Pangkalpinang, Senin (22/1/2018).

Majelis hakim kembali memastikan dan kembali mempertanyakan seputar dana perjalanan dinas kepada saksi.
" Iya benar bu saya tidak mengambilnya," tegas Andi.

Majelis hakim memberikan apresiasi kepada saksi, pasalnya saksi tidak menerima dana perjalanan dinas itu.
" Jika benar saksi tidak menerima dana perjalanan dinas itu sangat bagus, karena itu memang bukan hak anda,” ucap Sri Ningsih menyikapi jawaban saksi.

Alasan Andi tidak ikut serta dalam perjalanan dinas ke Kemenpora RI, di Jakarta, dikarenakan mendapat informasi dari Riki Rakasiwi anggota komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, bahwa ada keluarga staf Kemenpora di Jakarta yang meninggal. (rey)
 

Kantor Pusat :

The City Tower 
​​​​​​Jl.MH. Thamrin No. 81
Level 12 1N, JAKARTA PUSAT

Telp. 021 - 30490123